30 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebulan Menjelang Pernikahan (Part 1)

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Sebulan menjelang pernikahan adalah saat – saat yang tegang. Idealnya, hal – hal besar seperti venue, catering, dekorasi dan lainnya sudah dipersiapkan dan diurus di bulan – bulan sebelumnya.  30 hari menjelang pernikahan kamu tinggal mempersiapkan hal – hal yang detail untuk diri sendiri, pasangan dan orang – orang terdekat. Apa saja sih yang harus dilakukan dan dipersiapkan, berikut listnya :  

  1. Fitting dress pernikahan : Dengan harapan bentuk badan kamu tidak akan berubah lagi di sebulan terakhir menjelang hari H, maka kamu bisa melakukan fitting kebaya atau dress kamu saat ini. Supaya jika masih ada yang kebesaran atau malah kesempitan bisa segera diperbaiki.
  2. Makan malam spesial bersama keluarga : Tidak terasa setelah bertahun – tahun tinggal bersama dengan mereka, kamu akan segera meninggalkan rumah untuk tinggal berdua dengan suami kamu. Siapkan makan malam spesial khusus untuk keluarga kamu dan nikmati saat – saat terakhir bersama mereka.
  3. Dokumen untuk catatan sipil : KTP, surat keterangan belum menikah, akta lahir, kartu keluarga serta pas photo dikumpulkan ke dalam satu map agar tidak tercecer.
  4. Decluttering isi lemari : Dengan menikah dan tinggal bersama suami, kamu tidak perlu membawa semua barang dan baju – baju kamu dari rumah. Psst, barang dan baju baru bisa kamu minta sama suami nantinya. Sisihkan sebagian dan kamu bisa berikan kepada adik atau mereka yang membutuhkan.
  5. Packing untuk pindah rumah : Setelah menyisihkan barang – barang kamu, jangan lupa untuk packing agar setelah menikah barang dan baju bisa langsung ikut serta dengan kamu.
  6. Konfirmasi segala kebutuhan bulan madu : Cek kesiapan tiket pesawat, hotel, tiket theme park dan lain sebagainya.
  7. Packing untuk honeymoon : Jangan sampai lingerie yang sudah dipersiapkan sahabat – sahabat kamu ketinggalan!
  8. Buat itinerary honeymoon : Agar masa – masa bulan madu menjadi indah dan tak terlupakan jangan lupa siapkan itinerary perjalanan kalian.
  9. Persiapan emergency kit : Cek isinya di artikel The Bride Dept berikut.  
  10. Cek bridesmaid : Pastikan dress, aksesoris dan segala perlengkapan mereka sudah siap.
  11. Cek groomsmen : Sama dengan diatas apalagi pria terkadang suka cuek dan pelupa.
  12. Beli thank you gift : Beli hadiah sebagai ungkapan rasa terima kasih yang akan diberikan untuk orang – orang yang sudah membantu kamu.
  13. Cetak kartu ucapan terima kasih : Lengkapi hadiahnya dengan kartu ucapan yang kamu buat sendiri.
  14. Tulis surat cinta untuk pasangan : Kesibukan dan ketegangan menjelang pernikahan bisa membuat pasangan kamu merasa terlupakan. Buat surat untuknya yang berisi rasa terima kasih dan bahagianya kamu karena akan menikah dengannya. Pasti dia senang!
  15. Bicara masalah finansial bersama pasangan : Sisihkan waktu untuk bicara serius dengan pasangan bagaimana kalian akan mengatur keuangan setelah menikah nanti.

Nah masih ada 15 hal yang harus kamu persiapkan. Tunggu post selanjutnya ya!

11 Tips Agar Tamu Tetap Nyaman di Standing Outdoor Party

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Sekarang ini, standing outdoor party adalah konsep pernikahan yang banyak diminati, terutama oleh anak muda karena konsepnya yang simple dan juga sangat up to date. Standing outdoor party juga lagi banyak diminati karena lebih santai dan juga bebas dikreasikan dengan kemauan sendiri.

1. Pilih venue yang pas

Untuk standing outdoor party, tamumu membutuhkan tempat yang lebih luas untuk bebas bergerak dan menyapa teman-temannya satu sama lain. Tamumu tidak hanya akan diam di tempat tapi akan berjalan-jalan. Hindari agar tidak terasa sempit, gerah dan sumpek karena tempat yang terbatas. Pastikan juga tamumu dapat mengobrol dengan pas di tempat yang tidak terlalu terbatas.

2. Dekorasi yang mendukung

Dekorasi sangat menjadi aspek yang dibutuhkan untuk standing outdoor party, mulai dari dekorasi bunga-bunga untuk membuat venue menjadi lebih indah dan membuat tempat menjadi lebih intim.

3. Beritahukan konsepmu

Umumnya, untuk mendatangi pesta pernikahan, para wanita memilih menggunakan high heels untuk dikenakan. Beritahukanlah kepada tamumu bahwa kamu mengadakan standing outdoor party agar mereka mempersiapkan diri untuk bertahan berjam-jam dengan high heelsnya atau menyerah menggunakan sepatu yang lebih nyaman. Jangan sampai, di tengah acara, tamumu terlalu lelah dan malah kehilangan mood karena tidak ada tempat untuk mengistirahatkan kaki. Lebih baik, sarankan mereka untuk mengenakan sepatu yang nyaman.

4. Siapkan berbagai makanan samping

Di standing outdoor party, tamumu akan mingle dengan tamu yang lain. Pastinya di tengah-tengah ngobrol, mereka ditemani oleh makanan yang ringan. Jadi, pastikan kamu menyediakan makanan ringan di setiap sudut agar mereka tetap nyaman ngobrol sambil makan.

5. Jangan hentikan musik!

Standing party akan terlihat menyenangkan untuk satu sampai dua jam pertama. Selanjutnya? Tamumu bisa jadi bosan atau lelah. Jangan biarkan mereka merasakan hal tersebut di pernikahanmu. Pastikan kamu menyewa band yang seru atau bahkan DJ untuk menemani mereka. Agar yang tadinya merasa lelah malah jadi bersemagat untuk berjoget ria bersama dan tetap menikmati pestanya. Pastikan juga band atau DJmu memutarkan musik yang ngebeat dan cocok untuk berjoget bersama. Hindari music yang terlalu lembut dan membuat orang menjadi bosan.

6. Serve all sweets!

Makanan yang manis dipercaya dapat menyembuhkanmu dari rasa bosan dan jenuh. Makanya, sediakan berbagai manisan mulai dari kue-kue dan makanan penutup agar tamumu selalu happy!

7. Undanglah tamu dalam dua gelombang

Jika kamu mengundang tamu dalam jumlah yang banyak, pastikan kamu menyapanya satu per satu. Oleh karena itu, hindari mengundang tamu di jam yang bersamaan. Aturlah kedatangan mereka di rentang waktu berbeda, satu jam misalnya. Agar kamu berkesempatan untuk menyapa semua tamu.

8. Sebaiknya, kamu juga mingle

Dibandingkan hanya duduk di pelaminan dan menunggu orang mengantri untuk bersalaman, lebih baik kamu yang mingle dengan tamumu dan menghampirinya satu per satu untuk memastikan mereka tetap merasa nyaman dan tersambut.

9. Sediakan rambu-rambut pondokan

Di tengah-tengah kerumunan orang, tamumu kemungkinan akan kesusahan untuk mencari pondok makanan satu dan lainnya terlebih lagi jika dipenuhi dengan tamu yang cukup banyak. Usahakan untuk membuat rambu-rambut pondokan makanan dan biarkan mereka mengikuti rambu-rambu tersebut. Tetap tertata namun fun, kan?

10. Perhatikan jam acara

Untuk standing outdoor party, di iklim Indonesia yang tropis ini, pastikan kamu membuat tamumu nyaman dan bersahabat dengan kondisi cuaca. Dibandingkan mengikuti tradisi yang mengadakan pernikahan di jam makan siang, lebih baik kamu memilih untuk mengadakan pernikahan di jam-jam santai seperti sore hari menjelang malam agar mereka tetap nyaman untuk berfoto namun juga matahari sudah tidak berada di atas lagi.

11. Sediakan ekstra kursi dan meja

Tentunya tamumu tidak hanya anak muda yang mungkin sanggup berdiri hingga berakhirnya acara. Perhatikan juga keluargamu yang sudah berumur dan pastikan mereka tetap menikmati standing outdoor partymu dengan menyediakan kursi dan meja tambahan. Konsultasikan dengan vendormu di mana tempat yang paling pas untuk meletakan barang tersebut agar tidak mengganggu tamu yang lalu lalang namun tetap tertata rapih.

Lamaran Intimate and Cantik ala Yully dan Abi

Posted on by NSCHY & filed under The Engagement.

“Minta nomor HP kamu dong, MSN aku nggak ada signal nih. Ada yang mau aku ceritain.”

Begitulah kira-kira cara Abi untuk ber-modus untuk mendapatkan nomor HP Yuli dan bisa mulai menjalani komunikasi yang lebih serius daripada sekedar MSN-an saja. Perjalanan mulus Abi ternyata berlangsung hingga tiga bulan kedepan untuk menyatakan cintanya dan memulai sebuah hubungan dengan Yuli.

Mereka yang merupakan teman satu kuliah sempat kaget saat dihadapkan untuk LDR Indonesia – Australia selama 6 bulan saat Abi menjalani double degree-nya. “Biasanya weekday di kampus sampai weekend kita selalu bareng-bareng. Jadi LDR bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani,” cerita Yuli. Untungnya, cobaan tersebut hanya berlangsung selama 6 bulan dan mereka bisa kembali bersama-sama di kampus lagi di semester selanjutnya.

Tibanya di hari kasih sayang tahun lalu, Abi yang biasanya tidak romantis dan merayakan hari kasih sayang bukanlah merupakan kebiasaan keduanya tiba-tiba mengajak Yuli untuk makan malam romantis berdua. Tentu saja, hari itu bukan hanya untuk merayakan hari kasih sayang, Abi menginginkan Yuli lebih dari sekedar pacar.

“Abi nyatain keseriusannya sama aku dan ngasih aku cincin sebagai tanda. Abi juga minta izin kepada keluarga aku dan I said yes!”

Pasangan yang sudah menjalin hubungan selama 8 tahun ini memilih konsep intimate sebagai konsep acara lamarannya yang diadakan di rumah Yuli dengan tema garden party. Yuli dengan cantiknya mengenakan kebaya nuansa cokelat yang dibuatkan oleh Tante Lena, desainer langganan keluarganya untuk membuat kebaya yang dipadukan dengan batik sutra Garut. Sedangkan Abi memakai batik yang senada dengan kebaya yang Yuli kenakan. Sedangkan keluarga besar dan teman-teman Yuli mengenakan dress code putih dan warna pink untuk keluarga Abi.

Berhubung acara dilaksanakan di rumah, untuk dekorasi dibuat berwarna putih dan diatur sendiri oleh Yuli dengan bantuan kakak dan ibunya. Tak diragukan lagi, Yuli sudah menjadi kepercayaan temannya untuk mendekor acaranya dan ia ingin mendekor sendiri juga acara lamarannya. “Supaya ada kepuasan pribadi,” katanya.

Sepanjang acara juga ditampilkan slide show perjalanan Yuli dan Abi selama delapan tahun perjalanan hubungannya. Siapa yang tidak terharu saat mendengar kesaksian pasangannya untuk melamarnya? Sama seperti yang dialami oleh Yuli, ia tersentuh saat mendengar Abi menyatakan niat dan maksud tujuannya kepadanya dan kepada Ayahnya yang bermaksud menjadi imam dan meminta restu yang diiringi dengan lantunan piano.

“Aku belum pernah dengar Abi berbicara seyakin itu untuk bisa menyatakan keluarganya, bahkan di depan keluargaku.”

Untuk acara sakral memang diadakan di dalam rumah. Tapi untuk selanjutnya, acara dilanjutkan di taman. Kebetulan, sang ibunda sangat bangga dengan tamannya yang bisa dimanfaatkan oleh Yuli. Hanya ditambahkan lampion dan lilin, suasana lamaran tersebut menjadi lebih romantis ditemani dengan band akustik.

Top 3 vendor:

1. Unlimited Motion

“Karena acaranya dipercepat dari waktu yang sebelumnya ditentukan, aku mencari fotografer secepatnya. H-7 aku kontak mas Apank dan tim untuk diskusi via Whastapp mengenai konsep yang akum au dan ternyata hasilnya bisa sesuai dengan keinginanku. Timnya sangat on time dan sangat membantu.”

2. Rose Arbor Seserahan

“Mba Dita dan Mba Lina sangat membantu dan sangat fleksibel untuk komunikasi mengenai konsep seserahan dan memberikan ide dan masukan. Dengan adanya permintaan tambahan, desainnya jadi OK banget dan tepat waktu pengerjaannya. Happy banget!

3. Barry Ritonga

“Puas dan suka banget sama touch warna make up yang natural tapi tetap flawless.”

Tips untuk para brides to be,

“Kalian bisa kok membuat acara lamaran sesuai dengan konsep yang kalian inginkan, tapi tetap harus diskusikan dengan keluarga karena pada saat berlangsungnya acara, keluargalah yang akan menjalankan dan membantu sebagian besar acaranya. Jadi, harus bisa terima masukan dari keluarga. Karena kemungkinan banyak yang bisa terjadi seperti waktu dipercepat, perubahan lokasi, vendor yang berhalangan, buatlah diri kamu jadi fleksibel dan nggak egois supaya bisa tetap cari pilihan yang lain karena banyak beberapa hal yang harusnya simple malah menjadi rumit karena memaksakan kehendak.

Untuk brides to be, aku ngerasain sendiri susahnya mendapatkan waktu MUA yang ktia mau, jadi buatlah janji dan langsung bayar DP untuk mengunci tanggal mereka dan pastikan kamu membookingnya dari jauh-jauh hari.

Yang terpenting, nikmati setiap prosesnya. Buatlah momen ini berkesan dan menyenangkan untuk kamu dan keluarga karena ini momen sekali dalam seumur hidup.”

 

Perhatikan 5 Hal ini Sebelum Menuliskan Perjanjian Pranikah

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Banyak yang suka meragukan keperluan menuliskan perjanjian pranikah. Ada yang berpendapat bahwa perjanjian pranikah dibuat dengan pemikiran negatif dan mempersiapkan diri untuk hal negatif yang terjadi di kemudian hari. Ya, memang benar. Perjanjian pranikah yang dilindungi oleh hukum ini akan membantumu di masa depan saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Mungkin kamu merasa tidak membutuhkannya, namun siapa sangka mungkin anakmu akan membutuhkannya.

Ini dia 5 hal yang harus kamu perhatikan sebelum menulis surat perjanjian pranikah:

1. Pembahasan mengenai harta harta

Seperti yang diketahui, jika menyangkut soal uang, hal akan menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu, dalam penulisan perjanjian pranikah kamu harus mencantumkan hal yang berhubugan dengan harta pribadi. Biasanya ini dilakukan oleh pasangan yang sudah matang dan membawa harta yang cukup banyak ke dalam rumah tangga.

Di dalam poin ini dijelaskan mengenai pembagian harta, mulai dari pemisahan penghasilan, penentuan harta setelah bercerai ataupun ditinggal meninggal.

2. Hal yang berhubungan dengan hak dan kewajiban

Di dalam perjanjian pranikah juga dibahas mengenai hak dan kewajiban kamu dan pasangan dalam menjalanani rumah tangga, seperti kesepakatan bahwa suami yang mencari nafkah sedangkan istri boleh bekerja namun tidak menghilangkan tanggung jawab sebagai ibu. Di dalam poin ini juga membahas hal kecil seperti pengaturan pengurusan rumah dan juga pemilihan sekolah anak. Apapun yang dirasa perlu disepakati demi kepentingan bersama boleh dicantumkan di sini, asal sudah disepakati bersama dan tidak melanggar hukum.

3. Mengenai anak

Hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Tiada yang mau bercerai atau ditinggal meninggal dan menuliskan kesepakatan pengurusan anak bahkan sebelum menikah dan bahkan sebelum memiliki anak. Namun untuk melindungi masa depan dan menghindari masalah yang tidak diinginkan di kemudian hari, surat pengaturan hak asuh anak akan dicantumkan di dalam perjanjian pranikah. Contohnya seperti perceraian yang disebabkan oleh perselingkuhan maka hak asuh anak akan jatuh ke tangan yang tetap menjaga janji suci pernikahan tersebut.

Dalam poin ini juga kamu bisa menuliskan mengenai cara pengasuhan anak hingga biasaya pendidikan anak.

4. Harus disepakati bersama dan tidak melanggar hukum

Perjanjian pranikah merupakan perjanjian yang dilindungi oleh hukum. Oleh karena itu, sebuah perjanjian pranikah akan dianggap sah jika keduanya menyepakati perjanjian yang telah dituliskan tersebut.

Perjanjian pranikah juga dilarang jika bertentangan dengan nilai hukum dan dibuat di depan akta notaris sebelum melangsungkan pernikahan. Karena perjanjian pranikah merupakan perjanjian yang resmi dan dilindungi hukum, perjanjian ini tidak bisa diubah dan berlaku hingga pernikahan berakhir, entah karena perceraian atau kematian.

5. Bersikaplah terbuka

Karena perjanjian pranikah tidak bisa diubah dan harus dilaporkan kepada KUA atau Kantor Catatan Sipil, kamu harus bersungguh sungguh membuatnya dengan bersikap terbuka akan semuanya, mulai dari kesanggupan permintaan pasangan dalam menjalani hubungan rumah tangga, pengurusan anak hingga pengaturan keuangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Memang tidak semua pasangan menuliskan perjanjian pranikah. Namun, karena ini sangat resmi dan dibawah lindungan hukum oleh karena itu kamu harus teliti dan berhati-hati dalam menulisnya. Keterbukaan juga merupakan kunci!

Bagaimana Cara Mempersiapkan Seserahan?

Posted on by alandakariza & filed under How To.

Mempersiapkan seserahan adalah salah satu hal yang mungkin harus kita lakukan dalam persiapan pernikahan tapi seringkali terlewat. Sebagian dari kita beruntung karena ada orangtua yang biasanya ingin mengurus soal seserahan dan hantaran. Namun, tidak jarang, kita harus belanja tidak hanya hantaran untuk calon suami tapi juga seserahan untuk kita. Kamu pastinya telah membaca artikel soal seserahan yang menjadi salah satu artikel terpopuler di The Bride Dept.

 Di artikel ini, kamu bisa menemukan lebih banyak tips untuk belanja seserahan:
  • Isi seserahan dan hantaran dengan barang yang akan berguna untuk kalian berdua, misalnya pakaian kerja, buku, atau hal lain yang sesuai dengan hobi.
  • Usahakan untuk membeli beberapa hal kecil yang terjangkau agar seserahan terlihat “penuh”. Jika kalian menggunakan jasa dekorator seserahan, biasanya mereka memiliki kesulitan jika satu boks hanya diisi satu atau dua barang.
  • Untuk memudahkan pencarian barang, tidak ada salahnya untuk menentukan warna atau tema dari barang yang dibeli. Misalnya, warna ungu muda untuk seserahanmu dan abu-abu untuk calon suami.
  • Jika kamu bekerja, mungkin kamu tidak punya banyak waktu untuk berbelanja isi seserahan di pusat perbelanjaan. Gunakan jasa e-commerce untuk berbelanja, kurang lebih 2 bulan sebelum kamu berencana untuk mulai mendekorasi seserahan. Tidak jarang, situs e-commerce ini juga memiliki berbagai macam potongan harga yang membantumu menekan budget.
  • Siapkan budget tidak hanya untuk berbelanja isi seserahan, tapi juga untuk mendekorasinya. Di pasar tradisional (misalnya Pasar Mayestik), harga boksnya kira-kira 350 ribu rupiah untuk empat boks, sudah termasuk jasa dekorasi. Untuk jasa dekorasi seserahan yang lebih premium, biaya dekorasinya bisa mencapai 300 ribu per boks atau lebih, di mana kamu bisa membeli boksnya atau menyewa dengan biaya 150 sampai 20 ribu rupiah tergantung modelnya.
  • Seserahan dan hantaran tidak harus berisi tas dan sepatu mewah. Terkadang, kain batik warisan keluarga bisa jauh lebih berharga dibanding sepasang sepatu yang harganya jutaan rupiah.
  • Jangan lupa meminta fotografermu untuk memotret seserahan dan hantaran setelah selesai didekorasi!
Apa kamu memiliki tips untuk membeli isi seserahan dan mempersiapkannya? Cantumkan di kolom komentar ya! Selamat “hunting” isi seserahan dan hantaran!

Membuat Wedding Website? Ini tipsnya!

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Di zaman sekarang ini, blog dan website nggak hanya dimanfaatkan untuk menulis cerita, puisi, cerpen, portfolio, bahkan untuk promosi sebuah perusahaan aja, sekarang blog dan website sudah menjadi media untuk menceritakan kisah percintaanmu dengan cara yang elegan.

Menjelang pernikahan, biasanya para pasangan tidak hanya sibuk mempersiapkan undangan pernikahan saja, namun wedding blog atau websitenyapun juga, mulai dari yang gratis hingga web berbayar. Semuanya dilakukan demi pernikahan yang sempurna dan juga berbeda.

Agar wedding site kamu lebih matang, kamu wajib nih memperhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Stick to your theme

Sebelum kamu memutuskan untuk membuat wedding site, kamu seharusnya sudah matang dengan tema pesta pernikahanmu dan membawanya ke tema wedding sitemu. Jika pernikahanmu bertema pastel, desainlah wedding sitemu dengan warna dan ornamen pastel juga, begitu sebaliknya jika tema pernikahanmu berwarna putih atau bahkan bertema tradisional agar wedding site dan pesta pernikahanmu serasi.

2. Bye bye wedding crashers!

Teknologi sudah canggih namun semua orang tetap sama: nggak ada yang mau wedding crashers datang ke pernikahannya. Menjaga keamanan wedding site-mu sangat perlu perhatian khusus agar nggak ada tamu tak diundang yang tiba-tiba datang hanya untuk menikmati sajian yang tadinya dipesan untuk para tamumu.

Untuk masuk ke wedding sitemu, pastikan orang yang mendapatkan link tersebut sudah mendapatkan kode khusus untuk membuat sitemu. Pastikan juga sitemu hanya bisa terbuka oleh orang yang mendapatkan linknya, bukan melalui mesin pencari. Untuk yang satu ini mungkin kamu butuh bantuan orang yang ahli, namun tidak masalah selama wedding crashers nggak mengganggu pernikahanmu.

3. Flashback to your first date

Mungkin tamumu hanya mengenalmu, tapi tidak tau sama sekali soal pasanganmu, mungkin begitu juga dengan pasanganmu. Mungkin di saat undangan pernikahanmu mendarat di suatu kediaman temanmu yang sudah lama tak bertemu, sebagian dari mereka kaget dan bertanya-tanya, “siapa ya orang beruntung itu?”.

Bisa jadi tidak semua tamu undangan mengenal kalian berdua, bisa jadi mereka hanya mengenal salah satu dari kalian. Sebelum hari pernikahanmu tiba, pasti ada satu-dua orang yang bertanya-tanya dan ingin mengetahui lebih lanjut soal pasanganmu dan berakhir dengan menguntit Facebook atau Instagrammu. Well, they deserve more!

Ceritakanlah mulai dari pertemuan kalian, berterimakasihlah untuk pihak yang telah menjadi jembatan untuk kalian berdua, flashbacklah ke waktu itu biar orang-orang tau seberapa jatuh cinta kalian hingga akhirnya memutuskan untuk menikah. Tak perlu dengan bahasa yang terlalu dibuat-buat, cukup bahasa sederhana antara kalian berdua.

Pst, membuat cerita dengan dua versi berbeda kamu dan dia juga menarik lho!

4. RÉPONDEZ S’IL VOUS PLAÎT

Salah satu cara untuk mengundang orang mengunjungi wedding sitemu adalah meminta mereka untuk mengisi RSVP di situ. Tak perlu yang rumit, minta mereka hanya masukan nama lengkap dan nomor HP serta pesan yang ingin mereka sampaikan kepada kalian.

5. Dress code, please

Kenalkan sedikit mengenai tema pernikahanmu, tapi jangan dibocorkan secara berlebihan! Karena tujuannya adalah membuat mereka penasaran dan nggak sabar untuk datang ke pesta pernikahanmu. Jika kamu ingin mengatur dress code, informasikanlah juga di sini. Agar lebih menarik, kamu bisa browsing ide-ide berpakaian yang sesuai dengan dress code yang sudah ditetapkan dan membuat tamumu terinspirasi.

6. Make sure they are mastering the event

Beberapa orang mengunjungi lamanmu untuk mengetahui pasanganmu, beberapa lagi ingin mengisi form RSVP, sedangkan beberapa lagi ingin tau informasi lebih lanjut mengenai pernikahanmu sendiri, seperti alamat lengkapnya atau direksi menuju venue, kendaraan umum menuju venue, lokasi pesta entah itu outdoor atau indoor agar mereka bisa memutuskan pakaian yang akan dikenakan, tema pesta entah itu kasual atau glamor agar mereka tidak salah kostum.

7. Pay attention for those who travel far away

Tanpa kamu ketahui, mungkin ada beberapa temanmu yang sudah tinggal di luar kota atau bahkan luar negeri dan sangat ingin datang ke pesta pernikahanmu, begitu juga dengan keluargamu. Untuk itu, pasti hal yang mereka pikirkan adalah akomodasi. Permudahlah tamumu dengan menginformasikan penginapan setempat. Memang sih, mereka bisa saja mencari informasi itu sendiri dengan teknologi yang sudah canggih ini, tapi nggak ada salahnya kan mempermudah tamumu agar mereka tidak ragu untuk datang menyaksikan hari bahagiamu dan merasa diperhatikan?

8. Instagram hashtag blast!

Beberapa pasangan tidak hanya mengenalkan hubungannya di website saja, di sosial media juga, seperti Instagram, sampai rela membuat akun sendiri dan hashtag sendiri untuk memberikan informasi tentang hubungan dan juga timeline persiapan pernikahannya.

Namun tentunya, bukan hanya kamu dan pasangan saja yang ingin mengunggah foto yang berhubungan dengan pernikahan kalian, para tamumu juga pasti akan publish foto ke Instagram di hari pernikahanmu. Jadi, kalau kamu menginginkan hashtag tertentu, ada baiknya informasikan di sini agar kamu bisa mengumpulkan semua dokumentasi unggahan foto di Instagram di hari pernikahanmu nanti.

9. Shout out to vendor

Meskipun namanya wedding site, tapi bukan hanya kamu dan pasangan saja yang terlibat di situ, kamu juga bisa memberikan tempat untuk para vendor yang telah membantu merealisasikan pernikahan impianmu menjadi nyata yang bisa kamu perbaharui setelah hari pernikahan dan memberikan ulasannya. Selain membantu mereka dalam promosi, ini juga merupakan bentuk lain untuk berterimakasih atas partisipasinya di pernikahanmu lho.

10. Photo gallery

Setelah hari pernikahan, wedding sitemu sudah beralih fungsi yang tadinya dari mengenalkan sekarang menjadi mengenang. Unggahlah beberapa foto di hari pernikahanmu bersama tamu undangan hingga yang candid. Dengan begitu, beberapa tahun ke depan, kamu akan tetap bisa mengingat hari terbaikmu itu.

Lamaran Lisa dan Fila di Villa Bandung Indah

Posted on by Leni Marlin & filed under The Engagement.

Sebagai anak baru di kantor, Lisa diminta untuk memperkenalkan diri kepada seluruh penghuni gedung di sebuah bank swasta di Bandung. Saat itulah ia bertemu dengan Fila untuk pertama kali. Beberapa saat setelah itu, mereka kembali diperkenalkan lebih dekat oleh seorang teman.

“Fila sempat berbasa-basi dan meminta ID Line-ku. Katanya dia mau nanyain tentang pendidikan. Ternyata, kita nyambung dan akhirnya banyak ngobrol. Dari situ, kita sempat tukeran flashdisk yang isinya lagu-lagu favorit kita,” kisah Lisa. Berawal dari selera musik yang sama itu, Lisa mulai merasa tertarik.

Setelah berpacaran sekitar 1 tahun, Fila pun melamar Lisa. “Meskipun pemalu, dia berani mengungkapkan keseriusannya untuk menikah denganku kepada orangtuaku. Nggak ada special propose. Namun, saat aku melihat dia berani bicara pada orangtuaku dan juga melihat rasa sayangnya pada keluargaku, aku semakin yakin.”

Keberanian itu ditunjukkan Fila saat melamar Lisa pada acara lamaran. Fila mengungkapkan keinginannya di hadapan semua anggota keluarga besar tanpa diwakili siapa pun. “Sebelum menjawab, aku meminta izin dulu pada orangtuaku. Momen itu mengharukan dan berkesan banget. Saking terharunya, Mamaku sampai nangis,” kenang Lisa.

Hal lain yang tak bisa dilupakan Lisa adalah betapa excited-nya pihak keluarga menyambut acara lamaran tersebut. “Mereka sampai bikin seragam sendiri,” ujar Lisa.

Persiapan acara lamaran dilakukan berdua oleh Lisa dan Fila. Selama persiapan, mereka melalui masa-masa penuh perbedaan pendapat, bahkan sampai berantem. Lisa mengakui, momen itu membuat mereka semakin mengenal satu sama lain serta learn to work together as a team. “Aku banyak belajar dari pengalaman ini. Ketika kita bekerja sama, justru di situlah kita semakin bisa memahami pasangan dan falling in love with the same person every single day.”

Acara lamaran yang diadakan di Villa Bandung Indah ini tidak menggunakan prosesi adat apa pun. Karena keluarga Lisa dari garis ayah berasal dari Sumatera, Lisa menampilkannya melalui songket yang dikenakan pada hari-H. Songket tersebut dipadukan dengan sebuah kebaya cantik berwarna kuning.

“Aku mendesain sendiri kebayaku dengan bantuan Mama. Bahan dan warnanya pun aku yang pilih sendiri. Aku pengen mengenakan baju yang warnanya belum pernah aku pakai sebelumnya. Karena itu, aku pilih kuning ngejreng. Modelnya seperti kebaya jadul yang sederhana dengan sedikit payet supaya terlihat berkilau tetapi tetap elegan. Kebaya ini dijahit sendiri oleh Tanteku,” tutur Lisa.

Untuk mempercantik venue, Lisa me-request fresh flower yang didominasi warna putih. Sedangkan wall flower dibuat dari kertas dengan hasil yang cantik banget. Ini semua adalah hasil karya Dwimatra Wedding Organizer. Untuk seserahan, Lisa dan Fila menggunakan jasa Itanfa Rumah Seserahan. “Mereka sabar banget mendengar request kami yang cukup ribet.”

Top 3 vendors rekomendasi Lisa adalah:

1. Yufeto Catering

“Kualitas makanannya tidak diragukan lagi. Enak banget. Pilihannya juga banyak. Keluargaku dari luar kota senang banget dan merasa benar-benar dijamu.”

2. Nesnumoto

“Foto-fotonya bagus dan prosesnya cepat banget. Sehari setelah acara, hasil mentah sudah langsung dikirim ke rumahku.”

3. Danika Davisca

“Sukaaa banget dengan makeup-nya. Halus sesuai dengan yang aku mau. Kerennya, waktu yang dibutuhkan untuk makeup hanya 45 menit.”

Berikut tips dari Lisa untuk para pembaca The Bride Dept yang sedang mempersiapkan acara lamaran:

 Well prepared

“Kesibukan sehari-hari pasti akan membuat kita nggak punya banyak waktu untuk mengurus ini dan itu. Karena itu, kita harus mencicil persiapan sejak lama dan well prepared supaya nggak merasa dikejar-kejar. Waktu persiapan yang cukup itu akan membuat kita nggak banyak pikiran dan punya kesempatan untuk mempertimbangkan banyak hal.”

Banyak mencari info dan berdiskusi

“Banyak browsing referensi acara lamaran akan membuat kita lebih mudah mengambil keputusan. Jangan lupa berdiskusi dengan pasangan dan keluarga supaya kita nggak salah mengambil keputusan.”

Mengerjakan bersama pasangan

“Menyiapkan acara lamaran bersama pasangan akan membuat kita lebih memahami pasangan. Kita juga jadi punya banyak waktu berdua. Jadi, jangan lupa untuk selalu berdiskusi dan menyiapkan segalanya bersama. Percaya deh, ini akan membuat kalian bertambah kompak.”

“Inspirasi acara lamaranku banyak aku dapatkan dari cerita-cerita yang pernah di-posting di The Bride Dept. Di sana banyak cerita yang sederhana, tetapi terkesan mewah. Aku suka banget membaca cerita-cerita mereka. Thanks, team The Bride Dept!” tutup Lisa tersenyum.

Persiapan Sebelum Bertemu dengan Calon Mertua

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

“Besok aku kenalin kamu sama orang tuaku ya”. Kalimat itu bisa jadi menjadi sesuatu yang membahagiakan namun juga mendebarkan. Siapa yang tidak senang apabila pasangan kita mau memperkenalkan diri kita pada orangtuanya. Hal ini merupakan pertanda bahwa dia serius dan ingin lanjut ke jenjang yang lebih serius. Tetapi yang namanya ketemu untuk pertama kali wajar saja ada perasaan cemas, khawatir dan nervous.

Berikut tips untuk kamu yang akan bertemu calon mertua untuk pertama kalinya :

  1. Pakailah pakaian yang sopan. Lupakan saja mini skirt atau celana “gemes” yang biasa kamu pakai. Pakai baju yang membuatmu nyaman dan orang yang melihatnya juga ikut nyaman. Tidak lucu kan kalau kamu sibuk menarik – narik rokmu saat sedang mengobrol.
  2. Sapa dan salam mereka dengan sopan. Cari tau dengan anaknya kebiasaan yang ada di rumah mereka. Ada orangtua yang terbiasa hanya menyalam, namun ada juga yang menyalam dan mencium punggung tangan (salim).
  3. Bawa buah tangan. Sudah menjadi budaya di Indonesia apabila bertandang/bertemu dengan orangtua sebaiknya kita membawa buah tangan. Bawa saja kue – kue kering atau makanan kegemaran mereka yang bisa kamu cari tau dari anaknya.
  4. Orangtua biasanya senang mengobrol dan diperhatikan omongannya. Pada saat ini kita sebaiknya lebih banyak mendengar dan jangan terlalu ambil alih pembicaraan, apalagi memotong. Jika camer termasuk orang yang pendiam, kamu bisa pancing dengan obrolan – obrolan mengenai topik yang sedang hangat saat ini. Jangan sampai akward, hindari topik – topik yang nyeleneh atau kontroversial. Pintar – pintar membaca situasi dan karakter camer.
  5. Tawarkan bantuan. Jika kamu diundang untuk makan di rumah camer, sehabis makan kamu bisa menawarkan bantuan untuk merapihkan meja makan dan menaruhnya di sink. Tidak perlu sampai mencuci piring , karena nanti malah terlihat seperti cari perhatian mengambil hati camer. Jangan lupa berterima kasih atas jamuan makanannya.
  6. Tahan dulu untuk mengkritik anaknya di depan mereka. Selain karena tidak penting, orangtua mana yang suka kalau anaknya dijelek – jelek an walau dengan pacar sendiri. Jika ditanya tentang bagaimana anaknya terhadap kita, katakan saja sisi – sisi positifnya.
  7. Last but not least, tersenyum!. Sudah tau kan kalau senyum itu menambah kecantikan kita. First impression itu penting sekali disini, percuma dong kalau sudah cantik dan berpakain bagus kalau mukanya cemberut. Selalu tebar senyum pada camer sehingga mereka merasa nyaman dengan kita.

Semoga tips dari kamu membantu ya! Good luck!

Tips Memilih Menu Pesta Pernikahan

Posted on by Gregoria Elsa & filed under How To.

Pernikahan adalah salah satu momen yang sangat penting dalam hidup. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk memenuhi segala keperluan pesta, termasuk mempersiapkan menu pesta pernikahan. Dalam benak para tamu, suatu pesta pernikahan itu identik dengan makan enak. Menyajikan hidangan yang enak merupakan hal yang penting karena biasanya orang akan menilai keberhasilan suatu pesta pernikahan dari makanannya. Jika hidangan yang kamu sajikan ternyata rasanya kurang lezat atau jumlahnya kurang, hal ini membuat malu sekeluarga dan mengecewakan para tamu. Agar terhindar dari hal-hal demikian, kamu bisa coba cara-cara berikut ini dalam menyiapkan menu pesta pernikahan

1. Sesuaikan Menu dengan Tema Pernikahan

Apakah pesta pernikahanmu bertema tradisional? Atau internasional? Bila pernikahanmu bertema tradisional, kamu bisa menyajikan menu dengan didominasi oleh makanan daerah seperti bakso, sate, atau siomay. Kamu juga bisa menggunakan peralatan makan tradisional agar nuansanya lebih terasa. Jika kamu menyelenggarakan pesta pernikahan dengan tema internasional, kamu bisa menghidangkan berbagai jenis makanan luar negeri sebagai menu utama, misalnya steak, kebab, atau buffet barbecue.

2. Tentukan Jumlah Makanan

Menentukan porsi makanan merupakan salah satu hal yang penting dalam menyusun menu pesta pernikahan. Jumlah makanan sebaiknya disiapkan lebih banyak dari daftar tamu undangan. Sediakan porsi makanan dengan jumlah 2 kali lipat dari jumlah undangan yang disebarkan, misal jika kamu menyebarkan 500 undangan maka sediakanlah makanan untuk 1000 orang. Tetapi biasanya hanya 85 – 90% tamu undangan yang akan hadir. Selain itu untuk menghitung jumlah buffet dan food stall yang harus disediakan, gunakan ratio buffet : food stall dengan perbandingan paling tidak 60 : 40. Untuk menghitung jumlah food stall, hasil perhitungan ratio tadi sebaiknya dikalikan 3, karena biasanya orang akan mengambil makanan maksimal dari 3 gubug.

3. Sediakan Menu yang Bervariasi

Pilihlah menu dengan berbagai ragam jenis. Jangan sampai kamu menyediakan makanan yang semuanya serba daging, serba ikan, atau serba sayuran. Makanan yang bervariasi tentu membuat tamu undangan merasa tertarik. Sediakan beragam masakan agar para tamu undangan bisa memilih makanan yang sesuai dengan selera mereka. Sebaiknya menu pesta pernikahan tidak hanya terdiri dari makanan utama, tapi sediakan juga makanan ringan seperti es krim, puding, atau kue. Anak kecil yang ada dalam pesta pernikahanmu juga pasti akan menyukainya.

4. Pilih Menu yang Disukai Kebanyakan Orang

Pilihlah menu makanan yang pada umumnya sudah dikenal orang, bukan menu yang aneh atau kurang akrab di lidah orang Indonesia. Selain itu, sebaiknya kamu juga menyediakan makanan yang tidak merepotkan saat dimakan, karena banyak orang yang lebih menyukai makanan yang praktis. Hindarilah menu seperti ikan atau iga karena akan membuat tamu repot menyisihkan duri atau tulang dari dagingnya. Bagi para tamu, khususnya wanita, makanan seperti ini juga bisa merusak lipstik.

5.  Sesuaikan Menu Makanan Dengan Daerah Asal Kedua Mempelai

Biasanya jenis makanan pada pesta pernikahan disesuaikan dengan tempat asal kedua mempelai. Menu dalam pesta pernikahan juga bisa mengambil dari masakan khas daerah asal kamu. Jika kamu berasal dari Palembang, kamu bisa memilih hidangan seperti pempek atau tekwan. Jika pasanganmu berasal dari daerah Solo, tidak ada salahnya untuk menghidangkan pula selad solo pada saat pesta pernikahan. Pastikan menu makanan yang disediakan sesuai dengan citarasa kamu, pasangan, dan keluarga ya!

Pernikahan adat Sunda dan Tapanuli ala Cilla dan Yamani

Posted on by Enya & filed under The Wedding.

Kisah cinta Cilla dan Yamani mungkin merupakan salah satu kisah ‘cinta pada pandangan pertama.’ Diawali dari saling senyum dan curi-curi pandang saat masih sama-sama kuliah di kampus yang sama, akhirnya di tahun 2011 mereka secara kebetulan ada di kelas yang sama dan memberanikan diri untuk saling berkenalan. Kisah mereka berlanjut ke acara lamaran bertema dusty blue yang telah dilangsungkan pada bulan Januari yang lalu, yang juga sempat diliput oleh The Bride Dept. Bulan Mei 2016 ini, akhirnya Cilla dan Yamani melangsungkan acara pernikahan. Mau tau cerita lengkapnya? The Bride Dept menghadirkan cerita lengkapnya untuk kamu berikut ini.

Dalam mempersiapkan acara pernikahan ini, bagi Cilla tantangan terberatnya adalah menahan keinginannya sendiri karena Cilla menyadari bahwa acara pernikahan ini bukan acara sendiri, melainkan juga acara orang tua. Untuk bisa mengatasi tantangan ini, Cilla menyempatkan diri meluangkan waktu untuk ‘me time’ seperti perawatan ke salon atau luluran, “Di situ pikiran kita bisa lebih relax dan berpikir lebih jernih soal persiapan kita, seperti mana yang perlu dikurangi atau lebih difokuskan,” ujar Cilla.

Acara resepsi pernikahan Cilla dan Yamani menggunakan perpaduan adat Sunda dan Tapanuli. Kenapa? Karena kedua orang tua Cilla berasal dari Sunda dan kedua orang tua Yamani berasal dari Tapanuli. Dari awal, Cilla punya impian untuk menggunakan Siger Sunda saat akad nikah, dan akhirnya impian itupun bisadiwujudkan karena Cilla mengenakan Siger saat akad nikah, “Siger Sunda sangat cantik aku jadi berasa seperti tuan putri, tidak ingin dilepas rasanya,” ujarnya.

Karena akad nikah Cilla dan Yamani menggunakan adat Sunda, Cilla dan Yamani menjalankan prosesi Saweran lengkap yang termasuk Meuleum, Harupat, Nincak Endog, Ngalangkahan Barera, Huap, Lingkung, Saweran dan Ngalapaskeun Manuk Japati. Untuk prosesi tarik-tarikan ayam, Cilla dapat potongan yang lebih besar, “konon katanya yang dapat lebih besar bisa membawa rezeki yang lebih besar, aamiin..,” tambah Cilla.

Untuk acara resepsi, Cilla dan Yamani mengangkat adat Tapanuli yang dibuka oleh penampilan Pencak Silat dan tarian Sabe-sabe. Menariknya, Cilla dan Yamani melakukan prosesi tarian Tor-tor pengantin tanpa diiringi penari lainnya, “all eyes on us!,” ujar Cilla semangat. Untuk menampilkan tarian ini, Cilla dan Yamani hanya latihan selama satu hari saja, dan itu dilakukan lima hari sebelum hari-H. Saat ditawari untuk latihan lebih sering, mereka menolak karena mereka tidak mau bertemu ketemu terlalu sering sebelum hari H. Tapi walaupun mereka hanya latihan satu hari, tarian Cilla dan Yamani mendapat sambutan yang meriah lho dari para tamu undangan, “the moment was priceless, rangkaian prosesi adat dari akad nikah hingga resepsi meninggalkan memori yang sangat berarti dan menyenangkan. Benar-benar menggambarkan kebahagiaan kami sebagai pengantin,” ujar Cilla.

Untuk dekorasi, Cilla dan Yamani mempercayakan pada Agung Decoration. Pada awalnya Cilla dan Yamani berencana untuk menggunakan pelaminan nasional bernuansa soft gold dengan paduan ulos merah untuk tetap memunculkan suasana adat Tapanuli, yang juga sudah disanggupi oleh Mas Ahmad dari pihak Agung Decoration. Saat technical meeting terakhir, Cilla request kepada pihak Agung Decoration untuk membuat foto corner dengan hiasan bernuansa Tapanuli. Pihak dekor menyanggupi sambil memberi contoh gambar yang memikat Mama dari Yamani, dan akhirnya memutuskan untuk merubah konsep pelaminan.

Awalnya Cilla dan Yamani khawatir mengingat waktu yang sudah semakin dekat, tapi pihak Agung Decoration meyakinkan kalau semua itu memungkinkan dan bahkan menjanjikan konsep yang baru ini akan jauh lebih bagus dari konsep sebelumnya. Karena pihak dekorasi menjelaskan dengan sangat meyakinkan, ditambah Mama Cilla juga setuju mengenai perubahan itu, akhirnya Cilla dan Yamani menyetujui. Karena ruangan Thamrin Nine tidak terlalu besar, area VIP dirancang terbuka sehingga memberikan kesan luas di dalam ruangan. Untuk detail-detail kecil dalam dekorasi, Cilla mempercayakan semua kepada pihak Agung Decoration karena pihak dekorasi jauh lebih berpengalaman dalam hal tersebut. Saat Cilla melihat dekorasi keseluruhan, hasilnya sangat memuaskan mulai dari suasana yang mewah dengan peletakan dekorasi pohon-pohon, warna pergola, banyaknya bunga di pelaminan dan dekorasi lainnya, “puas banget deh pokoknya kami sekeluarga, sedih banget rasanya saat melihat pelaminan dibongkar setelah selesai acara,” tambah Cilla. Selain itu, untuk menghemat biaya dekorasi dan karena dekorasinya sudah sangat cantik, akad nikah Cilla dan Yamani dilangsungkan di depan pelaminan, cukup dengan menambahkan kursi di dalam ruangan.

Karena resepsi pernikahan Cilla dan Yamani menggunakan adat Tapanuli, Cilla harus mengenakan Bulang. Walaupun ringan, Bulang harus dikenakan dan diikat sekencang mungkin agar tidak jatuh ke depan. Awalnya Cilla tidak merasakan kesusahan saat memakai Bulang, dan menariknya lagi, ada dua rantai yang mengelilingi kedua mata Cilla, “katanya arti dari rantai itu agar tidak melirik laki-laki lain lagi,” jelasnya. Pusing mulai dirasakan Cilla saat proses foto bersama sebelum resepsi dimulai, dan walaupun sudah makan saat sedang didandani, Cilla merasa semakin sakit kepada dan mual luar biasa.

Ternyata, sakit kepala berasal dari ikatan Bulang yang terlalu kencang, terlebih lagi Cilla punya riwayat pingsan. Akhirnya Cilla berbisik ke Yamani dan meminta untuk minum teh hangat dan obat sebelum memasuki ruangan resepsi. Saat itu juga salah seorang dari pihak Sanggar yang bernama Mbak Wi, datang dan memberi tahu kalau orang yang awalnya membantu memasangkan Bulang di kepala Cilla sudah pulang, otomatis Cilla langsung lemas khawatir Cilla tidak bisa mengikuti acara sampai selesai. Tapi ternyata Mbak Wi sangat helpful dan bisa membantu memasang ulang Bulang. Setelah Bulang dipasangkan ulang di kepala Cilla, dibantu dengan teh hangat dan obat-obatan, akhirnya Cilla bisa tetap menjalani prosesi resepsi hingga selesai. Memakai Bulang memberikan kesan tersendiri bagi Cilla, “jadi kesimpulannya tidak mudah untuk memakai Bulang dan aku bahagia sekali bisa mengenakannya dengan baik sampai selesai,” ujar Cilla.

Untuk bridesmaids, Cilla tetap mengacu pada adat Tapanuli dan memutuskan bridesmaid untuk mengenakan baju kurung dan songket untuk tetap bernuansa Tapanuli. Tapi agar tidak bosan, dan berdasarkan ide dari salah satu sahabatnya yang kebetulan memiliki usaha jahit bernama @samara_atelier. Akhirnya seragam bridesmaids dibuat dengan model drapery yang sedang musim saat ini. Awalnya Cilla sempat khawatir kalau teman-temannya akan kesulitan mencari penjahit yang bisa membuat baju model drapery, tapi ternyata saat resepsi, Cilla melihat seragam yang dikenakan teman-temannya persis dengan apa yang Cilla harapkan, dan semua temannya menjahit seragamnya di @samara_atelier.

Untuk bridesmaid, Cilla membaginya dalam dua kategori warna yaitu abu-abu dan magenta, dan semua bridesmaids merupakan sahabat-sahabat Cilla sejak dari bangku SMA hingga kuliah, dan juga teman-teman kantor Cilla, “senang banget saat melihat mereka jadi pagar ayu saat aku jalan ke pelaminan,” ujar Cilla. Saking puasnya melihat seragam bridesmaid, Cilla juga menyisakan bahan yang sama untuk dijahit dengan yang sama dengan teman-temannya lho.

Saat kami bertanya mengenai tiga vendor yang paling memuaskan menurut Cilla dan Yamani, ini jawaban mereka:

1. Fitri Liza

“Make up-nya sukaa banget, banyak yang memuji manglingi. Mba Fitri ramah dan helpful sekali.”

2. Agung Decoration

“Puas banget dengan dekorasinya, Thamrin Nine disulap menjadi semakin elegan. Mas Ahmad sangat enak diajak berdiskusi dan cepat dalam merespon.”

3. Owlsome Project

“Mas Vega & team ramah banget dan hasil fotonya bagus banget. Seperti menceritakan sebuah perjalanan. Puas deh pokoknya.”

Dari rangkaian acara pernikahan ini, yang paling berkesan bagi Cilla adalah momen saat Cilla dipasangkan melati disekitar kepala Cilla saat akad nikah, “Disitu rasanya luar biasa sekali, wangi melati-nya sangat harum dan itu membuatku sadar kalau this is it, I’m getting married. That feeling was magical,” ujarnya.

Selain itu, momen lain yang juga berkesan adalah saat Yamani menjemput Cilla ke atas melalui tangga yang ada di tengah ruangan Thamrin Nine untuk menuju pelaminan sambil diiringi lagu kesukaan Cilla, I Finally Found Someone dari Barbra Streisand. Berjalan menuju pelaminan sambil diiringi senyuman dari bridesmaids juga menjadi momen yang paling berkesan bagi Cilla, “speechless,” tegasnya. Dan momen terakhir yang paling berkesan bagi Cilla adalah saat Cilla dan Yamani menari Tor-tor, dan saat prosesi foto berdua, tiba-tiba Yamani menggendong Cilla, “Kapan lagi digendong dengan pakaian pengantin lengkap,” ujar Cilla.

Untuk brides to be, Cilla punya pesan khusus dalam mempersiapkan acara pernikahan, yuk simak tipsnya langsung dari Cilla berikut ini:

“Jangan sampai lupa meluangkan waktu untuk quality time dengan pasangan karena sibuk mempersiapkan pernikahan. Aku dan Yamani sama-sama kerja kantoran dan hanya memiliki akhir pekan untuk urusan pernikahan ini. Ada kalanya mood kita berdua lagi kurang bagus dan mengganggu proses persiapan itu sendiri. Oleh karena itu, quality time sangat dibutuhkan. Untuk pestanya sendiri, aku menyarankan untu menikmati saja setiap detiknya karena kita pasti akan kangen masa-masa tersebut. Kita juga harus ingat bahwa there are so much more after the wedding, jadi jangan terfokus pada hari H saja. Siapkan mental juga ya untuk menjadi istri dan menantu!”

Emergency Kit yang Harus Dipersiapkan di Hari Pernikahan

Posted on by Rebebekka & filed under How To, Wedding Day.

Berbulan – bulan mempersiapkan pernikahan tentu semua hal sudah kita pikirkan secara matang dan detail. Hingga hari H datang kita berharap semuanya sudah tersedia. Namun seperti yang kita ketahui, segala hal bisa terjadi diluar kendali kita terutama yang berhubungan diri kita sendiri sebagai brides. Karena kita yang paling tahu diri kita, oleh karena itu kita harus mempersiapkan perlengkapan wedding day – just in case – kit ke dalam satu tas. Perlengkapan ini harus kamu persiapkan jauh – jauh hari menjelang pernikahan. Saat hari H, titipkan tas ini kepada bridesmaid dan pastikan tidak berada jauh dari kamu saat hal – hal urgent tersebut terjadi. Apa saja sih isinya, berikut perlengkapan yang biasanya dibutuhkan para brides. Just in case!

1. Permen mint: Tegang dan jarang bicara saat akad nikah atau pemberkatan bisa membuat nafas kamu jadi tidak sedap loh! Sediakan permen mint untuk menyegarkan mulut.

2. Gunting, benang, jarum, peniti: Just in case sesuatu terjadi dengan wedding dress atau kebaya kamu.

3. Oil face paper: Pernikahan dengan konsep outdoor kadang membuat wajah kamu berminyak karena sengatan matahari

4. Alat tulis: Untuk menulis atau menandatangani sesuatu yang tidak terduga

5. Uang cash: Siapa tahu ada yang harus dibayar dengan uang tunai atau kamu mau jajan sebelum acara dimulai.

6. Charger handphone/ Powerbank: Baterai handphone harus selalu terisi penuh bukan?

7. Tissue: Untuk menghapus air mata bahagia yang pasti akan jatuh.

8. Tetes mata: Meredakan mata yang merah sehabis menangis, tangisan bahagia tentunya.

9. Make up remover: Just in case, air mata kamu membuat eyeliner dan mascara kamu luntur.

10. Minyak angin: Pernah dengar kan cerita liputan The Bride Dept tentang brides yang disengat lebah saat menikah di pinggir pantai!

11. Kipas angin mini: Mungkin saja saking banyaknya orang sehingga AC di ruangan tidak terasa dingin. Brides tidak boleh kegerahan, hihihi.

12. First aid: Safety first!

13. Obat – obatan pribadi : Obat pusing, obat alergi, obat kembung dan obat – obatan lainnya buat sakit yang bisa saja muncul tiba – tiba.

14. Pembalut : Dia bisa datang kapan saja!

15. Jepit rambut: Untuk mengatasi tatanan rambut yang tiba – tiba rusak kena sambar tangan tamu atau kena angin.

16. Snack : Penting di saat kamu lapar dan sulit menyentuh makanan yang jauh dari pelaminan.

17. Deodorant : Mungkin saja saking excited-nya kamu atau pasangan lupa mengoleskan deodorant sehabis mandi.

18. Sikat dan pasta gigi : Sama seperti kasus deodorant diatas.

19. Sedotan : Ketika kamu ingin minum tetapi tidak ingin merusak lipstick.

20. Sunscreen dan payung : Perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang tak menentu. Sedia sunscreen, just in case, kamu harus menyambut tamu atau menjalani sesi foto diluar ruangan saat sengatan matahari sedang terik. Jangan lupa sedia payung sebelum hujan. Bawa yang kecil dan bisa dilipat ya.

Lamaran Tomy dan Soraya dengan Tema Fuschia

Posted on by NSCHY & filed under The Engagement.

Cinta monyet ternyata pernah berlabuh diantara Tomy dan Soraya. Berpacaran putus-nyambung khas anak remaja sejak kelas 2 SMA, keduanya akhirnya sadar akan pentingnya satu sama lain dan mulai menjalin hubungan yang lebih serius selepas bangku SMA.

Di awal perjalanan hubungan yang serius itu, keduanya sudah dihadapkan dengan cobaan LDR tanpa komunikasi selama 3 bulan, saat Tomy mengikuti masa orientasi sebelum masuk asrama, ia dilarang berkomunikasi lewat handphone.

“Kalau aku kangen, aku cuma bisa nge-dm dia aja di Twitter atau sms dia. It was a stressful moment!” kenang Soraya.

Perjuangan mereka tidak hanya 3 bulan semasa orientasi, namun masih ada tiga tahun, saat pendidikan di asrama di mana komunikasi Tomy dibatasi, hanya bisa SMS atau telepon di malam hari. Seusai pendidikan, merekapun masih setia dengan LDR karena Tomy harus tugas di luar kota.

“Lama kelamaan aku sudah terbiasa dengan pola pacaran seperti ini, mengajarkan kita jadi lebih mandiri.”

Jarak bukanlah masalah karena sejak lulus SMA merekapun sudah menjalani hubungan yang lebih serius. Terbukti ketika Soraya menghadiri pelantikan seusai orientasi bersama kedua orang tua Tomy. Di mana sejak saat itu, Soraya sudah mendekatkan diri dengan keluarga Tomy.

Tidak terasa bertahun-tahun LDR, Soraya dan Tomy mampu mempertahankan hubungan hingga ke jenjang yang lebih serius, lamaran. Tomy memang bukan orang yang romantis yang memberikan lamaran manis untuk Soraya, namun keseriusannya dengan Soraya itu yang membuatnya patut diacungi jempol karena langsung meminta izin ke orang tua Soraya.

Jika biasanya pengikat pasangan dilambangkan dengan cincin saja, Soraya dan Tomy menambahkan peningset atau tanda ikat untuk satu sama lain. Soraya diberikan kain dan selendang dari calon mertuanya, sedangkan Tomy diberikan peci dan sarung dari Ibu Soraya. Pasalnya, selain cincin, barang-barang tersebut sebagai tanda untuk mengikat calon menantu dari para orang tua.

Lamaran yang dipersiapkan selama satu setengah bulan sebelumnya ini bertemakan fuschia-pinkish & bronze, sesuai dengan warna kesukaan Soraya. Ia memilih fuschia sebagai warna kebayanya, putih dan bronze untuk warna tenda yang match dengan warna rumah, sedangkan pink untuk dekorasi bunga-bunga. Membuat semuanya terasa lebih manis ditambah saat Tomy mengutarakan niatnya untuk melamar, menjadikan momen itu paling berharga untuk Soraya.

Tidak terasa, meskipun dipersiapkan ditengah-tengah kesibukan kerja dan kerumitan mengatur waktu untuk bertemu vendor, acara lamaran yang dihiasi dengan banyak bunga Lily ini dapat terlaksana dengan lancar. Apalagi ditambah dengan bantuan sang Mama Soraya yang ikut berpartisipasi mempersiapkan acara besar anaknya itu.

“Aku cuma seleksi vendor yang kebanyakan aku ambil dari Instagram dan The Bride Dept terus mama yang ngehandle untuk ketemu vendor-vendor tersebut. Mama helpful banget!”.

Selamat untuk Soraya dan Tomy! Semoga semua persiapannya lancar hingga ke hari pernikahan ya!

Tips untuk brides to be,

“Lakukan riset mengenai vendor-vendor yang OK sebelum deal dengan mereka, bisa lewat Instagram atau The Bride Dept. Kalau kamu bekerja, kamu bsia mengandalkan orang tua atau teman dekat yang punya waktu lebih fleksibel untuk ikut membantu dan mengurus acara tersebut. Minta bantuan mereka untuk bertemu vendor pada saat hari kerja karena beberapa vendor susah ditemui pada saat weekend. Jangan lupa sisipkan personal touch pada dekorasi, bisa dari warna kesukaan. Yang terakhir, pamper yourself supaya pada hari lamaran, kamu terlihat sangat stunning.

Top 3 Vendor:

1. Unggul Rolledianto (@Rolledianto_makeover)

Thumbs up untuk makeup nya mas Unggul! Semua teman dan keluarga ku bilang make up nya bagus banget, bahkan setelah acara banyak banget temen kantor yg nanyain make up nya.

2. Fadlan Indonesia

Aku suka banget bikin kebaya di Fadlan, fittingan nya bikin aku gak terlihat gemuk dan bustier nya gak sesak sama sekali. Jadi nyaman bgt pas dipake. Plus, pengerjaan nya sangat tepat waktu.

Sangat professional dan gak ribet. Dan dengan makanan nya yg enak-enak banget, tamu-tamu pada suka J