5 Hobi yang Bisa Membuat Kamu Lebih Akrab dengan Pasangan

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Nonton, jalan-jalan ke mal, dan belanja adalah cara mainstream untuk berpacaran dan hampir setiap pasangan melakukannya untuk menghabiskan waktu bersama. Tapi, kalau kalian ingin menghabiskan waktu bersama sambil meningkatkan hubungan, ini dia hobi yang bisa kalian lakuin bareng.

1. Olahraga bersama

Entah itu jogging atau ke gym, berolahraga dengan pasangan akan terasa berbeda dan membuat warna dalam hubungan kalian. Usahakan untuk tidak menyamankan diri dengan alunan musik dalam headset tapi berolahragalah satu sama lain. Berkeringatlah bersama, sehatlah bersama. Dukunglah satu sama lain untuk berhasil mencapai target olahraga yang sama. Kalian akan sama-sama mengalami pengalaman pertama kali bersama. Ingat juga, berolahraga dapat meningkatkan semangat kalian sebagai manusia, nah, setelah itu pasti kalian juga lebih menjadi bersemangat lagi atas satu sama lain.

2. Coba kelas hobi bersama

Salah satu hal yang dapat meningkatkan hubungan adalah mencoba hal baru bersama, salah satunya mengikuti kelas kurus bersama. Hm, boleh tuh ikut kursus kelas masak bersama. Toh, masak kan bukan hanya tugas perempuan di kemudian hari, saat sudah menjalani hubungan rumah tangga, sang lelaki juga bisa berkontribusi dalam masak-memasak. Setelah mengikuti kursus ini, kalian bisa sama-sama berlomba untuk membuatkan masakan yang terbaik untuk kencan selanjutnya. Dengan cara ini, kalian dapat lebih mengenal satu sama lain dan lebih tau kesukaan pasangan.

3. Nonton pertandingan bersama

Apa sih yang ada di saat menonton pertandingan? Ya, teriakan, loncatan, cacian, pokoknya semua energi disalurkan saat menonton pertandingan olahraga bersama. Jika biasanya kalian hanya NoBar di rumah atau di kafe, cobalah sekali waktu untuk NoBar langsung di stadion olahraganya. Rasakan langsung adrenalin saat tendangan tim favorit kamu meleset. Pst, dari hobi ini, kalian bisa belajar bagaimana untuk mendukung satu sama lain.

4. Bermain puzzle bersama

Kalau hobi yang satu ini bisa kalian lakukan saat lagi santai menghabiskan waktu di rumah pasangan. Daripada sibuk dengan gadget masing-masing, belilah papan puzzle untuk kalian mainkan bersama. Ini dapat mengajari kalian cara untuk bekerja sama untuk memecahkan masalah lho. Dukung juga pasangan untuk tetap berusaha agar puzzlenya terbentuk seperti semula.

5. Bermain outdoor

Sekali-kali, kamu bisa menghabiskan akhir pekan dengan permainan outdoor. Salah satunya bisa dengan bermain panjat tebing, paint ball atau yang lainnya. Bermain panjat tebing dapat mengajari kamu bagaimana mendukung satu sama lain dan bersama untuk mencapai puncak. Sedangkan paintball, bagaimana kamu bisa belajar untuk bermain sportif dengan pasangan.

Jadi, yang mana favorit kamu untuk dilakukan akhir pekan ini?

Siapa yang Harus Dicurhatin Semasa Persiapan Pernikahan

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Sensitif, stres, mudah sedih, mudah marah, mudah tersinggung biasa dialami oleh para brides-to-be. Wajar saja, karena mereka dipusingkan oleh banyak hal sehingga semua yang berhadapan dengan para brides to beharus paham dan bisa berhati – hati dalam pemilihan kata setiap kali ingin memberi masukan. Untuk para brides to be sendiri juga harus bijak untuk memilih siapa yang akan diajak berdiskusi atau curhat masalah persiapan pernikahan. Salah memilih teman curhat, yang ada kamu malah tambah stres dan pusing karena lawan bicara tidak mengerti dengan keadaan kamu. Lima orang ini adalah pihak yang tepat untuk kamu ajak diskusi dan membagi keluh kesah kamu selama persiapan pernikahan.

1. Ibu

Tidak ada orang yang lebih memahami isi hati kita selain dari pada ibu kita sendiri bukan? Memang tidak dapat dipungkiri bahwa menjelang pernikahan tidak sedikit juga brides to be yang berkonflik dengan ibu nya selama persiapan pernikahan. Biasanya karena perbedaan konsep dan kemauan. Namun seperti apapun masalah yang dihadapi, pelukan ibu adalah the best remedy untuk anak perempuannya.

2. Kakak / Adik perempuan

Beruntung jika kamu memiliki kakak atau adik perempuan dalam keluarga kamu. Apapun bisa kamu tumpahkan kepada mereka tanpa harus ada rahasia. Mereka juga bisa diandalkan untuk bertukar pikiran dengan ide – ide kreatif mereka. There is no better friend than a sister, right?

3. Sahabat yang sudah menikah

Bukannya mendiskreditkan teman – teman yang belum menikah ya. Namun berdiskusi dengan teman kamu yang sudah menikah tentu akan mendapatkan masukan yang lebih pas karena mereka sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Minta tips kepada mereka bagaimana cara mengatur dan mempersiapkan pernikahan dan tanyakan apa saja kesalahan – kesalahan yang mereka perbuat. Hal ini bertujuan agar kamu bisa belajar dari kesalahan – kesalahan mereka dan tidak terjebak dalam hal yang sama

4. Wedding organizer atau vendor koordinator

Mereka hadir (dan kita bayar) untuk membantu kita. Bukan hanya soal persiapan teknis, namun juga untuk menangani kegalauan kita selama persiapan pernikahan. Hal yang paling membuat kita galau biasanya kan  berhubungan dengan kesiapan vendor atau apapun yang harus tersedia nantinya. Nah, yang paling tahu akan hal ini biasanya adalah wedding organizer atau orang yang kamu tunjuk sebagai vendor koordinator. Pastikan kepada mereka tentang segala hal agar kamu bisa tenang dan rileks menjelang pernikahan.

Pasangan kamu tidak masuk dalam list orang yang bisa diajak diskusi atau curhat selama persiapan pernikahan? Sudah menjadi rahasia umum kanbahwa kebanyakan para pria cenderung cuek dan terima apa adanya dengan pernikahan mereka. Walaupun ada juga sih pria yang ikut turun tangan dalam mempersiapkannya. Namun jika pasangan kamu masuk dalam golongan pria yang cuek, jangan paksakan untuk terus “buang sampah” kegalauan kamu selama persiapan pernikahan ya. Yang ada nanti malah memicu konflik. Cari saja partner curhat lainnya yang membuat kamu nyaman untuk sementara. Nah, siapakah yang paling pas untuk kamu curhatin, brides?

Pernikahan Percampuran Dua Budaya Ala Nadia dan Matthias

Posted on by Anita Ve & filed under The Wedding.

Sama-sama berkuliah di Taiwan, jalinan pertemanan antara Nadia dan Matthias yang seorang warga Jerman pun tumbuh menjadi benih-benih cinta.

“Kami dulu teman sekelas di Universitas Tsing Hua, Taiwan,” kenang Nadia ketika ditanya bagaimana ia dan Matthias bertemu untuk pertama kalinya. Matthias yang mengikuti program pertukaran pelajar pun bertemu dengan Nadia di kelas Research and Development. “Kami berteman dan sering membahas hal-hal seputar pelajaran tapi kami baru berpacaran setelah kembali dari menonton festival musik.”

Keduanya pun menjadwalkan pertemuan setiap 5 bulan sekali, entah itu di Taiwan, Jerman, maupun Indonesia, hingga ke beberapa negara lain seperti Hong Kong dan Filipina. “Setiap dapat kesempatan cuti, kita selalu beli tiket pesawat untuk bertemu satu sama lain.”

“Waktu itu di bulan Desember, kita pergi ke Salzburg Austria dan mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah termasuk tempat favorit saya di Schloss Leopoldskron.” Nadia sangat suka dengan tempat bersejarah ini karena mengingatkannya akan film favoritnya, The Sound of Music.

Tiba-tiba saja Matthias berlutut dan mengeluarkan sebuah cincin. “Dia berlutut dan meminta saya untuk menikah dengannya, saya sangat terharu,” kenang Nadia. Ketika ditanya tentang hubungannya dengan Matthias, Nadia mengatakan, “Meski kita punya banyak perbedaan tapi kita saling melengkapi. Saya merasa aman dan nyaman berada di dekatnya. We are living each other’s dreams.”

“3 tahun kami berpacaran layaknya nomaden, akhirnya kami memutuskan untuk menikah di kampung halaman saya, kota Surabaya.”

Meski sedang musim hujan, namun cuaca tanggal 4 Juni begitu cerah. Matthias dan Nadia pun mengikat janji yang disaksikan oleh keluarga dan kerabat terdekat. “Malamnya kami melakukan upacara pernikahan khas adat Jawa lengkap dengan prosesi Widji Dadi dan Dhahar Kalimah.”

Nadia pun menceritakan momen-momen lucu saat Matthias kesulitan duduk untuk proses sungkeman serta ukuran kopiah yang kekecilan. Tapi Matthias bersemangat melakukan prosesi Widji Dadhi (proses injak telur) karena kakinya akan difoto, dan juga melakukan pedicure untuk persiapan pengantin pertama kali dalam hidupnya. “Matthias sangat ingin tahu, mengapa mempelai lelaki memakai keris, mengapa harus minum air kelapa muda saat panggih,” ungkap Nadia.

Raddin Wedding pun dengan sabar menjelaskan inti setiap prosesinya, seperti mengapa bentuk blangkon menonjol di belakang. “Bagi Matthias bentuk blangkon sangat aneh,” katanya. Namun tim Raddin menjelaskan falsafah Jawa dari sebuah blangkon, bahwa masyarakat Jawa menyukai tutur kata yang halus dan segala tindak-tanduk yang buruk diletakkan di belakang.

Nadia juga mengenang momen dimana MC panggih harus mengingatkannya agar menyendok nasi perlahan-lahan saja, “Saya sangat bersemangat untuk menyendok nasi kuning sesuap penuh,” kenangnya. Waktu itu MC sedang berbicara dengan bahasa karma inggil dan ia pun ganti mode bahasa untuk mengingatkan kedua mempelai.

Saat proses sungkeman, atmosfir haru pun menghampiri kedua mempelai dan keluarga karena orang tua Nadia mengucapkan nasihat dalam bahasa Inggris yang terbata-bata namun terasa sangat tulus. “Sayangnya, ortu Matthias tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan nenek-nya yang berada dalam koma.”

Resepsi pernikahan Matthias dan Nadia dilakukan di Singgasana Hotel dengan konsep pesta kebun yang santai. “Ada 250 undangan yang kami bagikan dan instrumen pengiring manten pun kami buat sederhana dengan alunan gending Jawa,” jelas Nadia yang mengatakan bahwa penggunaan gending itu ide dari ayahnya.

“Konsep dari resepsi kami adalah adat muslim-abangan Jawa dengan tema garden party yang sederhana.” Hal ini dikarenakan keluarga Nadia yang asli Magetan sehingga paes nikah menggunakan corak dari adat Putri Solo. Untuk busana, kedua mempelai mengenakan tiga macam busana, mulai dari warna putih untuk akad nikah, cokelat tua untuk Panggih, dan baju tradisional beludru hitam untuk acara resepsi dengan tamu.

Dekorasi akad juga bernuansa romantis lengkap dengan bunga mawar merah segar. Sedangkan dekorasi Panggih dan resepsinya menggunakan tema pink garden (pink, ungu, dan putih). Suasana tamana yang asri, langit berbintang, berbagai macam bunga segar dan lampu temaram kecil menghiasi pernikahan Matthias dan Nadia.

“Jika tamu biasanya datang dan pergi, para tamu kami bisa leluasa ngobrol, duduk di bawah pohon, dan bercengkrama dengan keluarga kami di bawah pendopo-pendopo kecil.” Suasana pesta yang intimate ini juga dibarengi dengan hidangan favorit khas daerah seperti Rujak Cingur, Tahu Campur dan lain sebagainya. Awalnya, keluarga memesan 275 porsi tapi ternyata harus menambah 50 porsi lagi. “Tamu kami ternyata sangat suka jajanan kecil seperti kebab dan siomay.”

Keduanya juga berencana untuk ke Jerman di bulan Agustus dan mengadakan pesta perayaan kecil-kecilan disana.

Ketika ditanya, momen apa yang paling berkesan, tanpa pikir panjang, Nadia pun menjawab, “Saat Matthias berhasil mengucapkan ijab dengan bahasa Indonesia yang lancar!” Menurutnya, hal itu tidak mudah apalagi untuk Matthias belum begitu memahami bahasa Indonesia. “Hal ini menunjukkan keseriusan Matthias dalam menjalani pernikahan adat dan menghormati setiap prosesinya,” puji Nadia terhadap suaminya.

“Prosesi akad nikah kami menggunakan bahasa Indonesia karena ayah saya kesulitan dalam mengucapkan bahasa inggris.” Matthias pun tak segan menghafal dan mempelajari tata cara Panggih lewat YouTube dan mencatatnya supaya selalu ingat.

Nadia pun sangat bangga dengan Matthias yang berniat membawa budaya salim (cium tangan) ke Eropa! “Nantinya anak-anak kami juga akan diajarkan tradisi ini,” katanya.

Kedua mempelai ini memiliki banyak perbedaan namun ternyata itu bukanlah suatu halangan. “Kami berencana untuk mempelajari budaya Asia dan Eropa lalu mengambil intisari baiknya,” jelas Nadia yang menganjurkan setiap pasangan untuk mempelajari dan menerima perbedaan apapun.

Top 3 Vendor Favorit menurut Matthias dan Nadia:

1. Singgasana Hotel

Menurut Nadia, manajemen Singgasana Hotel bekerja dengan sangat professional. “Pihak hotel sangat menekankan kecepatan, kelezatan dan ketersediaan hidangan.” Hal ini yang membuat pasangan ini memuji pelayanan Singgasana Hotel. Nadia mengaku sangat terbantu karena pihak keluarga sudah tidak perlu pusing dengan hal teknis.

 2. Raddin Wedding

“Mbak Eka sangat knowledgeable,” puji Nadia saat ditanya bagaimana pengalamannya berkomunikasi dengan pemilik Raddin Wedding. “Payet-Payetnya indah dan fitting-nya sangat pas!” Nadia dan Matthias pun merasa puas dengan hasil kerjanya. Nadia juga sempat memuji selera musik Mbak Eka yang cukup membantu menciptakan mood yang menenangkan. “Saat make up session, Mbak Eka memutar lagu top 40 yang kalem.”

 3. Ruang Photoworks

Nadia menemukan Ruang Photoworks lewat Instagram dan sangat memuji hasil jepretan dan video wedding yang di posting disana. “Style foto Ruang itu white-clear dan ekspresif,” puji Nadia. Menurutnya, hasil foto Ruang sangat mencerminkan kepribadian pasangan ini yang tampak sangat ceria di foto.

Apa tips dari Nadia untuk brides-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahannya?

“Kemantapan dan ketenangan batin,” Nadia mendeskripsikan sebuah pernikahan sebagai momen sakral sehingga pasangan harus yakin satu sama lain dan terbuka satu sama lain. “Menjelang hari H, aka nada banyak tantangan yang tidak mudah.” Menurut Nadia, para calon bride jangan mudah terbuai oleh nama-nama vendor yang besar karena mereka bisa saja menambahkan banyak detail yang tidak kamu perlukan. “Tambahan ini-itu terkadang tidak perlu dan hanya keinginan sesaat saja,” tegasnya.

Bagi Nadia, mood pasangan, perencanaan finansial, kesiapan keluarga dan komitmen pasca pernikahan merupakan hal yang jauh lebih penting untuk dipikirkan.

 

Lamaran DIY dengan Tema Lavender ala Gerald dan Titis

Posted on by Friska R. & filed under The Engagement.

I don’t wanna waste any more time on just some random dates. I’m looking for a best friend until I die

Gerald and Titis yang sama-sama pernah trauma dalam menjalani hubungan menyetujui untuk saling dipertemukan oleh Mak Comblang, yaitu sahabat mereka sendiri yang sudah mengenal dekat satu sama lain.

Bertemu di acara buka puasa tahun lalu, Gerald yang tidak mau lagi membuang-buang dalam berhubungan langsung menemukan kecocokan dengan Titis. Perjalanan mereka memang terbilang cukup cepat, namun untungnya Gerald dapat menunjukan keseriusannya dan dapat meyakinkan Titis tepat di hari ulang tahunnya saat perjalanan ke Bali. Tepatnya saat di dalam pesawat, Gerald pamit ke toilet dan saat itu awak pesawat mengumumkan lewat speaker bahwa ada penumpang yang sedang ulang tahun dan akan diberikan kejutan kecil dari orang terdekatnya.

“Awalnya aku kira itu kebetulan banget ada yang ulang tahunnya berbarengan denganku dan sama-sama menuju Bali. Taunya, awak kabin yang berjalan membawa kado tersebut berhenti di lorongku. Aku speechless, terharu, kaget, senang dan malu karena tepuk tangan dan godaan seluruh penumpang pesawat,” cerita Titis.

Keseriusan Gerald dan Titis berlanjut hingga acara lamaran yang mereka urus sendiri. Berhubung Titis ahli di bidang interior design, ia mendekor dan mengatur acara lamarannya sendiri dengan bantuan teman teman terdekat. “Tukang dekor akhirnya mendekor acara lamarannya sendiri”, begitu komentar kerabat terdekatnya.

Karena Titis sudah berpengalaman dalam membantu mendekor acara kerabat-kerabatnya, ia sudah ahli dalam mengatur acaranya sendiri. Seluruh dekor pernikahannya ia buat sendiri, bahkan hingga backdrop kayu pallet yang paletnya dibeli bekas dengan kondisi yang masih bagus yang ia amplas sendiri dan diplitur light yang dibantu oleh tukang kayu lepasan.

Selain backdrop kayu pallet, vas bahan tembikar, meja antic, patung Loro Blonyo, kipas angin besi, kipas tangan DIY dan frame kosong juga menjadi dekorasi dalam acara lamaran ini yang dipesan dengan 3 model kosong yang terbuat dari akrilik.

Dengan tema Javanese Lavender Antique Rustic, lamaran ini didominasi ungu sebagai warna utamanya. Dengan menggunakan kebaya brokat atau lace berwarna pink muda yang diberi sentuhan akhir payet, Swarovski dan mutiara yang dapat mengubah warnanya menjadi ungu muda.

“Saya sempat ditolak oleh beberapa pembuat kebaya lain karena mereka membutuhkan paling tidak 2 bulan untuk pembuatan, tapi Tante Oga dan anaknya mampu menerima saya dengan sangat welcome hanya dengan pembuatan sekitar sebulan lebih dikit.”

Dalam proses lamaran, Gerald beridi dan menyampaikan langsung kepada Titis bahwa ia berniat untuk melamarnya yang membuat Titis bangga dan menjadikannya hal tersebut momen terbaik dalam acara lamarannya.

Tips untuk para brides to be,

“Untuk acara yang berbudget, ketahui dulu hal yang bisa dikerjakan sendiri tanpa biaya. Harus menyisihkan waktu juga menjelang hari lamaran dan mengecek kekurangan. Lelah itu pasti, terlebih lagi jika mengerjakan semuanya sendiri tanpa planner atau decorator. Yang perlu diingat itu keseruannya aja!”

Top 3 vendor:

1. Gati Kebaya

2. Nitya Seserahan

“Tim Nitya sangat sabar dan telaten berhubung aku orangnya sangat detil dan senang dengan printilan yang cantik jadi aku memang agak cerewet dalam mengarahkan warna dan kombinasi. Hasilnya sangat cantik! Hebatnya lagi, mereka mau mengerjakan 15 tray hanya dalam waktu 1 minggu!

3. Maharani Nilla

“Hasil dandanannya nggak diragukan lagi, sangat cantik dan halus. Bahkan, aku dipuji cantik dana wet hingga sore tanpa retouch apapun. Untuk kulit saya yang tergolong sangat berminyak, itu hebat banget. I love her work! Pokoknya nggak salah MUA.”

4. Nikhens Eternal

“Tenda yang dideliver oleh Khelvin dari Nikhens Eternal ini sangat diatas ekspektasi kami untuk nilai yang saya bayarkan dan hasil yang diberikan. Bahkan, orang yang dengar sampai nggak percaya. This vendor is also a must!

5. Reza Aditya

“Fotonya natural dan cantik. Ditambah lagi color tonenya everlasting padahal Mas Reza ini turun sendirian meliput lamaran kami. Without a doubt he’s a pro & very good.”

Perhatikan 5 Hal ini Ketika Mempersiapkan Intimate Wedding

Posted on by Friska R. & filed under How To.

Pernikahan di Indonesia memang terkenal sebagai pernikahan dengan size yang sangat besar. Hal itu tentu saja disebabkan karena pernikahan bukan hanya hajatan calon pengantin tetapi juga hajatan keluarga. Namun seiring dengan perkembangan zaman, trend big fat wedding tersebut bergeser menjadi intimate wedding, yang sangat identik dengan jumlah tamu yang sedikit. Nah apa saja sih yang harus diperhatikan jika kamu menyelenggarakan warm and intimate wedding?

1. Jumlah Tamu

Small dan intimate wedding memang identik dengan jumlah tamu yang terbatas. Hal ini dikarenakan pengantin ingin membagi momen bahagianya itu dengan orang-orang terdekat mereka. Salah satu tantangannya adalah menyeleksi siapa yang diundang dan tidak diundang. So, be wise ya brides!

2. Venue

Pernikahan dengan size yang lebih kecil memang tidak membutuhkan ballroom yang luas tetapi restaurant dengan interior manis bisa lebih dari cukup kok. The Bride Dept sendiri sangat menyukai Cassis Kitchen yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta.

Untuk pesta pernikahan yang intim, Cassis Kitchen memiliki 2 main dining dan 3 private room di area indoor, yang bisa mengakomodir hingga 110 pax. Sementara di area outdoor, kami memiliki outdoor lounge yang juga bisa digunakan untuk acara pernikahan, yang sangat cocok untuk event Pre– Dinner Wedding Reception.

3. Dekorasi

Setelah kamu memilih venue yang cantik, kamu bisa menambahkan beberapa elemen dekor agar pesta kamu bisa lebih terkesan untuk para undangan. Saran dari team The Bride Dept adalah untuk bermain pada centerpiece dan juga detail-detail. Attention to details adalah salah satu faktor dalam small dan intimate wedding.

Untuk tema dekorasi pernikahan di Cassis Kitchen, kami terbuka untuk segala jenis tema seperti: Rustic, Vintage, Garden, dll, sesuai dengan permintaan client.

4. Makanan yang disajikan

Rasa makanan adalah hal yang paling penting dalam mengadakan sebuah acara. Itulah yang sering dikatakan oleh orang tua kita. Ya, memang benar. Ketika kamu sudah mengundang teman dan keluarga ke pesta pernikahanmu, pastikan mereka pulang dengan perut kenyang dan puas. Karena hal itulah yang akan mereka ingat selamanya. The Bride Dept sendiri pernah diundang oleh Cassis Kitchen untuk menyicipi makanan-makanan andalan mereka untuk di sebuah pesta pernikahan.

Cassis Kitchen memiliki konsep modern European Restaurant, yang mengedepankan design modern kontemporer yang selaras dengan lingkungan perkotaan. Makanan yang disajikan diracik dengan bahan-bahan berkualitas tinggi dan memanfaatkan bahan – bahan lokal terbaik .

We will suggest our signature dishes for your intimate wedding celebrations.

Untuk appetizer, Pan Roasted Alaskan Scallops adalah pilihan yang tepat. Kesegaran kerang Alaska yang dimasak hingga sempurna di atas wajan dengan citrus brown butter, serta taburan kacang edamame dan sautéed beech mushrooms akan menjadi makanan pembuka yang menggoda selera.

Sementara untuk main course, Roasted Black Cod menjadi pilihan yang sempurna. Sebuah potongan ikan Cod yang lembut, dimasak dengan minyak biji anggur dan disajikan dengan organic carrots and baby potatoes. Sebagai finishing touch, tak lupa ikan Cod tersebut dilumuri oleh red wine sauce infused with garlic and shallots. Very elegant & sexy dish.

Untuk dessert, New York Cheese Cake menjadi hidangan favorit bagi acara selebrasi. Our cheesecake is a rich, creamy and flavorful on your taste buds served with a sweet yet refreshing strawberry compote with a hint of fresh mint a baby. It is then finished with a vanilla mascarpone whipped cream.

5. Entertainment

Small dan intimate wedding memang identik dengan anak muda. Hal tersebut terbukti dari beberapa resepsi pernikahan yang kami hadiri. Jiwa mudanya sangat terasa karena didukung oleh wedding entertainment yang tepat. Kamu juga harus memasukkan entertainment dalam top priority lho, agar pernikahan kamu selalu diingat sebagai pernikahan yang cantik dan seru!

Nah kira-kira faktor apa lagi ya yang harus diperhatikan pada intimate wedding? Share your thoughts below ya!

Topik Pernikahan yang Tidak Perlu Diceritakan di Social Media

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Facebook, Instagram, Path, Twitter, Blog adalah makanan kita sehari – hari. Disana kita boleh berbagi cerita, foto atau apapun yang menurut kita menarik untuk orang lain tahu. Apalagi soal cerita pernikahan, mulai dari bagaimana kita dilamar olehnya, acara lamaran, persiapan pernikahan, dekorasi DIY, cerita sedihnya kamu saat meminta restu dengan orangtua, wedding dress impian kamu dan lain sebagainya. Euforia menjelang pernikahan kadang membuat kita lupa diri, mana yang harus dishare dan mana yang sebaiknya disimpan menjadi cerita untuk kamu dan pasangan saja. seperti apa sih hal – hal yang sebaiknya tidak kamu share di social media, berikut listnya :

1. Drama

Sudah menjadi rahasia umum kalau menjelang pernikahan itu penuh dengan drama. Ada saja masalah atau hal – hal yang membuat kamu panik, sedih, kecewa, marah atau senang. Untuk yang terakhir sih, boleh saja kamu share di social media. Karena postingan yang berisi hal menyenangkan pasti akan membuat yang membaca ikut bahagia. Namun jika dramanya merupakan hal – hal negatif sebaiknya jangan kamu tampilkan terus – menerus di social media. Selain tidak ada untungnya, bisa saja orang lain malah melihat kita sebagai orang yang tidak menyenangkan.

2. Kesombongan

“Baru aja transfer buat down payment gedung Rp.xxx, catering Rp.xxx, designer Rp.xxx, jadi total habis Rp.xxx. Gila ya, ternyata nikah itu mahal, habis deh tabungan gw”

Saya pernah membaca status seseorang seperti itu di Facebook saat yang bersangkutan mau menikah. Menurut saya hal ini agak kurang bijak karena tidaklah etis membicarakan soal biaya secara gamblang di social media. Bukannya berbagi informasi, malah terlihat seperti sombong.

3. Kemesraan yang Berlebihan dengan Pasangan

Semua orang pasti sudah tahu kalau kalian adalah dua insan yang sedang jatuh cinta. Kalian juga adalah dua orang yang paling bahagia karena tidak berapa lama lagi kalian akan sah sebagai suami istri. Namun tidak perlu juga untuk mengumbar foto – foto atau kata – kata mesra di social media sampai membuat orang lain menjadi jengah dengan kalian berdua.

“Sayang,kamu jadi main ke rumah aku ga? Aku sudah masakin pasta kesukaan kamu nih. Cepat datang ya, love you so much honey!”

Aku merasa jadi wanita paling beruntung karena akan menikah dengan kamu sayang.”

Hmm, ada baiknya pesan – pesan seperti itu disampaikan langsung kepada pasangan kamu melalui chat messenger bukan? Daripada diposting di social media yang dilihat banyak orang.

4. Keburukan Vendor

Seandainya pun kamu sangat kecewa dengan kinerja salah satu vendor yang bekerja sama dengan kamu, tidak perlu secara detail menuangkannya di social media. Terlebih lagi sekarang banyak kasus UU ITE yang dikenakan kepada mereka yang awalnya hanya “curhat” mengenai kinerja pihak yang bekerja sama dengannya. Lebih baik vendor yang kamu anggap berjasa kamu berikan credit di social media, namun untuk yang mengecewakan tidak perlu diumbar di social media.

5.Tamu Yang Tidak Diundang

Jika ada seseorang yang tidak kamu harapkan untuk datang misalkan itu mantan kamu atau bahkan mantan calon suami kamu, tidak perlu dibahas di social media. Takutnya, orang yang bersangkutan melihat dan tersinggung dengan postingan kamu. Lagipula mereka juga belum tentu mau datang kan, hehehe.
Dunia maya sama seperti dunia nyata kok, apa yang kamu share akan menggambarkan seperti apa diri kamu sebenarnya. Jika kamu hanya berbagi hal – hal yang negatif, berbau kesombongan atau permusuhan menjelang pernikahan kamu, orang – orang pasti akan jengah membacanya. Namun apabila kamu menceritakan hal yang baik – baik mengenai pernikahan kamu, doa yang baik dari orang – orang sekitar akan berbalik kepadamu. Nah, apabila kamu ingin orang – orang tahu cerita pernikahan kamu sedetail – detailnya, jangan lupa untuk kirim ceritanya ke The Bride Dept ya brides!

Pernikahan Outdoor yang Cantik dengan Konsep Garden Party

Posted on by Friska R. & filed under The Wedding.

Perjalanan cinta Rezza dan Ghea berawal dari pekerjaan Rezza sebagai visual artist. Karena keperluan kerja, mereka pun bertemu dan menjadi dekat.

Perjalanan asmara Rezza dan Ghea hingga ke pelaminan terbilang cukup cepat. Ghea mengingat waktu dimana Rezza menyatakan cinta saat kencan ketiga. Ghea tersentuh dengan kata-kata Rezza yang berkeinginan untuk menjaganya dan menuju ke jenjang lebih serius.

“Setelah 7 bulan berpacaran, Rezza menyatakan niatnya untuk melamar saya kepada orang tua. Acara lamaran kami diadakan di bulan Desember dan pernikahan dilangsungkan 5 bulan setelah itu,” kenang Ghea.

Mendesain undangan sendiri

Rezza yang memang seorang designer berniat untuk mendesain undangan pernikahan sendiri. Untuk suvenirnya, mempelai ini membagikan table runner Shibori khas Jepang buatan tangan ibu-ibu pengrajin Cirebon.

Tantangan dalam menyelenggarakan pesta pernikahan outdoor tentu saja, rasa takut kalau hujan tiba-tiba datang mengguyur. “Kita minta doa aja sama semua orang yang ditemui, literally semua orang, dan yang lagi pergi Umroh, minta doa agar semuanya lancar,” ujar Ghea yang cukup khawatir waktu itu.

Bahkan, mereka sampai sedia 100 payung sebelum hujan, untuk berjaga-jaga. Kekhawatiran mereka pun tidak terjadi dan mereka cukup lega ketika hari H tidak turun hujan! “Itu hal paling luar biasa sih menurut kami sekeluarga,” ungkap Ghea yang sangat bersyukur ketika musim hujan di Bandung tidak menghalangi pesta pernikahannya kala itu.

Prosesi adat Sunda favorit Rezza dan Ghea

Ada beberapa prosesi adat Sunda yang dijalani oleh kedua calon pengantin, yaitu Meuleum Harupat (Membakar harupat), Nincak Endog (Injak Telor), Huap Lingkung (Suapan), Pabetot Bakakak (Tarik ayam). “Kami tidak ada saweran, diganti dengan Pinata saja saat Resepsi.”

Rezza dan Ghea mengatakan bahwa prosesi Nincak Endog cukup menegangkan karena telur yang pecah baunya bisa sangat amis dan Rezza yang terlalu bersemangat menginjak telur mengaku telapak kakinya juga agak sakit.

Wedding dress yang bikin deg-degan

Ghea mengingat kejadian lucu saat fitting baju pengantinnya. “Saya harus diet beberapa kilo dan setiap fitting berubah-ubah terus, kadang muat kadang tidak,” tukas Ghea yang akhirnya berhasil menguruskan badan. “Saya dipanggilkan terapis totok kurus oleh Teh Mira beberapa hari menjelang pernikahan.”

And the life changing moment begins…

Ghea cukup terharu saat ijab qobul. Karena selain Rezza yang lancar mengucap ijab qobul, ia merasa ini adalah momen yang spesial baginya karena mereka akhirnya sah menjadi suami istri. “The real life changing moment,” ujar Ghea.

Konsep pesta pernikahan berwarna midnight blue and white

Diawali dengan akad nikah adat Sunda lalu dilanjutkan dengan garden party. Terlihat warna-warna dominan yang menyelimuti resepsi pernikahan Rezza dan Ghea, yakni navy blue, white, serta champagne dan sentuhan chinoiserie serta dekorasi bunga-bunga cantik.

Ketika ditanya seputar konsep pesta pernikahan, Rezza dan Ghea pun tertawa dan mengaku kurang memahami apa nama yang tepat untuk mendeskripsikan konsep wedding mereka. Menurut Ghea, ia dan Rezza hanya ingin prosesi yang sakral serta pesta pernikahan outdoor yang cantik tapi casual.

Alhasil, garden party itu menjadi sebuah pertemuan antar kerabat dan keluarga dan bukan hanya sebuah event saja. “Kamipun ingin yang hadir merasa nyaman,” katanya. Momen memasuki arena resepsi dibuat romantis dengan alunan saxophone yang memainkan lagu Marry Your Daughter dari Brian McKnight.

Wedding decor yang diusung juga cukup elegan berkat bantuan The Atmadja Décor. “Kami mencari beberapa inspirasi dari Pinterest dan Instagram, dan menyerahkan beberapa foto dekorasi kepada Kang Lukky,” kata Ghea yang mengaku puas dengan hasil dekorasinya tanpa banyak permintaan. “Kami hanya bilang ingin ada keramik-keramik biru chinoiserie, string lights, ingin yang cantik dan tidak rustic, dan ingin bunganya putih.

Nah, untuk Pinata, Rezza dan Ghea menjelaskan bahwa mereka mengisi Pinata dengan uang kertas, permen dan voucher hadiah dari Warung Upnormal dan Sabai Muay Thai. Bentuknya juga menyerupai wedding cake.

Bumi Samami Bandung menjadi pilihan kedua mempelai tersebut karena banyak pertimbangan. Tempatnya indah dan hijau, serta dapat menampung seluruh undangan. Selain lokasi yang dekat, Bumi Samami juga cukup fleksibel dalam memberikan pelayanan. Misalnya, catering tidak harus dari sana.

Tips dari Ghea untuk calon mempelai wanita

Setelah melangsungkan pernikahannya, Ghea pun membagikan tips bagi para brides-to-be. Hampir sama dengan sebagian nasihat para pengantin perempuan, Ghea pun mengatakan, “Jangan mencari kesempurnaan di hari pernikahan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.”

Ghea dan Rezza yang mengaku cukup stress dan capek, ternyata banyak belajar untuk bersabar saat mempersiapkan pernikahannya. “Berusahalah mengendalikan stress sebisa mungkin,” ujar Ghea yang menyarankan para calon pengantin untuk mencoba olahraga yoga agar rileks. Selain itu, Ghea juga memberikan saran agar memikirkan plan A, B sampai C dan memperkirakan kondisi terburuk yang mungkin terjadi sehingga selalu punya solusi dari awal untuk mengatasinya.

Berikut adalah top 3 vendor pilihan Rezza dan Ghea

1. The Atmadja Decor by Lukky Tjong

“Kang Lukky membuat segala sesuatu dengan hati,” puji Ghea yang salut dengan hasil kerja keras Lukky Tjong demi membuat dekorasi cantik, elegan dan berkesan. Menurut Ghea, Lukky adalah sosok yang positif, solutif juga lucu sampai-sampai pasangan ini merasa kangen saat sudah tidak bekerjasama lagi. “Saya dan Rezza berharap bisa bertemu kembali untuk sekedar ngopi sore.”

2. Mira Ataya

“Teh Mira memberi dukungan moril ke saya,” ucap Ghea ketika ditanya alasannya menjadikan Mira Ataya sebagai salah satu vendor favorit. “Beliau sudah seperti Kakak untuk saya dan Rezza dan mengingatkan kami untuk berdoa dan berdiet!” Selain hal-hal personal tersebut, Ghea mengagumi kecakapan Mira dalam hal mempersiapkan wedding dress dan kebaya yang cantik dan anggun untuknya.

3. Ajeng Andini Makeup

“Semua cinta dengan Ajeng!” Ghea menjelaskan dengan semangat saat ditanya kesannya didandani oleh Ajeng Andini. Menurutnya, ibu, adik, dan semua keluarga pengantin yang dipulas oleh tangan ajaib Ajeng berubah jadi cantik. “Ajeng orangnya on time, pricelistnya reasonable, dan orangnya ramah sekali, banyak sekali plusnya!”

Lamaran Adat Sunda ala Dea dan Putra

Posted on by Rebebekka & filed under The Engagement.

Kenal sejak dari bangku Sekolah Menengah Pertama dan lima tahun berpacaran  membuat mereka sudah saling paham satu sama lain hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka ke pelaminan. Dea resmi dipinang oleh Putra dengan nuansa adat Sunda di Fame Hotel Serpong, Tangerang.

Sebelum acara lamaran ini, Putra terlebih dulu melamar Dea secara personal di negeri Sakura, Jepang. Ketika itu mereka sedang berlibur dan tengah menikmati pemandangan di taman Osaka Castle. Tanpa disangka – sangka oleh Dea, Putra melamarnya dan tentu saja Dea menerima lamaran Putra tersebut.

Nuansa adat Sunda pun dipilih oleh Dea dan Putra untuk acara lamaran mereka. “Semua proses acara dipandu dengan pemangku adat Ibu Elly dari Sanggar Griya Seni Ekayana. So excited! Ternyata lamaran dengan adat tradisional sangat menyenangkan loh,” seru Dea.

Dea memilih tema dan warna bunga – bunga yang sesuai dengan warna kebaya Dea dan ibunya serta batik yang dikenakan Putra. Dea memilih nuansa ungu, pink dan kuning untuk pilihan bunga dengan frame backdrop berwana hijau daun. Kebaya yang Dea pakai saat lamaran berwarna lime green yang sangat manis dan pas untuk kulit Dea. Dea sengaja meminta kepada Merras untuk dibuatkan kebaya yang tidak terlalu banyak aksen payet berlebihan. Hasilnya simple namun sangat cantik.

Bagi Dea lamaran ini sangat berkesan karena sahabat dan keluarga dekat bisa hadir dan meramaikan acara. Dea juga sempat merasa tegang ketika Putra meminta izin kepada ayahnya untuk melamarnya. “ Sempat dibecandain dulu oleh ayah bahwa Putra tidak boleh duduk dulu sampai ayah memberi jawaban. Yang paling menghibur adalah ketika ayah saya harus mengunyah sirih yang telah disiapkan oleh pemangku adat sebagai tanda menerima lamaran dari Putra. Daun sirih itu rasanya pahit sekali sehingga seluruh tamu tertawa melihat ekspresi muka ayah saya,” cerita Dea bahagia.

“Survey harga vendor – vendor yang masuk dengan budget kita. Selanjutnya akan lebih mudah untuk menentukan vendor mana yang akan digunakan. Jika vendor – vendor yang dipilih memiliki reputasi yang baik, biasanya hasilnya pun akan memuaskan,” pesan Dea kepada brides to be.

Top 3 vendor pilihan Dea :

1. Rolas Decor / Suryo Decor

“Wah, Mas Yarri baik dan sabar sekali Mereka mengerti dekor yang saya mau seperti apa, budget bisa disesuaikan dan saya puas sekali dengan hasil karyanya.”

2. Bubah Alfian

Magical hands! Tangannya handal sekali memoles wajah saya. Paham letak dimana kekurangan yang harus ditutupi dan menonjolkan bagian mana yang menurutnya menjadi kelebihan.”

3. Als Catering

“Makanannya semuanya enak dan banyak pilihan menunya.”

Agar Groomsmen Tetap Bersemangat di Hari Pernikahanmu

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Sewaktu saya menikah, saya sempat panik luar biasa karena salah satu groomsmen suami saya yang merupakan sahabat saya sendiri malah ketinggalan pesawat menuju Pekanbaru, kota dimana saya menikah. Padahal peran dia cukup penting karena saya tugaskan untuk menjadi pendamping suami saya saat akan masuk ke gereja. Untungnya sahabat pria saya yang lain sudah lebih dulu sampai dan dapat menggantikannya.

Teman saya memiliki cerita yang berbeda, semua groomsmen yang merupakan sahabat SMA dari suaminya malah bertingkah di hari H. Mereka malah kabur – kaburan dan tidak pernah diam dalam satu ruangan. Saat sesi foto semua jadi sibuk mencari satu sama lain. Belum lagi ketika mereka menolak memakai seragam yang sudah disepakati. Malas pakai bow tie lah, gerah pakai jas lah, ribet pakai beskap lah, yang jelas ada saja alasan mereka. Teman saya jadi pusing sendiri mengatur teman – teman suaminya agar bisa tertib dan kondusif saat acara berlangsung. Lantas, bagaimana ya agar para pria ini mau kooperatif dengan kita tanpa kita harus terlihat cerewet dan berlebihan mengatur mereka, berikut tipsnya :

1. Bicarakan Rundown Acara dan Aturan Dengan Jelas

 

Saat kalian berdua meminta mereka untuk bertugas menjadi groomsmen, utarakan dengan detail dan rinci susunan acara saat hari H. Jam berapa mereka harus berkumpul, kapan mereka harus ikut sesi foto dan apa saja yang harus mereka lakukan saat hari H. Tidak perlu memberi mereka tugas yang berat dan ribet, takutnya kamu malah kecewa. Serahkan saja hal itu pada bridesmaid kamu bisa diandalkan.

2. Bicara Pada Pasangan Kamu atau Pacar Mereka

 

Jika ada hal – hal dari mereka yang kamu anggap tidak sreg untuk kamu, sampaikan hal ini pada pasangan kamu agar ia yang menyampaikan pada temannya. Apabila si groomsmen sudah memiliki pacar, kamu boleh loh menitipkan pesan pada pacarnya. Tentu saja dia akan lebih menurut dan gampang diatur jika diberi tahu oleh pacarnya sendiri.

3. Berikan Mereka Seragam yang Simpel dan Tidak Ribet

 

Kebanyakan para pria tidak suka hal – hal yang ribet atau harus mengeluarkan effort. Kalau bisa berikan mereka seragam yang tidak membuat mereka pusing sendiri. Kalaupun harus menggunakan baju adat yang agak sedikit ribet, pastikan ada orang sanggar yang membantu mereka mengenakannya.

4. Berikan Mereka Waktu Untuk Tampil

 

Tips agar mereka tetap stay di dalam ruangan, berikan mereka waktu untuk tampil saat pernikahan kamu. Minta pada mereka untuk membawakan sebuah lagu atau membuat flashmob untuk kalian. Dengan begitu mereka akan menunggu – nunggu kapan mereka akan tampil dan tidak kabur – kaburan keluar ruangan.

Bridesmaid dan groomsmen memang selalu menjadi pelengkap dan pemanis dalam sebuah pernikahan. Oleh karena itu keberadaan mereka sangat penting. Jangan lupa untuk memberikan hadiah kecil sebagai ungkapan terima kasih saat pernikahan usai ya!.

 

10 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Kepada Brides-to-be

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Masa-masa persiapan pernikahan adalah masa-masa di mana wanita menjadi sangat lemah dan sensitif. Mungkin hal itu dikarenakan tekanan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sebagai sahabat yang baik, sebaiknya kita tidak menambah beban tersebut, terutama menjelang hari H. Nah ada beberapa hal yang tidak boleh diungkapkan kepada brides-to-be karena bisa berakibat buruk. Seperti apa saja komentar yang harus dihindari? Berikut listnya.

“Kamu yakin sama dia?”

Kecuali kamu memergoki calon suami dari brides-to-be  itu berselingkuh, memakai obat – obatan terlarang atau tindakan kriminal, hindari mempertanyakan keyakinannya untuk calon suaminya. Apalagi jika hanya untuk masalah kecil seperti fisik atau gaya berpakaian. Menjawab pinangan dari seseorang tentu tidak begitu saja di-iya-kan olehnya, pasti sudah dipikirkan masak – masak olehnya. Tidak perlu kamu komentari lagi.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Doakan yang terbaik untuknya. Semoga pilihannya memang tepat sesuai petunjuk dari Tuhan.

“Kenapa harus di sana sih menikahnya?”

Seandainya ia menyelenggarakan wedding destination yang kamu rasa terlalu jauh, tidak perlu berkomentar akan hal ini. Dia tentu sudah memikirkan matang – matang plus dan minusnya menyelenggarakan pernikahan jauh dari tempatnya berada.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Menabung jauh – jauh hari untuk membeli tiket dan keperluan akomodasi. Jangan lupa ajukan cuti menjelang hari H dan selesaikan tugas kantor agar kamu bisa tenang menghadiri pernikahannya.

“Kurusin dikit lagi deh badan kamu!”

Maksud hati memang baik agar si brides-to-be bisa tampil prima dan memukau dalam balutan wedding dress atau kebaya, namun kata – kata itu bisa saja membuatnya stress dan sedih.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Ajak dia join anggota gym bersama kamu dan olahragalah bersamanya. Untuk sementara stop dulu mengajak dia makan makanan enak atau mencoba – coba dessert favorit kalian.

“Habis berapa semua biayanya? Pasti habis banyak ya!”

Mungkin kamu sangat ingin tahu sebagai gambaran saat kamu menikah nanti, namun tidaklah etis menanyakan masalah ini kepada brides to be.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Tanyakan siapa vendor yang dia rekomendasikan setelah acara usai, hal ini jauh lebih bermanfaat daripada tahu keseluruhan total biaya.

“Aneh banget sih dress-nya!”

Selera tiap orang berbeda – beda apalagi soal penampilan. Yang buat kamu aneh bisa saja merupakan impian dia sejak kecil. Jadi tahan untuk komentar mengenai hal ini.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Pujilah dia dengan tulus dan tidak perlu mengeluarkan kata – kata yang tidak baik.

“Wajah kamu kok kusam banget sih mau nikah!”

Karena kesibukannya bisa saja si brides to be jadi lupa merawat wajah, namun kamu tidak perlu mengutarakannya secara langsung.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

“Ajak dia perawatan ke salon berdua dengan kamu”

“Habis menikah itu ternyata tidak seseru yang saya bayangkan.”

Apa yang kamu alami sesudah menikah belum tentu sama dengan yang akan dialami orang lain loh. Jadi tidak perlu mengeluarkan pernyataan negatif tentang pernikahan kepada brides-to-be.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Berikan ia nasihat – nasihat yang berguna tentang cara menjadi istri yang baik atau bisa juga tips sukses malam pertama dari kamu yang sudah lebih dulu mengalaminya.

“Jangan ribet deh! Ga usah jadi bridezilla lah.”

Sesederhana apapun bentuk pernikahan seseorang sudah pasti akan sedikit banyak lebih ribet daripada hari – hari biasanya. Jika kamu tidak bisa membantu jangan berkomentar yang tidak enak didengar seperti ini.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Tanyakan apa yang bisa kamu bantu dan bantulah si brides to be sesuai kemampuan kamu.

“Kenapa pakai catering itu? Makanannya kan ga enak banget.”

Lagi – lagi ini soal selera bukan? Jika kamu merasa tidak enak belum tentu orang lain merasakan hal yang sama dengan kamu.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Berikan masukan list vendor catering yang rekomen menurut kamu. Namun jika dia sudah terlanjur memilih vendor catering tidak perlu lagi kamu mengomentarinya. Kalau kamu memang tidak suka, ya tidak perlu dimakan sajiannya saat dia menikah, hehehe.

“ Nanti mau punya anak berapa?”

Komentar ini memang paling banyak diutarakan oleh orang – orang kepada brides to be. Padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi dari seseorang menjelang pernikahan dan belum tentu juga mereka langsung memikirkan tentang anak setelah menikah.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Keep silent dan doakan yang terbaik untuk kehidupan pernikahan mereka baik untuk urusan rejeki, kesehatan dan kesejahteran mereka begitu juga soal keturunan.

Kira-kira ada hal apa lagi yang ingin kamu tambahkan? Langsung ke comment section ya!

Pernikahan Dengan Tema Up In The Sky ala Jazzie dan Aga

Posted on by NSCHY & filed under The Wedding.

Love’s in the air. Begitulah yang menggambarkan cerita Jazzie dan Agatha yang bertemu di Garuda Indonesia Training Center. Keduanya ternyata sama-sama melepaskan pekerjaan lamanya demi pindah ke maskapai penerbangan. Ternyata, Jazzia dulunya bekerja sebagai pegawai bank yang sekarang menjadi pramugari, sedangkan Agatha awalnya bekerja sebagai arsitek dan pindah haluan menjadi pilot Garuda Indonesia. Untungnya, keputusan mereka meninggalkan pekerjaan lamanya membawa mereka ke satu sama lain.

Dari pertemuan di GITC tersebut, mereka menjalani hubungan yang cukup serius hingga Agatha memutuskan untuk melamar Jazzie di sebuah kafe. Jika biasanya orang-orang membawa berbagai jenis bunga, Agatha yang tadinya merupakan arsitek ini malah memberikan sebuah buku gambar yang menceritakan kisah mereka berdua, dimulai dari meninggalkan pekerjaan lamanya hingga bertemu di maskapai penerbangan ini. Tak hanya cerita romantis saja, Agatha mengakhiri buku itu dengan tulisan, “will you marry me?”

Tentunya, Jazzie yang juga sudah menaruh hati kepada Agatha menerimanya dengan bahagia.

Berhubung keduanya bekerja ‘di awan’ dan sering berada di luar negeri, mereka sempat kesusahan dalam mengatur waktu untuk mengurus pernikahan. Ditambah lagi, mereka tinggal di Jakarta namun pernikahan diadakan di Bandung jadi membutuhkan waktu libur untuk ke Bandung dan mengurus pernikahan lagi.

Jazzie yang sangat suka dengan hal-hal tradisional mengikuti beberapa prosesi adat Sunda, mulai dari pengajian, sungkem, siraman dan juga Nyeuyeuk Sereuh sehari sebelum pernikahan.

Untuk venue, Jazzie dan Agatha sepakat mengadakannya dengan tema outdoor di Maxis yang sesuai dengan tamu undangan mereka. Dengan tema fairy in the sky, pasangan yang bekerja ‘di awan’ ini mengenalkan ke para tamu pengalaman naik pesawat, dengan tempat kedatangan tamu dibuat seperti tempat check in di bandara dipadukan dengan taman yang penuh bunga dengan perpaduan warna ungu di dekorasinya. Sedangkan untuk busana pernikahan, Jazzie memilih warna putih.

“Aku milih putih untuk melambangkan kesucian, bersih, yang artinya aku siap membersihkan diri dan siap mengabdi pada suami.”

Top 3 vendor:

1. D’value Decoration

“Hasil dekornya benar-benar memuaskan meskipun dengan budget yang ketat.”

2. Radenannisa Brides

“Tim Radenannisa membuat baju resepsi saya sesuai dengan yang saya inginkan dan bikin saya merasa seperti peri ungu”

3. Dinavahada

“Saya membuat kebaya Ngeyeuk Seureuh di Mba Dina 3 bulan sebelum acara. Saya puas banget karena dia nggak bikin saya deg-degan dan khawatir karena komunikasi yang lancar dan hasil yang memuaskan.”

Tips untuk para brides to be,

“Yang paling penting dalam mempersiapkan pernikahan adalah komunikasi. Ceritakan apa yang benar-benar kamu mau dan dengarkan kemauan pasangan dan keluarga. Akan banyak drama dalam mempersiapkan pernikahan. Berdoa dan komunikasi yang baik akan sangat membantu.”

5 Hal yang Harus Diperhatikan Calon Pengantin Perempuan

Posted on by Rebebekka & filed under Beauty Tips, How To.

Semegah apapun venue pernikahan, seindah apapun dekorasi atau selezat apapun tampilan makanan yang tersaji, tidak akan ada yang paling mencuri pusat perhatian para tamu selain dari pengantin perempuan dalam pernikahan tersebut. Sang pengantin adalah pusat dari semua rangkaian acara pernikahan. Kemunculan sang pengantin wanita memang selalu ditunggu-tunggu sebelum atau sesudah akad nikah. Pengantin wanita juga lah yang membuat semua orang berdiri dan terpukau saat ia berjalan menuju altar pernikahan tempat dimana groom menunggunya.

Oleh karena itu, sang pengantin perempuan harus tampil sempurna di hari spesialnya. Make up, hair do, sepatu semua harus yang terbaik dan tidak ketinggalan wedding dress atau kebaya yang kita kenakan. Tidak sedikit dari para bride yang memiliki impian bentuk wedding dress atau kebaya yang akan dikenakan di hari pernikahannya sejak dari kecil. The Bride Dept memiliki beberapa tips untuk kamu para calon pengantin perempuan agar bisa tampil memukau dengan wedding dress atau kebaya impian kamu.

1. Pilih Warna Dress atau Kebaya yang Sesuai Warna Kulit

Pilihan warna untuk wedding dress dan kebaya tidak melulu harus warna putih lho, brides. Cari warna yang sesuai dengan warna kulit maupun kepribadian kamu. Warna – warna tertentu dipercaya bisa memberikan efek cerah pada kulit kamu bahkan bisa membuat kamu kelihatan lebih langsing! Akan tetapi hal ini berbeda – beda untuk setiap orang. Kamu harus banyak – banyak mencoba dan tidak takut memilih. Hati – hati juga ketika memilih warna, pastikan kamu mencari tahu nuansa dekorasi dalam pernikahan kamu. Tidak lucu kan, kalau warna wedding dress atau kebaya kamu sama dengan warna taplak meja atau karpet di venue.

2. Cari Tahu Kelebihan dan Tonjolkan

Sudah mendapatkan warna yang cocok, sekarang saatnya kamu memilih desain yang tepat untuk badan kamu. Coba cari tahu apa sih kelebihan yang kamu miliki dan tonjolkan hal itu. Jika kamu memiliki lengan yang kencang, kamu boleh memilih desain dress tidak berlengan atau kebaya dengan tile polos pada bagian lengan. Jika kamu banyak dipuji karena betis kamu yang indah, coba wedding dress dengan panjang selutut. Jika kamu memiliki leher yang jenjang, cari desain wedding dress atau kebaya yang dapat menonjolkan bagian tersebut. Yang patut diingat adalah menonjolkan kelebihan kamu bukan berarti kamu harus buka – bukaan ya. Jangan sampai situasi menjadi awkward di depan penghulu atau pendeta saat kamu terlalu menonjolkan cleavage yang memang kamu anggap sebagai kelebihan kamu selama ini. Yang paling penting adalah kamu merasa nyaman dengan busana yang kamu kenakan.

3. Memakai Underwear Yang Oke

Underwear di hari pernikahan sangat penting untuk mendukung kamu tampil memukau dengan wedding dress atau kebaya kamu. Pilih bra yang bisa mengangkat payudara kamu. Ukurannya pun harus tepat agar kamu tetap nyaman memakainya. Bra yang terlalu sempit bisa membuat kamu sesak nafas dan jika longgar tentu bentuknya akan jadi aneh. Pilih juga panty yang nyaman dan menyerap keringat.

4. Pilihan Sepatu yang Tepat

Makeup checked, hairdo checked wedding dress atau kebaya lengkap dengan aksesoris dan perhiasannya sudah kita kenakan. Terakhir adalah sepatu yang menyempurnakan penampilan kita. Akan terasa sekali bukan ketika kita sudah mengenakan sepatu, penampilan dan postur tubuh kita langsung berubah. Pilihlah sepatu yang paling nyaman untuk diri kamu. Tipsnya, sering – sering kenakan sepatu kamu sebelum pernikahan agar saat hari H sepatu itu tidak terlalu sakit seperti sepatu baru pada umumnya. Pakai di rumah saja supaya tidak ada yang melihat terlebih dahulu ya, hehehe.

5. Gunakan Cara Cepat Namun Aman Untuk Tampil Lebih Langsing

Wedding dress atau kebaya impian pasti akan lebih cantik apabila melekat pada badan yang langsing dan kencang. Tampil langsing di hari pernikahan itu memang susahsusah gampang. Beberapa brides karena terlalu sibuk mengurus pernikahan malah jadi turun berat badan dengan sendirinya. Sayangnya karena turun berat badan secara drastis begitu maka kulitnya menjadi kendor dan tidak kencang. Yang lebih parah adalah munculnya selulit akibat penurunan berat badan. Ada lagi yang karena begitu stress mengurus pernikahan, ia mengalihkan stress-nya dengan ngemil dan makan terus menerus. Alhasil berat badan bertambah dan ketika fitting wedding dress atau kebaya jadi terasa sesak.

The Bride Dept sangat tidak menganjurkan diet ketat atau minum obat – obat pelangsing menjelang pernikahan. Jangan sampai di hari H kamu malah ngedrop dan tidak bisa tampil prima akibat lemas karena diet atau malah diare karena efek samping dari obat pelangsing. Cara yang aman adalah berkonsultasi dengan yang ahli dalam hal ini seperti Marie France Bodyline. 30 tahun berkecimpung dalam perawatan wanita yang terkenal karena alami, cepat dan aman karena tanpa efek samping. Salah satu perawatan yang paling cocok untuk brides to be adalah Venus Freeze. Venues Freeze ini merupakan perawatan yang paling banyak dicari dan menjadi andalan para artis Hollywood loh brides! Perawatan ini menggunakan teknologi yang mutakhir sehingga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ataupun menimbulkan bekas luka seperti perawatan kecantikan pada umumnya . Yang paling menyenangkan dari Venus Freeze ini adalah hasilnya bisa langsung kamu rasakan walaupun kamu baru melakukan satu kali perawatan!

Sisihkan waktu 3 – 4 bulan sebelum pernikahan, waktu treatment hanya membutuhkan 30 – 40 menit per kedatangan sehingga kamu masih sempat mengurusi keperluan lainnya di waktu yang padat menjelang hari H. Tujuan dari perawatan Venus Freeze antara lain :

  • Mengencangkan kulit
  • Menyamarkan selulit
  • Penurunan lingkar tubuh
  • Mengecilkan tonjolan lemak
  • Mengurangi stretch mark

Dengan begitu kamu bisa tampil semakin cantik dengan wedding dress atau kebaya impian kamu.

Untuk kamu para brides to be yang tertarik dengan perawatan Venus Freeze bisa langsung datang ke Marie France Bodyline di Plaza Indonesia, Mall Pondok Indah, Mall Puri Indah, Central Park dan Tunjungan Plaza Surabaya.Untuk info lebih lanjut mengenai perawatan ini, kunjungi website Marie France atau hubungi 021 – 3902622 untuk melakukan booking. Jangan lupa sebutkan The Bride Dept untuk mendapatkan harga spesial ya!

Menikah hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu tampilkan yang terbaik dari diri kamu. Psst, buatlah para tamu dan pasangan kamu terpukau olehmu. Good luck!