Tips Menurunkan Berat Badan Sebelum Pernikahan

Posted on by Friska R. & filed under How To.

Setiap calon pengantin pasti ingin mendapatkan tubuh ideal di hari pernikahannya.  Acap kali keinginan tersebut terasa menggebu-gebu di awal tetapi kian pudar seiring berjalannya waktu. Bagaimana dengan kamu, brides? Apakah kamu juga seperti itu? Tidak boleh ya! Apalagi jika kamu memiliki target untuk menikah di tahun ini ataupun tahun depan. Pada hari ini, The Bride Dept akan memberikan kamu tips mengurangi berat badan menjelang pernikahan.

1. Tentukan goal

Berapa kilogram yang harus kamu kurangin untuk mencapai berat badan ideal di hari pernikahan kamu? Atau berapakah lingkar perut yang harus kamu dapatkan agar kebaya kamu terlihat pas? Nah kamu harus mengetahui berat badan atau ukuran ideal agar kamu terlihat sempurna di hari besar tersebut. Harus diingat lho, brides, jika olahraga atau diet tanpa ada goal yang jelas adalah sesuatu yang tidak efektif. Apabila kamu bingung mengenai berat badan ideal, sebaiknya kamu bisa berkonsultasi ke tempat fitness terdekat ataupun ke dokter gizi.

2. Cari teman untuk berolahraga

Kegiatan berolahraga akan lebih menyenangkan apabila kamu memiliki teman seperjuangan. Kamu bisa mencari teman kamu yang juga ingin menguruskan badan sehingga kalian sama-sama termotivasi. Apabila kamu tidak menemukan teman tersebut, kamu bisa lho mengajak pasangan kamu untuk berolahraga bersama.

3. Mengkonsumsi makanan sehat

Meninggalkan makanan Padang ataupun gorengan memang sesuatu yang sulit ya, brides. Tetapi kamu harus segera memulainya agar usaha kamu berolahraga tidak menjadi sia-sia. Perbanyaklah makan sayur dan buah, serta kurangi asupan karbohidrat. Alhasil timbangan pasti tidak akan bergeser ke kanan.

4. Tetap bergerak setiap harinya

Kembali berolahraga setelah sekian lama memang menyebabkan seluruh badan sakit. Tetapi itu bukanlah alasan untuk berhenti berolahraga. Pastikan kamu tetap melakukan aktivitas setiap harinya, baik itu hanya jalan cepat di treadmill selama 30 menit, yoga di gym selama 1 jam, ataupun latihan bersama trainer. Semakin sering kamu bergerak, maka badan kamu akan semakin terbiasa dan semakin banyak pula kalori yang dibakar. Jadi teruslah bergerak setiap hari ya, brides!

5. Membuat target per bulan

Selain membuat goal akhir dalam perjalanan menguruskan badan ini, kamu juga harus menentukan target setiap bulannya. Misalnya kamu harus mengurangi 5 kilogram dalam waktu 5 bulan, maka kamu sudah harus tahu berapa kilogram yang harus kamu pangkas di bulan kedua dan ketiga. Beritahu juga ke penjahit kamu ya mengenai goal kamu, agar mereka bisa memperkirakan ukuran baju kamu nantinya.

Nah, itu lah tips dari The Bride Dept dalam membantu usaha kamu untuk menguruskan badan menjelang pernikahan. Apakah ada tips lainnya? Langsung ke comment section ya!

Pernikahan Adat Sunda yang Berkesan ala Putri dan Harriman

Posted on by Gregoria Elsa & filed under The Wedding.

Pertemuan Putri dan Harriman berawal karena keduanya sama-sama kuliah di Melbourne. Semula mereka hanya berteman biasa selama setahun, namun karena mereka berdua merasa cocok satu sama lain, mereka pun akhirnya mulai membina hubungan pacaran. Putri dan Harriman berpacaran sejak akhir tahun 2006.

Dengan jangka waktu pacaran yang lama, omongan mengenai pernikahan memang sudah ada dan pertemuan keluarga juga sudah dilakukan. Hal ini membuat Putri merasa tidak akan mendapat sweet proposal dari Harriman. “Tapi tiba-tiba, aku dapat kiriman kue dan pas aku buka, ada tempat cincin dan kartunya. Aku kaget banget gak nyangka bakal ada sweet proposal,” kisah Putri.

 

Putri dan Harriman mempersiapkan pernikahan dalam waktu 4 bulan. Sebenarnya, mereka sudah lama melakukan persiapan tetapi karena tiba-tiba ada perubahan venue, konsep dan tanggal, akhirnya Putri dan Harriman harus mencari venue baru sebagai pengganti. Bagi Putri, tantangan terbesar dalam melakukan persiapan ini yaitu pada saat mencari venue baru. “Lumayan panik juga soalnya banyak venue yang sudah penuh, jadi harus keliling-keliling ke beberapa tempat,” ujarnya.

Acara pernikahan Putri dan Harriman ini bertemakan istana di tengah hutan, jadi Putri memasang banyak dekorasi pohon dan daun-daun di ballroom agar sesuai dengan tema. “Untuk musiknya, kami memilih mini orchestra dengan music upbeat jazz dari Nikita Dompas sebagai musik pengiring dalam pernikahan kami,” ungkap Putri. Hal ini dikarenakan Putri ingin membuat suasana yang gembira di acara pernikahannya.

Putri dan Harriman menjalani prosesi adat Sunda setelah akad nikah. “Dari dulu aku memang sudah kepingin banget kalau nikah harus pakai adat Sunda karena aku suka sekali siger dan rampak gendang,” jelas Putri. Prosesi adat Sunda dilangsungkan ketika acara resepsi. Ibunda Putri memilih sanggar Ekayana untuk prosesi entrance adat Sunda yang lengkap dengan gagahan, penari merak dan rampak gendang. 

Untuk kebaya akad nikah, Putri menyerahkannya kepada Widhi Budhimulya. Nuansa biru muda dipilih Putri karena ia suka sekali warna biru. Sementara untuk kebaya resepsi, Putri mempercayakannya kepada Biyan, karena Putri suka sekali manik-manik dari Biyan. Warna hijau muda dipilih Putri untuk kebaya saat resepsi. “Awalnya aku mau pakai warna biru juga tapi ketika ditunjukkan beberapa option bahan ada warna hijau muda yang bagusss banget, jadi langsung ganti warna deh,” tuturnya.

Mengenai hal apa yang paling berkesan dalam acara pernikahannya, Putri menjawab “Saat akad nikah! Alhamdulillah ijab Kabul berjalan lancar dan kita berdua sangat happy ketika diberitahu beberapa orang bahwa Ayah kita yang sudah almarhum ternyata “datang” untuk menyaksikan ijab Kabul. Nothing’s happier than having our father in our wedding day.”

Top 3 vendor pilihan Putri dan Harriman adalah:

 1. Artea Organizer

“Kita happy banget sama Ria dan Renate dan team Artea lainnya. Semuanya baik sekali, sabar dan pengertian banget, dari awal persiapan nikah sampai hari H. Gak kebayang kalau gak ada Artea pasti acara kita gak selancar itu. Sangat-sangat recommended!”

2. Soe&Su

“Hasil fotonya bagus banget dan semua super baik. Padahal aku dan Harriman susah banget kalau dapet foto bagus, tapi sama Soe&Su, fotonya bagus-bagus dan semuanya sabar banget foto berulang-ulang haha. Puas banget dan sangat recommended!”

3. Fotologue

“Hasil videonya bagus banget sampai gak bosan ditonton berulang-ulang. Teamnya juga baik banget dan sabar ngulang-ngulang shoot supaya gak kaku. Cepat sekali kirim videonya dan hasilnya beyond my expectation. Juga sangat recommended!”

Untuk para brides-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahannya, Putri membagi tips berikut:

  1. Tentukan jumlah undangan dan membuat undangan dari jauh-jauh hari karena ternyata ini adalah yang paling susah dan lama
  2. Pilih vendor yang personalitynya baik. Karena dengan memiliki vendor yang baik dan sabar, pastinya membuat proses persiapan pernikahan dan hari H menjadi lebih menyenangkan dan juga creating positive ambience dan happy mood
  3. Keep on positive dan banyak berdoa ya!

Perhatikan Hal ini Ketika Merencanakan Bulan Madu

Posted on by Friska R. & filed under Honeymoon, How To.

Selain repot mengurus pesta pernikahan, memutuskan destinasi bulan madu merupakan salah satu bagian penting juga dalam sebuah pernikahan. Hal ini dijadikan sebagai momen quality time bagi para pengantin baru untuk lebih mengenal lawan jenisnya setelah menikah. Destinasi dalam atau luar negeri bukanlah masalah dan tidak ada bedanya. Terpenting adalah destinasi tersebut memang pilihan kedua belah pihak.

1. Pastikan Waktu untuk Bulan Madu

Pertama-tama, kamu harus pastikan berapa lama kamu dan pasanganmu mendapatkan waktu untuk cuti. Satu minggu kah, atau bahkan bisa lebih atau kurang. Nah, dari sini baru kamu catat beberapa destinasi yang ingin kamu kunjungi untuk bulan madu.

2. Tentukan Budget

Setelah menentukan waktu untuk berbulan madu, pastikan juga kamu sudah menyiapkan budget-nya. Karena hal ini yang akan menunjang kamu selama berbulan madu. Sehingga kamu lebih mudah dan aman untuk melakukan segala sesuatunya.

 3. Dalam Negeri atau Luar Negeri?

Sebenarnya bulan madu itu hanya menceritakan sepasang pengantin baru yang ingin menghabiskan waktu bersama setelah disibukkan dalam persiapan pernikahan. Pilihan antara dalam atau luar negeri tidak ada bedanya asal dihabiskan bersama pasangan yang dicintai. Namun tetap saja, setiap orang pasti mempunyai destinasi cita-citanya dan juga impiannya. Jadi, tak ada salahnya untuk membuat daftar destinasi dalam negeri dan juga luar negeri. Tentunya harus sesuai dengan budget-mu, ya.

4. Tentukan Tema Bulan Madu

Sebelum menentukan destinasi, baiknya kamu menentukan dulu momen apa yang ingin dicapai saat bulan madu tersebut. Apakah fun tetapi sederhana atau mewah dan berkelas? Dari sini, kamu bisa memilah dan menyortir beberapa destinasi. Kalau lebih suka yang fun, kamu bisa pilih bulan madu ala backpacker ke tempat yang eksotis, seperti Bali, Thailand, atau berlibur ke pulau. Tapi jika mau yang mewah dan juga modern, kamu bisa pilih Singapura, menyewa private beach di Bali, atau bahkan bisa juga liburan ke Eropa.

5. Tentukan Akomodasi

Setelah menentukan tema bulan madumu, tentukan kamu juga harus memikirkan akomodasinya. Apakah kamu ingin berpergian dengan pesawat, kereta, bis, atau bahkan berkendara. nowhere dengan mobil? Pikirkan matang-matang ya, brides. Karena jika tidak dipikirkan dari sekarang, akan menyulitkan kamu nantinya.

6. Discover or Stay?

Ini ada hubungan dengan tema bulan madumu. Kamu ingin mencari suasana berbeda untuk menghabiskan banyak waktu bersama pasanganmu atau ingin mencari pengalaman baru untuk menjelajah bagian dunia bersama pasangan hidupmu. Ini juga dapat membantu menentukan dan meyakinkanmu dengan destinasi yang telah kamu masukan ke dalam list. Dari sini kamu juga bisa memulai untuk menuliskan aktivitas yang ingin kamu lakukan selama berbulan madu.

7. Lebih Memilih Kualitas atau Kuantitas?

Untuk yang satu ini berhubungan dengan budget. Kamu ingin berlibur singkat ke luar negeri dengan budget yang lebih besar dan waktu yang lebih singkat atau kamu ingin berbulan madu dengan sederhana namun bisa mengunjungi berbagai tempat bersama pasanganmu? Tentunya untuk pilihan kedua ini kamu harus diskusikan secara detail dengan pasanganmu, ya.

Di samping ketujuh pertimbangan ini, yang terpenting dari destinasi tersebut adalah kesepakatan bersama. Atau jika kamu ingin membuat kejutan, kamu juga bisa langsung diam-diam merencanakan destinasi bulan madu untuk pasangan hidupmu. Namun, pastikan dulu ya bahwa dia juga sangat menyukai destinasi yang kamu pilih!

Acara Lamaran Bertema Living Room ala Dito dan Airin

Posted on by Friska R. & filed under The Engagement.

“Halo Airin, saya Dito temen SMA nya Tazki” begitu message pertama dari Dito kepada Airin melalui Whatsapp.

Dito merupakan teman sma dari Tazki, roommate Airin saat itu. Ternyata Dito tertarik saat melihat postingan Tazki yang berisi fotonya dengan Airin di Path. Dito pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan Airin melalui chat messenger.

“Kita sekarang pacaran sudah dua tahun. Tahun pertama pacaran kita sudah mengalami banyak drama. Dari mulai proses aku yang saat itu masih punya pacar, di mana Dito berkorban banyak buat bisa sama aku. Yang paling drama adalah kita pernah backstreet dari orang tua aku karena ada suatu masalah yang bikin orangtua aku minta aku putus sama Dito. Tapi karena rasa sayang yang kuat, niat baik kami dan usaha berdua, akhirnya kami direstui dan malah keadaan berubah menjadi jauh lebih baik. Keluarga kita berdua malah sangat akrab dan kompak saat ini,” cerita Airin.

Airin sadar bahwa Dito merupakan tipikal anak band merangkap graphic designer yang kocak, lucu dan susah buat romantis. Sehingga dirinya tidak mengharapkan sebuah proposal romantis dari Dito. Namun suatu hari Dito tiba – tiba mengirimkan pesan kepada Airin jam setengah lima subuh yang berbunyi, “Airin, mimpi saya nambah sekarang. Punya creative space sendiri, punya keluarga yang bahagia dan kamu ada di dalam keduanya. Saya bakal perjuangin biar semuanya jadi kenyataan.” Airin sangat terharu dengan kegigihan Dito yang berani melamar dirinya langsung kepada orangtuanya. Ada satu pepatah Sunda yang Airin dan Dito pegang sebagai pedoman dalam hubungan mereka yaitu, Sacangreud Pageuh, Sagolek Pangkek yang berarti komitmen dan konsisten.

Setelah orangtua mereka setuju, mereka pun sepakat mengadakan lamaran di tanggal 16 Januari 2016. Tanggal ini dipilih karena mereka jadian di tanggal 18 Januari 2014 dan nantinya akan menikah di tanggal 17. “Supaya berurutan,” kata Airin.

Jika biasanya CPP disuruh memilih tunangannya yang menyamar karena ditutupi mukanya, beda dengan lamaran Airin. Dito malah disuruh menebak dari bentuk kaki – kaki para perempuan yang menyamar. “Ibuku kasih ide kalau aku dan teman-teman dipakaikan kaos kaki, badan ditutupi kain sehingga ketika ditengah acara yang ditunjukan hanya kakinya saja. Lalu Dito disuruh memilih yang mana kaki Airin diantara kaki yang ada. Hal itu lumayan bikin keluarga tertawa ngeliat tingkah Dito yang kebingungan. Lalu adik – adik kelas aku memberikan special performance di acaraku yaitu aksi juggling bartender sekaligus membuat minuman mocktail untuk para tamu. Menyenangkan sekali!” cerita Airin bahagia.

Tidak ketinggalan Airin memberikan tips untuk para brides to be dalam mempersiapkan acara lamaran, “Aku sarankan satu minggu sebelum acara, kamu membuat semua check list kebutuhan pribadi kamu yang paling krusial. Karena mendekati hari H ada saja yang bikin panik jadinya malah lupa atau tidak sempat. Menuju hari lamaran juga pasti suka ada saja godaan yang bikin gemes dan cranky. Namun biarkan saja yang penting kamu dan pasangan kamu tetap satu perahu. Semuanya bakal tetap indah kalau kitanya kompak. “

Top 5 vendor pilihan Airin :

1. Tjendana Bistro

“Tempatnya sangat bagus dan makanannya enak. Sayang saat acaraku ada dua manager yang miscommunication, H-2 kami dikabarkan bahwa akan ada event malam dimana mereka akan loading barang di hari yang sama untuk acara ulang tahun sweet 17th yang temanya sangat jauh beda dengan kita. Sehingga kita harus kehilangan setengah space yang kita sewa. Hikmahnya, kita jadi berteman dengan ownernya dan kami dikasih free charge untuk setiap makanan dan minuman yang dipesan. Rejeki orang mau nikah katanya,hahaha.

2. Widuri House (@widurihouse)

“Pemiliknya sahabat kami yang baru join di dunia wedding decoration. Kita jadi client pertamanya mereka. Komunikasi jadi lebih mudah, orangnya pun gesit dan responsive. Property yang mereka punya sesuai dengan karakter kami dan konsep yang kami mau yaitu living room in the garden. Kami tidak dikenakan biaya sewa propertynya, kami hanya dikenakan biaya untuk biaya transport pengiriman property dan pembelian bunga saja.

3. Imaji (@imajiphotoworks)

“Ini salah satu sahabat juga. Kita bayar biaya foto, malah dikasih free video. Katanya sekalian jadi portofolio mereka juga. Karena ini pertama kalinya mereka liput hari lamaran.

4. Designer Busana – Danar Hadi

“Karena waktu yang mepet, untuk baju juga kita tidak mau yang neko – neko karena awalnya acara mau diadakan dirumah saja. Jadi kita berdua beli yang sudah jadi di Danar Hadi Bandung.

5. Vera Verial (@veraverial)

“Salah satu sahabat Dito waktu SMA. Tidak diragukan lagi Vera sulap aku jadi cantik di hari istimewaku.

Hindari Makanan ini Menjelang Hari Pernikahanmu

Posted on by Friska R. & filed under How To.

Menjelang pernikahan, banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan. Salah satunya adalah menghindari beberapa jenis makanan berikut! Langsung disimak ya, brides!

1. Garam

Makanan yang rasa yang gurih dan asin memang rasanya lezat banget! Tetapi tahukah kamu bahwa garam bisa mengikat air di dalam tubuh? Hal ini bisa membuat badan kamu menjadi lebih melar daripada seharusnya. Efeknya tentu saja akan dirasakan ketika kamu mengenakan kebaya atau gaun pengantinmu! Nah oleh sebab itu, kurangilah konsumsi garam dan juga junk food setidaknya seminggu sebelum hari pernikahanmu.

2. Alkohol

Definitely NOT! Apalagi beberapa hari sebelum pernikahan. Minuman beralkohol akan membuat kamu kelihatan bengkak keesokan harinya. Tanpa kita ketahui, ternyata pemanis buatan juga memiliki kandungan gula alkohol. Memang pemanis buatan tidak akan membuat mabuk, tapi bisa menyebabkan kembung dan akan membuatmu tidak nyaman.

3. Makanan Pedas

Sebagai orang Indonesia, pastilah kamu sering merasa makanan rasanya akan lebih lezat apabila ditambahkan cabe. Brides, kami menyarankan untuk mengurangi konsumsi cabe beberapa hari sebelum pernikahan. Walaupun perut kamu sudah “tahan” dengan makanan pedas, bukan berarti kamu tidak akan terkena diare. Ngga mau kan bolak balik kamar mandi di hari pernikahanmu?

4. Makanan Berlemak

Jika kamu sudah melakukan diet beberapa bulan dari sebelum pernikahan, tentunya kamu tahu kenapa kami melarang kamu untuk mengonsumsi makanan ini. Hindarilah gorengan, makanan bersantan dan segala jenis makanan berlemak lainnya karena makanan jenis ini akan memperlambat proses pencernaan kamu.

5. Dairy Foods and Gluten

Jenis makanan ini adalah jenis makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Tetapi terkadang tanpa kita sadari, produk dairy (susu, keju, mentega) dan gluten (tepung terigu) ternyata bisa menimbulkan gas di dalam perut yang berefek kembung. Sebaiknya batasi konsumsi jenis ini sejak 2 minggu sebelum pernikahan. Lebih baik menghindari hal yang terburuk kan!

6. Kafein

Sebaiknya hindari konsumsi kafein, seperti kopi, di hari pernikahanmu karena kafein bisa memberikan efek tenaga yang berlebihan. Tidak mau kan menjadi sangat hiperaktif di hari pernikahanmu. Jika kamu adalah tipe yang harus minum kopi setiap hari. Cobalah kurangi kadarnya mulai dari sebulan sebelum pernikahan.

7. Sayuran Mentah

Sayuran mentah memang baik untuk kesehatan dan pencernaan. Namun sebaiknya hindarilah mengonsumsi sayur-sayuran mentah beberapa hari sebelum pernikahan. Kenapa? Pertama, sayuran mentah bisa menimbulkan gas, terutama dari cauliflower. Kedua, jika sayuran tersebut dicuci dengan tidak bersih, maka bisa menyebabkan keracunan makanan. Untuk menjaga asupan vitamin ke dalam tubuh kamu, maka sebaiknya gantilah sayuran mentah dengan yang direbus.

Apakah kamu juga memiliki list makanan yang harus dihindari menjelang pernikahan? Yuk share di comment section!

Lamaran Manis yang Tak Terduga ala Laksmi dan Made

Posted on by Anita Ve & filed under How To.

Proposal yang diterima oleh Laksmi dari pacarnya sungguh tak terduga.

Awalnya, Molly, sahabat Laksmi yang akan menikah beberapa bulan kemudian, meminta tolong kepada Laksmi untuk survey lokasi yang akan digunakan untuk video singkat yang meliput sahabat-sahabat Molly.

Menurut Laksmi, ia ditunjuk oleh Molly karena ia adalah teman yang paling cerewet diantara lainnya. Selain itu, Laksmi juga mengaku cukup organized. Ia pun mulai mencari restoran yang unik, lucu dan agak sepi di Bandung, sesuai permintaan Molly.

Akhirnya, Laksmi pun jatuh cinta dengan Apsara Resto. Selain tempatnya yang cantik, hidangannya pun lezat dan pelayanannya super ramah. “Aku rekomendasikan tempat itu ke teman aku (Molly) dan dia pun langsung oke,” jelas Laksmi.

Singkat cerita, hari H itu tiba dan Molly pun telah menentukan dress code putih untuk acara liputan tersebut. Laksmi mendapat tugas untuk menjemput beberapa teman yang turut diundang. “Temenku bilang dress code nya putih dan se-girly mungkin. Pas dijemput, mereka cuma pakai atasan kemeja putih seadanya,” jelas Laksmi yang merasa saltum dan ada yang aneh dengan mereka. Bahkan beberapa teman sempat mengoloknya karena berdandan melebihi yang punya acara. Laksmi sempat berpikir andai ia membawa celana jeans.

Laksmi juga punya firasat aneh karena pacarnya susah dihubungi. “Gak biasanya kalau janjian kaya gini,” jelasnya. Ia pun menambahkan kejadian aneh berikutnya, “Temanku ga bawa sahabat-sahabat lainnya yang sudah direncanakan.” Laksmi yang semakin bingung pun diliputi berbagai pertanyaan. Tukang foto yang tidak nongol, teman-teman lain yang tidak muncul dan sebagainya.

Akhirnya, mereka pun memesan makanan dan Laksmi yang kelaparan segera menyantap sajian tersebut. Saat suasana santai, tiba-tiba Molly keluar dari ruangan. Ternyata, ia pun datang bersama dengan pacar Laksmi yang membawa seikat bunga dan cincin!

Laksmi yang tak menyangka kalau kekasihnya akan datang, sangat terkejut dan bingung. “Aku kaget banget,” katanya saat mengingat kejutan manis tersebut. “Kaya orang bodoh, udah gatau deh muka kaya gimana,” lanjutnya.

Laksmi pun mendengarkan kata-kata dari kekasihnya. “Terimakasih udah nemenin Made, susah seneng selama 6 tahun,” ungkap Made sambil berlutut dan membawa buket bunga yang cukup besar. Laksmi melihat Made cukup kerepotan saat melakukan proposal tersebut. Ia terharu dan kehabisan kata-kata melihat kekasihnya yang menyodorkan cincin; alhasil jawaban yang keluar dari mulutnya hanya, “Yaiya atuh!

Laksmi mengenang betapa malunya dia, sekaligus terharu saat itu. Suasana restoran yang waktu itu cukup sepi, hanya ada beberapa tamu dan pelayan restoran yang menyaksikannya menangis tersedu-sedu. Perjuangan cinta Made dan Laksmi harus melewati banyak jalan berliku. Mulai dari pacaran backstreet, dijodohkan oleh orang tua hingga harus berpacaran secara LDR. Namun ternyata perjuangan selama 6 tahun itu akan membawa Laksmi ke akhir yang manis.

Laksmi mengaku senang karena proses lamaran itu disaksikan oleh kawan-kawan terdekatnya. Ia pun tak menyangka obrolannya dengan seorang teman yang menanyakan bagaimana ia ingin dilamar, ternyata terwujud di hari itu. “Mereka take notes hal-hal kecil itu,” tambahnya. Bahkan menurut Laksmi, sahabat-sahabatnya lah yang membuat ia yakin untuk menerima Made. “Kalau bukan gara-gara mereka, kita gak bakal jadian,” katanya.

Laksmi yang secara tak sengaja mempersiapkan proposal untuk dirinya sendiri pun mengaku sangat bahagia dengan kejutan dari Made. Hari itu adalah hari spesial untuk Laksmi karena ia dapat berbagi kebahagian dengan orang-orang terpenting dalam hidupnya. “Orang bilang bahagia itu sederhana. Aku setuju banget!”

5 Pertengkaran yang Mungkin Kamu Alami dengan Sang Mama

Posted on by Septa Mellina & filed under How To.

Banyak banget calon pengantin yang menghadapi argumen dan drama nggak jelas dengan Mamanya menjelang hari pernikahan. Konflik yang tadinya nggak pernah ada, justru sekarang muncul bertubi-tubi. Alhasil, banyak bride-to-be yang kesel dan marah dengan Mamanya.

Padahal, keribetan dan kebawelan Mama itu ada alasannya lho, brides. Sebelum kamu terlanjur bete dan ngucapin kata-kata nyakitin ke Mama, coba deh siapin mental kamu untuk menghadapi 5 jenis konflik yang mungkin bakal menimpa kamu dan Mama tersayang. The more prepared you are, the more you’re ready to deal with it.

Pakai adat apa?

Yah, namanya juga pernikahan di Indonesia, pasti ujung-ujungnya ada perdebatan soal adat. Kalau adat yang dipakai hanya satu sih nggak masalah. Tapi gimana kalau ternyata Papa kamu dari suku Batak, Mama kamu dari Yogyakarta, pasanganmu belasteran Manado-Ambon, sementara kamu dan pasangan prefer untuk nggak pakai adat sama sekali. Duh, gimana ya? Nggak ada salahnya lho untuk memenuhi keinginan orang tua kamu dengan memasukkan unsur Jawa di antara elemen budaya lainnya. Kuncinya adalah komunikasi, brides! Hargai keinginan Mama dan sampaikan kemauanmu dengan baik (jangan sambil ngambek apalagi cemberut ya, hihi)

Mama nggak suka dengan calonmu

Meskipun sudah pacaran lama dan saling sayang, ternyata hal ini belum tentu bisa menaklukan hati Mama yang keburu nggak suka dengan calon pasanganmu, apapun alasannya. Sudah dibujuk dan diberi pengertian, tapi tetap saja lampu hijau nggak kunjung diberikan Si Mama. Kalau kamu sudah yakin dengan pilihanmu, nggak ada salahnya untuk mencoba mencari bantuan pihak ketiga untuk mempersatukan keinginan kalian, bisa dari professional counselor, pemuka agama, atau dari pihak keluarga. Yang nggak kalah penting, bring this stress and pressure to God.

“Nanti kamu lebih deket sama Mama mertuamu daripada Mama kamu sendiri!”

Ketakutan ini wajar dan sering banget terjadi. Jadi, jangan kaget kalau Mama kamu jadi parno kalau kamu bakal lebih sayang ke Mama mertua dibanding ke beliau. Berikan pengertian ke Mama dan yakinkan beliau bahwa kamu akan tetap menghormati dan menyayangi dia meskipun kamu sudah berkeluarga. Buktikan juga lewat perbuatan ya, bride-to-be, dengan memberikan quality time yang seimbang untuk Mama dan Mama mertuamu.

Hubungan Ibu-anak yang nggak sehangat dulu

Saking sibuknya mempersiapkan pernikahan, kadang kita lupa untuk menjaga hubungan dengan Mama. Untuk mengatasinya, selalu sisihkan waktu untuk bersama Mama, entah dengan makan bareng, shopping, atau sekadar nonton drama Korea bareng-bareng. Hubungan yang baik akan membuat kamu dan Mama lebih happy dan tenang dalam mempersiapkan resepsi pernikahanmu.

Keterlibatan Mama di persiapan pernikahan

Every girl always has her dreaming wedding. Yap, pendapat ini benar banget. Tapi, jangan lupa juga lho, brides, bahwa Mama juga selalu mendambakan pernikahan yang indah dan everlasting untuk anaknya tersayang bahkan jauh sebelum kamu lahir ke dunia. Nggak heran deh kalau kamu dan Mama sering banget ribet dengan kemauan masing-masing untuk mewujudkan pernikahan impian. Daripada ribut, coba deh libatkan Mama di beberapa elemen penting pernikahan, seperti upacara adat, katering, pemilihan bunga, gaun atau kebaya. Lumayan kan dapat bantuan dari Mama yang sudah lebih berpengalaman meng-handle pernikahan.

The key is to treat your Mom as you want to be treated by your future children. Jangan pernah mengabaikan perasaan Mama kamu, meskipun beliau terkesan super ribet dan bawel dengan pernikahanmu. She does that because she loves you. A LOT!

Tips Dalam Memilih Bridesmaids yang Tepat

Posted on by NSCHY & filed under Bridesmaids, How To.

Mempunyai banyak teman memang bagian dari hal yang menyenangkan karena kamu dikelilingi oleh orang yang menyayangimu dan juga perhatian. Terlebih lagi menjelang pernikahanmu, pastinya orang-orang terdekat tak hentinya menawarkan bantuan dan juga memberikan perhatian dan dukungan untuk kelangsungan pernikahanmu.

Hal itu bisa jadi baik, namun bisa juga jadi masalah untukmu sendiri. Ya, untuk menentukan siapa saja yang menjadi pendamping pengantinmu. Rasa galau dan takut menyinggung perasaan pasti ada, dan kadangkala suka membuat kamu tidak bisa memilih sama sekali. Nah, supaya kamu terbebas dari masalah itu, yuk simak dalam memilih bridesmaids yang tepat!

1. Tanyakan pada dirimu, seberapa lama dan seberkualitas apa pertemanan kalian?

Lamanya pertemanan memang menjadi hal yang penting, namun kualitas pertemanan kalian juga menjadi aspek yang patut dipertimbangkan. Jika kalian berteman sejak sekolah dulu namun kalian hanya bertemu satu tahun sekali bahkan sahabatmu tersebut tidak begitu mengenal calon suamimu, bagaimana bisa ia menjadi pendampingmu?

Pilihlah sahabat yang sudah lama kamu kenal dan juga memang hubungan persahabatan kalian berkualitas.

2. Setiakah dia?

Coba tanyakan kembali kepada dirimu, apakah orang tersebut merupakan sahabat yang setia atau hanya datang di kala butuhnya saja? Menjadi seorang pendamping pengantin bukan hanya menunjukan siapa orang terpercayamu, tapi orang yang benar-benar paling dekat lahir dan batin denganmu dan juga benar-benar mempunyai hubungan persahabatan yang kuat denganmu.

3. Adakah ia di setiap sedihmu?

Saat persiapan pernikahan, kamu akan terkena lelah, amarah, bosan atau bahkan ingin keluar dari permainan. Di sinilah peran pendamping pengantinmu dibutuhkan. Selain membantu mengurusi persiapan pernikahan, ia juga seharusnya menjadi orang yang setia berada di dekatmu menjelang pernikahan tiba dan menjadi orang terpercayamu untuk bercerita. Di kala sedih, gundah dan bahkan ingin pisah, dia jugalah yang wajib menjadi orang yang mengingatkanmu betapa cintamu kepada pasangan dan masalah persiapan pernikahan hanyalah rintangan awal sebelum membangun rumah tangga.

4. Seberapa dekat ia dengan pasanganmu?

Tidak hanya berada di pihakmu, pendamping pengantinmu juga haruslah orang yang mengerti dan dekat dengan pasanganmu. Sejatinya, temanmu adalah teman pasanganmu juga.

5. Apakah dia punya waktu yang fleksibel?

Sahabat terdekatmu mungkin baru saja melahirkan, atau sahabat terdekatmu mungkin baru saja dipromosikan untuk naik jabatan, atau bahkan baru saja dipindahtugaskan ke luar kota. Lalu apa yang harus kamu lakukan? Ingatkan kembali dirimu bahwa pendamping pengantin seharusnya berada di dekatmu menjelang pernikahan. Memang akan terasa berat orang terdekatmu tidak berada di sekitarmu atau bahkan sedang sibuk dengan urusannya sendiri menjelang pernikahanmu oleh karena itu jangan paksakan ia untuk tetap menjadi yang utama. Lebih baik, kamu pertimbangkan lagi teman-teman nomor keduamu daripada ia yang jelas tidak mungkin kamu paksa untuk handalkan karena mereka mempunyai kewajiban lain dalam hidupnya.

6. Apa kalian akan sedekat ini lima tahun mendatang?

Mungkin temanmu datang kembali ke kehidupanmu karena senang mendengar kabar gembira bahwa salah satu temannya akan menjadi milik seseorang. Mungkin sekarang kedekakatan kalian hanya sementara, hanya menjelang pernikahan saja. Mungkin setelah ini, ia akan kembali ke kehidupannya seperti semula. Daripada bersenang-senang dengan teman baru, lebih baik kamu kembali ke teman lama yang memang sudah kamu kenal lama luar dan dalamnya, baik dan buruknya, senang dan sedihnya agar kamu tau bahwa kalian akan terus bersama hingga bertahun-tahun ke depan.

7. Apakah dia orang yang mengertimu?

Penting hukumnya untuk memilih pendamping pengantin yang dapat mengerti kemauanmu dan juga seleramu sehingga ia dapat membantu mewujudkan pernikahan impianmu, bukannya malah menimbulkan kebingungan dengan pilihan baru yang sesuai dengan seleranya.

8. Jangan memilih hanya karena kamu dipilih

Bisa jadi kamu menjadi pendamping pengantin seseorang karena kamu telah menjadi teman yang baik selama ini, serta teman yang pengertian. Tapi, bersikapkan objektif. Apakah dia berlaku yang sama? Apakah dia dapat mengertimu? Apakah benar-benar kalian menjalin hubungan persahabatan yang berkualitas? Jangan sampai kamu memilihnya hanya karena perasaan tidak enak karena kamu dipilihnya menjadi pendamping pengantinnya.

 

Selamat memilih!

4 Macam Pesan Yang Tidak Boleh Dikirimkan ke Suami

Posted on by Rebebekka & filed under How To, Relationship.

Sudah menikah dan tinggal berdua dengan suami bukan berarti kamu bersamanya selama 24 jam. Jika kalian sedang sama – sama bekerja, atau dia di kantor dan kamu di rumah, terkadang ada yang hal yang ingin kita bicarakan dan belum sempat diutarakan secara langsung ke hadapannya. Untungnya, kita dibantu oleh teknologi yang memudahkan kita berkomunikasi dengannya kapan saja. Pilihan chat messenger pun banyak sekali. Namun mengirimkan teks untuk pasangan, meskipun itu adalah suami kamu sendiri juga ada aturannya loh. Lagi – lagi ini semua supaya rumah tangga kamu aman dan damai. Apa saja sih aturannya. Berikut listnya:

1. Sms Berbau Seks

Kita semua tahu kalau pengantin baru sedang panas – panasnya untuk urusan ini. Biasanya di awal – awal pernikahan suami akan mengusahakan untuk pulang cepat dari kantornya agar bisa bermesraan dengan istrinya. Namanya juga pengantin baru! Namun kamu harus tahan diri untuk tidak membahas soal seks maupun mengirimkan foto seksi kamu dengan tujuan menggoda suami kamu di kantor. Kamu tidak akan tahu apabila rekan kerja atau atasan suami kamu sedang berada dibelakangnya ketika sang suami membuka pesan dari kamu! Gawat kan.

2. Menjelekkan Mertua dan Ipar

Mungkin kamu sedang merasa kesal atau ada sedikit salah paham dengan keluarga suami. Usahakan untuk tidak mengeluarkan unek – unek kamu melalui chat messager ke ponsel suami. Salah satu teman saya pernah bertengkar hebat dengan keluarga sang suami karena pesan yang disampaikan dia saat curhat masalah mertua tidak sengaja terbaca oleh adik sang suami saat ia meminjam ponsel abangnya. Cara paling aman adalah berbicara langsung dengan suami saat sedang berdua di rumah.

3. Drama berlebihan
Wanita memang identik dengan drama. Namun kita harus hati – hati dengan drama yang lebay karena bisa saja reaksi yang diberikan suami menjadi berlebihan juga. “Aduh, perutku melilit, sakit banget sampai aku ga bisa berdiri nih,” begitu pesan saya ke suami saat saya sedang keram perut akibat PMS. Suami tidak membalas pesan saya dan saya pun cemberut. Sejam kemudian dia sudah berada di depan rumah, berlari ke dalam dan heboh menanyakan bagaimana keadaan saya. Dia juga langsung ingin membopong saya kerumah sakit saat itu juga. Saya jadi bingung karena teks yang tadi saya kirim hanya bentuk caper saya ke suami yang tidak menelepon saya seharian. Rupaya dia sedang sibuk di kantor dan ada meeting penting, namun karena saya kirim sms drama tersebut dia jadi pulang ke rumah.

4. Sms Kata – Kata Kasar
Kamu kesal karena dia tidak menjemur handuknya sehabis mandi, kesal karena ia tidak menepati janjinya untuk pulang cepat, kesal karena ia lupa hari ulang tahun kamu. Tenang dan hitung 1 – 10 sampai kamu bisa berpikir jernih. Jangan sampai kamu dikuasai emosi dan bergerak cepat untuk mengirimkan teks yang berisi kata – kata yang tidak enak didengar oleh suami kamu. Terlebih lagi pesan tertulis tidak bisa dibedakan nada dan intonasinya. Suami kamu bisa kecewa dan malah memperburuk suasana. Berbicara langsung akan lebih baik karena kamu bisa menatap wajahnya. Berpelukan adalah cara paling efektif untuk saling memaafkan. Kirim teks malah menambah emosi jika balasan pesan tidak sesuai dengan yang kamu mau.


Oh ya, jangan kaget ya jika nanti kamu mengirimkan pesan kepada suami kamu panjang lebar lalu hanya dibalas dengan “ok,” “sip,” dan sejenisnya. Karena memang seperti itulah laki – laki.

Pernikahan Adat Toraja Modern Ala Adisty dan Kalfaris

Posted on by Septa Mellina & filed under The Wedding.

Beberapa waktu lalu, tim The Bride Dept sempat menulis kisah cinta Adisty dan Kalfaris. And we are really happy to announce that this couple finally tied a knot. Melalui pernikahan modern tanpa meninggalkan budaya Indonesia, Adisty dan Kalfaris dengan senang hati berbagi pengalaman mereka dalam mempersiapkan pernikahan.

Seperti pasangan lainnya, Adisty dan Kalfaris juga ternyata menemukan kesulitan dalam menyatukan keinginan masing-masing keluarga, lho. “Mungkin di Indonesia, acara pernikahan sering kali diidentikan dengan acaranya orang tua. Atau banyak sekali yang bilang: ini kan acaranya orang tua yang nikahin anaknya. Padahal, on the other hand, calon pengantinnya juga pasti ingin dream wedding-nya menjadi kenyataan. Di situ biasanya banyak sekali calon pengantin dan orang tuanya yang bentrok karena keinginan yang berbeda. Saranku adalah cari jalan tengahnya. Diskusikan apa yang menjadi kendala di pernikahan kamu, omongin baik-baik, sehingga keinginan calon pengantin dan orang tua bisa terwujud,”kata Adisty membuka obrolan.

Nah, karena ayah Adisty dan keluarga Kalfaris sama-sama berdarah Toraja, pasangan ini pun mengambil adat Toraja untuk resepsi pernikahan mereka. Meski demikian, Adisty juga menggunakan adat Sunda dalam acara siraman. Unik ya, bride-to-be! “Sebenarnya ngga banyak prosesi adat Toraja yang aku jalani, selain dari dekor dan dress yang aku pakai. Pada saat resepsi, unsur Toraja ada pada saat Tarian Pa’gellu muncul. Untuk prosesi siraman sendiri, aku memakai adat Sunda karena mamaku berasal dari Jawa Barat,” kata Adisty.

Ngobrolin soal dekorasi, tim The Bride Dept kagum banget dengan dekor resepsi pasangan ini. “Kalau untuk dekorasi di gereja, aku harus sepakat sama 3 pengantin lainnya mau dekor seperti apa. Karena di Katedral tanggal 30 April ada 4 pengantin dan kebijakan gereja adalah setiap pengantin harus dengan dekor yang sama biar nggak ribet gonta-ganti dekor. Thank God kita berempat sepakat kalau dekornya hanya mau bunga warna putih saja, karena memang sebelumnya aku juga kepengen all white di gereja. Kalau untuk dekor malam di gereja, aku dan keluarga sepakat kalau dekornya harus dengan nuansa Toraja. Luar biasa salut sama Stupa Caspea! Untuk benar-benar membuat ukiran Toraja yang bagus dengan warna yang tepat, Stupa mendatangkan beberapa pengukir langsung dari Toraja. Nggak hanya itu, tanah yang akan dicampur cat untuk mewarnai ukirannya juga tanah dari Toraja. Mama papaku seneng banget dekornya bisa jauh lebih bagus dari ekspektasi mereka sebelumnya,” kata Adisty bahagia.

Selain dekorasi yang bagus banget, gaun yang dikenakan Adisty juga cantik sekali lho. “Sejujurnya aku juga belum bisa move on dari dress aku di gereja hahahah. Mas Yefta benar-benar bikin aku terharu waktu aku nyobain dress untuk pertama kali. My dream wedding gown benar-benar jadi kenyataan di tangan Mas Yefta! Aku memilih model dress seperti yang aku pakai di gereja karena dari dulu kepengen punya wedding dress yang classic, sopan, tapi tetap ada unsur megahnya. And Thank God, Mas Yefta buat dress-nya lebih cantik dari yang aku bayangkan! Untuk malamnya, aku mengenakan pakaian adat Toraja. Aku minta Pak Biyan untuk mengombinasikan sendiri ke versi yang lebih modern. Biasanya pengantin toraja cenderung mengenakan warna sepeti merah, emas, atau oranye. Tapi karena aku suka banget warna biru, jadi aku minta supaya dibuatkan baju Toraja modern warna biru dan dikombinasikan dengan bordiran dan payet ukiran Toraja supaya ngga hilang unsur adatnya,” Adisty menjelaskan.

Selain memadukan adat Toraja dan unsur modern dalam resepsi pernikahannya, pasangan ini juga menyertakan upacara Pedang Pora, lho. “Tradisi Pedang Pora di Indonesia biasanya dilakukan oleh perwira TNI/Polri yang mau menikah dan digunakan pada saat prosesi masuknya pengantin. Karena Kalfaris anggota Polri, jadi merupakan suatu kebanggan kalau prosesi Pedang Pora ini dipakai di pernikahan kita. Jujur, aku ngga tahu banyak tentang history atau makna dari prosesi Pedang Pora, jadi aku hanya mengikuti instruksi dari teman-teman yang main Pedang Poranya saja.”

Saat ditanya mengenai highlight dari pernikahan mereka, Adisty mengaku saat berjalan di gereja menuju altar bersama sang ayah adalah momen yang paling berkesan. “Waktu aku jalan di aisle pagi hari di gereja sama papa, aku pilih lagu Two Words-nya Lea Salonga. Why Two Words? Karena lirik lagunya sangat bagus dan dalam menurut aku. Waktu aku jalan di aisle, aku bisa lihat ada beberapa bridesmaidku yang nangis, kakakku nangis dan aku juga bisa lihat kalo papaku udah nahan air matanya dari saat kita baru turun mobil. Sementara aku berusaha sebisa mungkin senyum while everyone was crying hahaha, ngga akan bisa lupa moment itu,” kata Adisty mengenang momen bahagianya.

Top 3 vendor pilihan Adisty dan Kalfaris:

Yefta Gunawan

“Mas Yefta benar-benar bisa membuat gaun impian aku jadi kenyataan! dan bahkan lebih bagus! Selain sangat ramah, Mas Yefta bisa memberi aku masukan yang baik tentang gaun yang aku mau. Baju adat Toraja mamaku dan mama Kalfaris pada saat resepsi juga Mas Yefta yang buat. Orang tua kami sangat puas dengan hasil buatannya Mas Yefta!”

Axioo Team

They’re the best!! Aku, Kalfaris dan keluarga sangat puas dengan hasil-hasil fotonya. Aku memilih Axioo udah dari saat aku prewedding, siraman, sampai akhirnya pada saat aku wedding. Dan dari semua itu, ngga ada hasil fotonya yang jelek! Selain itu Mas David dari Axioo dan timnya luar biasa ramah dan asyik untuk diajak ngobrol. Oh iya satu lagi, wedding trailer yang dibuat oleh Axioo benar-benar bikin mewek setiap aku nontonnya hehe….”

Stupa Caspea

“Ngga bisa berkata-kata lagi tentang dekornya Stupa! Aku dan keluarga benar-benara berasa kaya berdiri di bawah rumah Toraja hahahaha, detail ukiran dan warnanya cantik banget!”

Pasangan berbahagia ini juga ngasih tips untuk bride-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahan. “Pray. Pray. Pray. Ngga bisa dipungkiri kalau akan ada beberapa masalah pada saat mempersiapkan pernikahan, banyak-banyak berdoa agar semua rencana baiknya dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kalaupun ada masalah, pasti bisa diselesaikan baik-baik dan cari jalan tengahnya,” kata Adisty.

We wish you an everlasting marriage, dearest Adisty and Kalfaris!

10 Wedding Quotes Untuk Kamu dan Pasanganmu

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Banyak sekali hal-hal yang menjadi motivasi kamu dalam menjalin rumah tangga. Salah satunya ada quotes-quotes yang sudah berhasil dikumpulkan The Bride Dept. Apa saja itu? Yuk kita baca sekarang.

1. “A great marriage is not when the ‘perfect couple’ comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”– Dave Meurer

Hindari kata-kata “kita sudah berbeda”, karena perbedaan itulah yang menyatukan dan melengkapi kalian.

2. “A happy marriage is the union of two good forgivers.” – Ruth Bell Graham

Kamu tidak akan pernah bisa mencintai bayangan dirimu sendiri atau seseorang yang kamu buat menjadi seperti orang yang kamu inginkan. Akan selalu ada perdebatan, permasalahan dan juga pertengkaran. Oleh karena itu, memaafkan merupakan kunci utama dari segalanya.

3. “There is no more lovely, friendly, and charming relationship, communion or company than a good marriage.” – Martin Luther

Jadikan pasanganmu segalanya. Adik, kakak, ibu, bapak, teman, sahabat, atasan, penasehat. Namun jangan lupakan orang-orang disekitarmu juga.

4. “When marrying, ask yourself this question: Do you believe that you will be able to converse well with this person into your old age? Everything else in marriage is transitory.” – Friedrich Nietzsch

Menikah itu tidak hanya sekarang ataupun dua tahun ke depan. Menikahlah untuk periode yang sangat panjang.

5. “A happy marriage is a long conversation which always seems too short. – Andre Marois

Lelah sepulang kerja itu pasti. Namun, usahakan untuk tetap menjaga komunikasi setiap harinya agar kalian tetap mengenal satu sama lain. Selagi berbagi cerita, ceritalah seterbukanya, sefokusnya, dan buatlah komunikasi tersebut hanya terjadi diantara kalian berdua dan larut di dalamnya.

6. “Once upon a time there was a boy who loved a girl, and her laughter was a question he wanted to spend his whole life answering.” – Nicole Krauss, The History of Love

Di saat kamu merasa bosan atau ragu dengan pasanganmu, ingatlah senyumnya dan ingatlah bagaimana hidupmu akan berjalan tanpa senyumnya.

7. “Love has nothing to do with what you are expecting to get–only with what you are expecting to give–which is everything.” – Katharine Hepburn, Me: Stories of My Life

Kamu tahu bahwa kamu jatuh cinta cukup dalam saat kamu bersedia melakukan apa saja demi mencintainya; demi ia merasa dicintai. Dan teruslah begitu.

8. “When we are in love, we open to all that life has to offer with passion, excitement, and acceptance.”– John Lennon

Jangan pernah hilang gairah dalam rumah tanggamu.

9. “Love looks not with the eyes, but with the mind.”– William Shakespeare

Kecantikan wajah akan memudar, namun kenyamanan dan kebahagiaan tak pernah berubah.

10. “The highest happiness on earth is marriage.” – William Lyon Phelps

Ketahuilah, kamu merupakan salah satu orang terbahagia yang menjalin rumah tangga.

Hal Yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Tinggal di Rumah Mertua

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Setelah menikah, pindah tinggal bersama mertua di rumahnya merupakan hal yang mengerikan bagi sebagian orang. Terlebih lagi jika pasanganmu sangat dekat dengan mertua. Kamu mungkin akan takut jika tidak diperhatikan atau merasa seperti orang asing di rumah tersebut.

Supaya kamu nggak kaget, sebelum pindah ke rumah mertua ada baiknya kamu persiapkan mental untuk hal yang mungkin akan kamu alami.

1. Menjadi bahan omongan mertua dan tetangga

Di awal-awal tinggal bersama mertua merupakan waktu yang sulit. Pertama, harus menyesuaikan dengan keadaan rumah. Kedua, belajar mengurus pasangan, Ketiga, beradaptasi dengan mertua, nggak lupa juga bersosialisasi dengan tetangga. Jika mertuamu merupakan tipe yang memiliki banyak teman, mau tidak mau kamu harus siap mental untuk menjadi obrolan teman-temannya, especially ada beberapa perilaku kamu yang tidak bisa diterima oleh mertuamu.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum pindah ke rumah mertua adalah mengenal baik keluarga, sikap serta peraturan di rumah pasanganmu tersebut. Tak ada salahnya mengalah di awal. Lama kelamaan kamu akan terbiasa untuk bersikap baik dan menjaga hubungan dengan mertua.

2. Banyak protes

Kamu dan mertua merupakan dua pihak asing yang tinggal bersama dalam satu rumah dalam ikatan keluarga. Wajar, di awal kedatanganmu mungkin akan susah dalam beradaptasi, terutama menyamakan situasi dan kondisi di rumah. Di waktu awal juga mertuamu mungkin akan banyak mengeluh atau protes dengan sikap, perilaku, hasil kerja, bahkan perlakuanmu terhadap pasangan. Sebenarnya sih maksud mertuamu itu baik, mengajarkanmu untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi. Namun hanya saja perbedaan gaya hidup dan juga situasi kondisi rumah yang berbeda dan membentengi kalian. Terimalah semua kritikan dengan kepala dingin dan dada lapang. Mau bagaimanapun, mertuamu itu orang tuamu juga.

3. Dianggap pemalas jika tidak cepat tanggap

Entah itu cucian piring yang menumpuk, pakaian suami yang belum disetrika, mobil atau motor yang parkir sembarangan di luar, diam diri di kamar seharian, hal-hal tersebut memang terlihat sepele. Namun ketika kamu sudah mulai memasuki dunia pernikahan dan hidup bersama mertua, hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penilaiannya terhadapmu.

Wajar jika kadangkala kamu ingin bermalas-malasan sendiri atau bersama pasangan, namun tidak bisa sesering itu saat kamu tinggal di rumah mertua. Kamu harus tetap melaksanakan tugas rumah dan juga membangun hubungan dengan mertua.

4. Berniat “membantu” masalah rumah tangga

Namanya juga tinggal satu rumah, mertuamu pasti akan tau setiap kali kalian mendapatkan masalah. Kadangkala, naluri orang tua yang ingin tau dan berniat membantu itu muncul, namun juga kadangkala sebagai menantu, kamu merasa terpojokkan dan tidak punya privasi. Oleh karena itu, penting hukumnya untuk kalian mengkomunikasikan hal ini agar dapat menyelesaikan masalah sendiri tanpa dicampuri orang tua. Bicarakan dengan pasanganmu bahwa kalian harus menjaga komunikasi dengan baik atas segala masalah agar sang mertua tidak tau menau.

5. Memberikan saran yang berlebih

Mertuamu hidup di zaman yang berbeda denganmu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa seringkali terdapat perbedaan pola pikir, gaya hidup dan juga cara penyelesaian masalah. Kamu akan menemukan waktu di mana mertuamu akan sering memberikan saran dan nasihat yang sebetulnya tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini. Jangan membantah dan jangan menolak masukannya. Terimalah semuanya baik-baik. Toh wewenang bersikap dan mengambil keputusan ada di tanganmu. Namun sebaiknya tetaplah jaga sikap dan buatlah mereka merasa didengarkan meskipun sebenarnya kamu melakukan yang sebaliknya.

6. Sering menyuruh-nyuruh

Sebenarnya, ada dua pemicu hal ini: mertua yang sudah menganggapmu seperti anak sendiri sehingga tidak ragu lagi untuk meminta tolong atau mertua yang menganggap “selama ada menantu, kenapa nggak dimanfaatin aja”. Hal tersebut bergantung dengan kedekatan kamu dengan sang mertua, jika kalian sudah sangat akrab, permintaan tolong pasti tidaklah berat untukmu dan kamu tidak akan segan untuk langsung melakukannya. Jadi, pendekatan diri sangatlah penting!

7. Menghakmilikkan pasangan

Kadangkala, ada orang tua yang merasa cemburu saat anaknya sudah menikah, terlebih lagi seorang ibu terhadap anak laki-lakinya dan seorang ayah ke anak perempuannya. Bukan berarti mertuamu tidak sayang terhadapmu, hanya saja kadang kala mereka ingin lebih disayang oleh pasanganmu dan tidak ingin tersaingi, makanya sekeras mungkin mereka berusaha untuk mencari waktu untuk dihabiskan dengan anaknya yang kadang membuatmu tidak punya “quality time” dengan pasangan.

8. Cari perhatian dengan pasangan

Berhubungan dengan poin di atas, mertua yang tidak mau tertandingi olehmu akan sering mencari perhatian pasanganmu. Mulai dari minta diantarkan saat hari libur, minta ditemani ke suatu acara, hingga minta dibelikan ini itu untuk makan malamnya. Hal ini akan terasa berat di awal pernikahanmu. Namun lagi lagi, komunikasilah yang patut dijaga oleh kalian agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Saat kamu sudah merasakannya, jangan segan untuk langsung menceritakannya kepada pasangan agar ia bisa membagi perhatiannya juga ke kamu.

Bagaimanapun juga, mertua adalah orang tua yang melahirkan pasanganmu yang juga sudah menjadi orang tuamu. Wajib hukumnya untuk kamu juga menghormati mereka dan menyayangi mereka seperti kamu menyayangi anaknya. Di awal memang akan terasa sulit, namun lama kelamaan kamu akan lebih mudah untuk beradaptasi. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga sikap di depan mertua dan menjaga hubungan yang baik agar mereka juga akan melakukan hal yang sama terhadapmu.