Lamaran Tomy dan Soraya dengan Tema Fuschia

Posted on by NSCHY & filed under The Engagement.

Cinta monyet ternyata pernah berlabuh diantara Tomy dan Soraya. Berpacaran putus-nyambung khas anak remaja sejak kelas 2 SMA, keduanya akhirnya sadar akan pentingnya satu sama lain dan mulai menjalin hubungan yang lebih serius selepas bangku SMA.

Di awal perjalanan hubungan yang serius itu, keduanya sudah dihadapkan dengan cobaan LDR tanpa komunikasi selama 3 bulan, saat Tomy mengikuti masa orientasi sebelum masuk asrama, ia dilarang berkomunikasi lewat handphone.

“Kalau aku kangen, aku cuma bisa nge-dm dia aja di Twitter atau sms dia. It was a stressful moment!” kenang Soraya.

Perjuangan mereka tidak hanya 3 bulan semasa orientasi, namun masih ada tiga tahun, saat pendidikan di asrama di mana komunikasi Tomy dibatasi, hanya bisa SMS atau telepon di malam hari. Seusai pendidikan, merekapun masih setia dengan LDR karena Tomy harus tugas di luar kota.

“Lama kelamaan aku sudah terbiasa dengan pola pacaran seperti ini, mengajarkan kita jadi lebih mandiri.”

Jarak bukanlah masalah karena sejak lulus SMA merekapun sudah menjalani hubungan yang lebih serius. Terbukti ketika Soraya menghadiri pelantikan seusai orientasi bersama kedua orang tua Tomy. Di mana sejak saat itu, Soraya sudah mendekatkan diri dengan keluarga Tomy.

Tidak terasa bertahun-tahun LDR, Soraya dan Tomy mampu mempertahankan hubungan hingga ke jenjang yang lebih serius, lamaran. Tomy memang bukan orang yang romantis yang memberikan lamaran manis untuk Soraya, namun keseriusannya dengan Soraya itu yang membuatnya patut diacungi jempol karena langsung meminta izin ke orang tua Soraya.

Jika biasanya pengikat pasangan dilambangkan dengan cincin saja, Soraya dan Tomy menambahkan peningset atau tanda ikat untuk satu sama lain. Soraya diberikan kain dan selendang dari calon mertuanya, sedangkan Tomy diberikan peci dan sarung dari Ibu Soraya. Pasalnya, selain cincin, barang-barang tersebut sebagai tanda untuk mengikat calon menantu dari para orang tua.

Lamaran yang dipersiapkan selama satu setengah bulan sebelumnya ini bertemakan fuschia-pinkish & bronze, sesuai dengan warna kesukaan Soraya. Ia memilih fuschia sebagai warna kebayanya, putih dan bronze untuk warna tenda yang match dengan warna rumah, sedangkan pink untuk dekorasi bunga-bunga. Membuat semuanya terasa lebih manis ditambah saat Tomy mengutarakan niatnya untuk melamar, menjadikan momen itu paling berharga untuk Soraya.

Tidak terasa, meskipun dipersiapkan ditengah-tengah kesibukan kerja dan kerumitan mengatur waktu untuk bertemu vendor, acara lamaran yang dihiasi dengan banyak bunga Lily ini dapat terlaksana dengan lancar. Apalagi ditambah dengan bantuan sang Mama Soraya yang ikut berpartisipasi mempersiapkan acara besar anaknya itu.

“Aku cuma seleksi vendor yang kebanyakan aku ambil dari Instagram dan The Bride Dept terus mama yang ngehandle untuk ketemu vendor-vendor tersebut. Mama helpful banget!”.

Selamat untuk Soraya dan Tomy! Semoga semua persiapannya lancar hingga ke hari pernikahan ya!

Tips untuk brides to be,

“Lakukan riset mengenai vendor-vendor yang OK sebelum deal dengan mereka, bisa lewat Instagram atau The Bride Dept. Kalau kamu bekerja, kamu bsia mengandalkan orang tua atau teman dekat yang punya waktu lebih fleksibel untuk ikut membantu dan mengurus acara tersebut. Minta bantuan mereka untuk bertemu vendor pada saat hari kerja karena beberapa vendor susah ditemui pada saat weekend. Jangan lupa sisipkan personal touch pada dekorasi, bisa dari warna kesukaan. Yang terakhir, pamper yourself supaya pada hari lamaran, kamu terlihat sangat stunning.

Top 3 Vendor:

1. Unggul Rolledianto (@Rolledianto_makeover)

Thumbs up untuk makeup nya mas Unggul! Semua teman dan keluarga ku bilang make up nya bagus banget, bahkan setelah acara banyak banget temen kantor yg nanyain make up nya.

2. Fadlan Indonesia

Aku suka banget bikin kebaya di Fadlan, fittingan nya bikin aku gak terlihat gemuk dan bustier nya gak sesak sama sekali. Jadi nyaman bgt pas dipake. Plus, pengerjaan nya sangat tepat waktu.

Sangat professional dan gak ribet. Dan dengan makanan nya yg enak-enak banget, tamu-tamu pada suka J

Tips Mengirimkan Undangan Online

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Selain berpartisipasi dalam mengatasi global warming, mengirimkan undangan secara online memang terlihat lebih efektif mengingat hampir semua orang handal dalam bergadget, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Mengirimkan undangan lewat e-mail memang terlihat lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya. Namun tanpa disadari, mengirimkan undangan online juga ternyata mengkonsumsi waktu karena kamu kan sering mengecek e-mail, mengkonfirmasi kedatangan dan butuh strategi sendiri agar tetap personal, menarik, dan tidak seperti ‘spam’.

1. Sediakan undangan cadangan

Memang zaman sudah beralih digital. Tapi, jangan lupa, nggak semua orang rutin mengecek e-mail atau sosial medianya. Terlebih lagi jika kamu mengirimkannya hanya beberapa hari sebelum acara. Oleh karena itu, mengirimkan kartu undangan cetak ke beberapa tamu undanganmu tersebut akan terlihat lebih efektif dan tepat sasaran.

2. Pastikan kembali e-mail terbaru mereka

Sebelum mengirimkan undangan kepada kerabatmu, pastikan kamu mengecek kembali e-mail mereka yang aktif. Nggak menutup kemungkinan lho mereka rutin memperbaharui e-mail karena lupa kata sandi atau bahkan membedakan e-mail kantor dan pribadi. Jadi, pastikan kamu mengirimkan ke e-mail yang tepat.

3. Pastikan mereka mendapatkan e-mail

Untuk memastikan bahwa undangannya mendarat dengan aman di e-mail mereka, tak ada salahnya kamu mencantumkan permintaan untuk mereka membalas e-mailnya. Lagipula, kamu juga bisa mendapatkan konfirmasi mereka langsung lho!

4. Kontak kembali tamumu

Ada kalanya, e-mail tersangkut di folder spam atau junk sehingga tidak terbaca oleh rekanmu. Oleh karena itu, sebaiknya, sehari atau dua hari setelah mengirimkan undangan, kamu menghubungi kembali rekanmu yang belum membalas e-mail untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan undangannya.

5. Cantumkan kontak RSVP

Mengundang tamu dalam jumlah yang banyak dan mem-follow up satu per satu mungkin terasa membebani untukmu. Makanya, cantumkan RSVP kontak untuk memastikan kehadiran mereka dan juga memastikan bahwa mereka mendapatkan undangannya. Nah, tugasmu untuk follow up jadi semakin ringan, kan?

6. Jika mengirimkan undangan via sosial media, hindari mengundang via grup

Mengirimkan undangan melalui broadcast gruplah yang terlihat lebih efektif dan menghemat waktu. Tapi percaya atau tidak, cara tersebut kurang personal. Pastinya, sebagai tamu undangan, mereka akan lebih senang dan menghargai jika diundang langsung meskipun format undangannya copy paste.

7. Sisipkan video

Mengirimkan undangan secara online memang sedikit terlihat effortless dan kurang personal, terlebih lagi dengan penyampaiannya yang bergaya kaku atau desain yang membosankan. Akan lebih menarik kalau kamu menyisipkan video kamu dan pasangan seraya mengajak mereka untuk datang ke pernikahanmu. Pasti mereka bakal datang!

8. Arahkan ke link website pernikahanmu

Website tak hanya digunakan untuk mengundang tamu, sekarang ini juga digunakan untuk memperkenalkan kamu dan pasangan melalui cerita di website atau blog. Di situs ini kamu bisa menuliskan cerita pertemuan hingga perjalanan kisah cinta kalian. Boleh juga kasih sneak peek satu atau dua foto pre-weddingmu agar membuat mereka penasaran dan tertarik untuk datang ke acaramu. Jangan lupa juga cantumkan direksi ke lokasi untuk memudahkan mereka menemukan tempatnya.

Mengatasi Stress Sebelum Hari Pernikahan

Posted on by Anita Ve & filed under How To.

Tanggal pernikahan tinggal menghitung hari? Selamat ya! Sebentar lagi kamu akan melangsungkan pernikahan dengan pasangan tercinta. Apakah kamu nervous? Pastinya!

Banyak para calon mempelai, terutama bride-to-be yang dilanda panik dan stress sebelum melangsungkan akad nikah. Banyak pertanyaan yang kerap menghantui, contohnya: Apakah upacaranya akan berjalan lancar? Apakah gaun yang saya pilih sudah pas dan terlihat cantik? Bagaimana kalau para tamu tidak suka dengan acara resepsinya? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang semakin membuat kamu mudah panik.

Berikut adalah tips mengatasi stress sebelum hari-H

1. Kamu tidak sendirian

Mempersiapkan pesta pernikahan memang cukup memakan waktu dan tenaga. Ada kalanya kamu dilanda kepanikan karena banyak hal yang tak kunjung beres. Bila kamu merasa jengkel atau stress, percayalah, kamu tidak sendirian! Merencanakan pernikahan, meskipun telah dibantu oleh EO, terkadang membuat calon mempelai kebingungan akan banyaknya opsi yang ditawarkan. Sangat wajar bila kamu merasa antusias sekaligus grogi. Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena perencanaan ini hanyalah stress sementara.

2. Katakan “Iya” kepada yang menawarkan bantuan

Seseorang yang menawarkan bantuan di persiapan pernikahan kamu pastilah orang yang sudah mengenal kamu. Jangan segan untuk meminta pendapat dari orang terdekat kamu akan segala hal. Mulai dari souvenir, gaun, hingga hairpiece sekalipun. Opini orang yang terpercaya akan membuat kamu semakin mudah menentukan pilihan. Selain itu, meminta bantuan wedding organizer dan event organizer akan membuat tugas semakin ringan karena mereka adalah pakar dibidangnya. Jadi, kamu dan calon pasangan cukup memonitor progress-nya.

3. Tak ada salahnya menjadi egois

Bukan berarti kamu orang yang jahat. Namun kita tidak dapat menghindari berbagai ‘gangguan’ yang terkadang cukup merepotkan. Misalnya, seorang teman yang tiba-tiba minta disediakan transport dari bandara ke hotel, atau gaun yang sedikit kurang nyaman setelah fitting ketiga kalinya, dan lain sebagainya. Ini adalah hari spesial untukmu dan pasangan. Jangan sampai rasa ‘enggan menolak’ menjadi boomerang yang membuat kamu semakin stress. Beranilah untuk mengatakan apa adanya bila tidak memungkinkan untuk menjemput teman di airport atau meminta desainer untuk merubah ukuran gaun sekali lagi.

4. Beristirahat sejenak

Ada kalanya calon mempelai butuh waktu untuk beristirahat. Sekedar menikmati udara sore atau makan di restoran favorit, luangkan waktu untuk pergi bersama pasangan atau sahabat  kamu dan lakukan hal-hal yang menyenangkan meski hanya beberapa jam saja. Relaksasi di spa juga bisa menjadi pilihan refreshing yang dapat kamu nikmati untuk melepas penat

5. Sadarilah bahwa tidak semua hal dapat dikontrol

Dengan menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, kita akan lebih tenang menghadapinya. Begitu juga saat perencanaan pernikahan sudah beres tapi kamu masih saja dihantui pikiran negatif. Lebih baik berfokus pada kehidupan yang akan ditempuh bersama orang yang kamu cintai dan ketahuilah bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.

Menjadi pengantin adalah pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Jangan sampai persiapannya menjadi beban layaknya menghadapi ujian. Nikmati saja momen-momen spesial ini dan bergembiralah di hari penting dalam hidupmu.

 

Acara Lamaran Bertemakan Jawa ala Tria dan Direz

Posted on by Friska R. & filed under The Engagement.

“Aku ketemu sama Direz Februari tahun lalu saat dia mengadakan trunk show Bluesville, brand yang dia kembangkan. Event-nya diadakan di tokonya, di Common House, Panglima Polim,” kata Tria membuka cerita dengan tim The Bride Dept tentang awal pertemuannya dengan Direz, sang calon suami.

Sebenarnya, usaha Tria juga bergerak di bidang yang sama dengan Direz. Brand yang dikembangkan Tria bernama Havehad Footwear dan seringkali berada di satu event yang sama dengan brand Direz, seperti dalam acara Brightspot. Bahkan, Tria mengaku sempat beberapa kali ke booth milik Direz. “Teman-temanku yang cowok di tim Havehad juga kenal dengan Direz, tapi emang mungkin belum waktunya aku ketemu dia kali ya hehehe…”

Sampai suatu hari, Tria menerima undangan dari Direz untuk acara trunk show. “Waktu itu aku malas untuk datang ke acara-acara seperti itu, tapi temenku di Havehad memaksa untuk ikut, biar aku juga kenal dengan tim Bluesville. Akhirnya aku datang dan di situ aku berkenalan dengan Direz. Lalu sebelum pulang, Direz meminta nomor telepon teman-teman Havehadku, termasuk aku. Ternyata, itu cuma modus Direz! Aku tahu ini dari teman-temanku setelah aku pacaran. Mereka bingung ngapain Direz minta nomor mereka padahal sudah suka whatsapp atau telepon dari dulu hahahaha,” Tria berkisah.

Berawal dari minta nomor telepon, ketebak dong akhir kisahnya gimana. Direz jadi sering menghubungi Tria untuk ngobrol ngalor-ngidul. Lucunya, Tria nggak nyadar kalau Direz sedang mendekati dirinya. “Lalu 2 bulan kemudian dia tiba-tiba intens chat aku. Aku nggak curiga karena dia nggak pernah basa-basi nanya ‘udah makan belum’ atau sejenisnya. Direz selalu membuka obrolan dengan topik-topik baru sehingga bikin aku nyaman sama dia. Aku mulai curiga saat dia mulai ngajak-ngajak aku pergi kayak nonton konser atau nonton bioskop,” kata Tria. Obrolan pasangan ini pun kian hangat karena keduanya ternyata sama-sama menyukai film Lord of the Ring. Merasa semakin nyaman dan nyambung saat ngobrol, Tria pun akhirnya menyetujui ajakan Direz untuk ketemuan. Keduanya pun makin intens bertemu dan akhirnya jadian.

Setelah setahun berpacaran, Direz akhirnya menyatakan niatnya untuk meminang Tria lewat wedding proposal yang sangat manis. “Direz mengajak makan di Common House yaitu di resto Mamagoose. Setelah makan, seperti biasa Direz mampir ke tokonya dulu yang ada di bawah Mamagoose. Saat aku mau masuk, tokonya gelap karena lampunya mati. Aku sempat bingung, sih. Tiba-tiba lampu nyala dan di dinding toko ada tulisan MARRY ME. Aku kaget dan yang bikin tambah kaget adalah teman-teman kami yang membantu Direz menyiapkan semuanya keluar dari fitting room semua. Bahkan ada temannya yang siap foto-fotoin momen kita itu hahahahaa…. Malu, kaget, senang, campur aduk semuaa. Lalu Direz tanya Will You Marry me? sambil mengeluarkan cincin, yaa aku jawab “Ya maulahh kan lagi ngurus-ngurusin kawinan kita nih masa ga mau!” sambil ketawa-ketawa. Aku sangat kaget, aku kira Direz ga akan kasih surprise seperti ini, karena Direz langsung melamar aku meminta izin ke ortu aku,” Tria berkisah.

Prosesi lamaran pun diadakan pada 25 Maret lalu dengan mengusung konsep Jawa. “Karena rumahku sendiri udah Jawa banget, maka kami memutuskan untuk mengadakannya di rumahku. Dengan dekorasi yang sudah aku punya, jadi aku tinggal merangkai sendiri bunga-bunga untuk dekor, kebetulan memang aku bisa merangkai bunga. Ditambah rumahku juga udah ada tamannya, kalau kata orang-orang bener-bener serasa di kampung Solo hehehe. Jadi udah ga perlu di dekor banyak-banyak lagi,” kata Tria.

Karena konsep acara dibuat santai dan kekeluargaan, layout tempat duduk pun tidak dibuat saling berhadapan melainkan berdampingan. Keluarga Direz dan Tria duduk berdampingan di kursi bale-bale yang berada di joglo. Nggak hanya konsep lamaran yang unik, ternyata kain yang digunakan pasangan ini adalah hasil karya Direz! Motif batik yang mereka buat terinspirasi dari bunga sepatu (hibiscus). “Kenapa kita memilih bunga sepatu, karena Bluesville kebanyakan menggunakan batik motif bunga dan aku sendiri berbisnis di bidang sepatu, digabung jadi bunga sepatu hehehehe,” kata Tria membocorkan inspirasi idenya.

Kotak cincin pertunangan mereka ternyata merupakan buatan tangan Tria sendiri lho, brides-to-be. “Kotak cincin kaca ini punya rangkaian bunga di dalamnya. Aku pilih hydrangea biru dan dikombinasikan dengan anggrek untuk kesan elegan, di tengahnya baru dikasih cincin,” Tria menjelaskan. Kreativitas mereka nggak cuma sampai di situ. Cincin pertunangan mereka pun didesain sendiri. “Kami terinspirasi dari alam, we engage our imagination in the imperfect nature, appreciating the ring’s design as nature. Makanya tekstur cincinnya tidak smooth tapi seperti kayu,” Tria melanjutkan.

Selain indah, lamaran mereka juga ternyata menyimpan kisah yang berkesan. Siapa sangka kalau om dari Tria dan Direz adalah teman lama saat masih kuliah dulu. “Ditambah lagi saat perkenalan keluarga masing-masing, ternyata ada sepupu kita juga yang sahabatan dan bahkan sering main bersama, jadi keluarga kami juga kaget, baru tahu saat lamaran itu. Ada beberapa sepupu kami yang lain juga saling kenal dan berteman, bahkan tantenya Direz juga temennya Mamaku. Sampai semuanya pada tepuk tangan karena merasa momen ini sangat lucu. Kalau kata om nya Direz, ini emang udah jalan dari Allah, dapat jodohnya deketan dan ternyata masing-masing dari keluarga kita juga deket. Selain itu, di lamaran ini kita merayakan ulang tahun kita berdua, perayaan yang sangat special bersama keluarga dan teman-teman dekat,” kata Tria bahagia.

Selamat ya Tria dan Direz untuk lamarannya. Semoga persiapan pernikahan kalian lancar!

Top vendor pilihan Tria dan Direz:

Toton The Label: “Aku sangat dibantu banget sama timnya Toton. Aku baru pesan bajunya 2 minggu sebelum lamaran, dan mereka cuma punya baju sample. Biarpun Toton bukan desainer khusus customize tapi timnya bersedia untuk membuat baju yang aku mau dalam waktu kurang dari 2 minggu dan mereka berusaha banget untuk tidak mengecewakan kliennya.”

Adi Adrian: “Mas Adi baik banget! Aku dikasih banyak masukan untuk make up, konsep pernikahan dan perawatan kulit. Orangnya humble dan perfeksionis. Apalagi hasil makeup-nya, sesuai sama karakter mukaku. Dia tahu banget pilihan makeup yang pas biar aku terlihat cantik natural dan panglingin tanpa harus menor.”

Xin Kitchen: “Aku dan Direz sangat suka makan dan ingin menjamu tamu dengan menu makanan yang tidak biasa tetapi simple. Makanya kami memesan beberapa makanan dari Xin Kitchen salah satunya mie bebeknya yang memang menjadi signature dish mereka. Kualitas makanannya juga ok, dan kami sangat puas apalagi saat banyak tamu yang bertanya kateringnya sapa dan memuji karena sangat enak.

Tips dari Tria dan Direz:

– Penting untuk setiap pasangan menyatukan konsep lamaran mau seperti apa lalu didiskusikan bersama. Ciptakan komunikasi yang baik sehingga bisa menyatu dengan keluarga dan biar lebih mudah juga dikomunikasikan ke vendor.

– Fokus pada hal-hal yang penting dulu, jangan selalu mengikuti kemauan hati kita masing-masing karena nantinya akan banyak yang missed.

Keep calm, karena kalau kita tenang, kita bisa berpikir jernih dalam mengambil setiap keputusan, jadi ga ada tuh yang namanya “yahh nyesel, tau gituu ini tau gitu itu”

11 Persiapan Mental Membangun Rumah Tangga

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Tidak hanya pesta pernikahan saja yang harus disiapkan dalam menyambut status baru. Mentalpun juga harus disiapkan dengan tujuan menjadi pasangan terbaik dan siap membangun lembaran baru bersama pasangan.

Agar kamu siap mental dalam menghadapi masa depan yang sudah di depan mata ini, perhatikan hal hal berikut ini yuk!

1. Paham bahwa akan ada perubahan di hidup kalian

Ketahuilah bahwa mulai esok, kalian nggak akan bangun sendirian lagi dan kamu harus bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk sang suami. Tidak hanya itu, kamu juga harus menyiapkan makan malam untuk suami dan makan bersama-sama. Dan kamu juga tidak bisa lagi pulang rumah sesuka hatimu karena kamu sudah memiliki suami. Perubahan tersebut akan pasti ada tetapi satu hal yang pasti, perubahan itu adalah perubahan positif. Persiapkan diri sejak awal sehingga kalian nggak merasa kaget dan canggung saat menjalaninya.

2. Terbukalah, namun tetap hargai privasi

Dalam sebuah rumah tangga, kalian tidak hanya menghadapi kenyataan bahwa kalian akan tinggal bersama setiap hari, namun juga kalian akan menghadapi kenyataan bahwa kalian juga akan menghadapi semua masalah bersama, mulai dari masalah keuangan, keseharian, pekerjaan, hingga masa depan seperti anak nantinya. Jadi, terbukalah untuk menghindari masalah yang akan datang di waktu depan. Namun, kalian juga harus saling menghargai privasi masing-masing dan memberikan ruang untuk ‘me time’ agar pasangan kalian tetap dapat menjadi dirinya sendiri.

3. Hargai perbedaan pendapat

Di dalam menjalin hubungan rumah tangga, kalian akan menemukan banyak perbedaan pendapat, mulai dari warna cat untuk kamar, tata letak kamar tidur atau bahkan ruang tamu, cara mengatur keuangan, atau bahkan nanti, mengenai cara mengasuh dan mendidik anak. Pahamilah bahwa kalian adalah dua kepala dan sudah resmi menjadi satu secara hokum dan agama, kalian akan menjadi satu dalam mengatasi semua permasalahan. Oleh karena itu, penting hukumnya untuk menghargai pendapat pasangan dan melihat hal dari sisi lain untuk mencari jalan tengahnya.

4. Bangunlah kecocokan, perbanyaklah kejutan

Hubungan kalian selama pacaran mungkin akan terasa berbeda saat menikah mengingat bahwa kalian akan bersamanya setiap malam dan pagi. Kalian akan menemukan beberapa perbedaan kebiasaan, oleh karena itu, kalian harus terus membangun kecocokan antara satu sama lain mulai dari awal waktu pernikahan sehingga semuanya akan terasa lebih mudah kemudian harinya.

Selain membangun kecocokan, kalian juga harus tetap memberikan kejutan satu sama lain, kejutan kecil saja sudah cukup seperti memberikan notes romantis setiap pagi ataupun mengirimkan bunga ke kantor pasangan untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga.

5. Selalu tunjukan rasa sayang dan jaga romantisme

Di awal pernikahan, kamu mungkin akan merasa sangat bahagia bisa bersama setiap waktu dengan pasangan. Namun perlahan, bahagia itu bisa menjadi bosan karena kamu tidak merasa mendapatkan tantangan lagi mengingat kalian sudah saling memiliki seutuhnya dan bisa bersama sepanjang hari. Jadi, wajib hukumnya untuk terus menunjukan rasa sayang dan romantisme ya!

6. Tetap menjaga penampilan dan perilaku

Bukan berarti kalian harus pencitraan, dan bukan berarti juga harus berlagak seenaknya dan nggak peduli bertingkah dan berpenampilan di hadapan pasangan. Berusaha untuk tetap menjadi yang terbaik di mata pasangan merupakan kunci dalam rumah tangga juga lho. Jangan sampai setelah menikah, pasangan kalian malah ilfeel dengan kebiasaan buruk kalian atau menyesal karena kalian terlihat ‘lebih buruk daripada waktu pacaran’.

7. Bagilah waktu antara teman dan pasangan

Bukan semerta-merta sudah menikah kalian malah menghilang dari peradaban teman-teman seangkatan. Tetap berkomunikasi dengan teman-teman baik juga tidak ada salahnya. Sekali-kali ajak pasanganmu untuk hangout bareng teman-teman agar kalian sama-sama merasa ‘diakui’ dan dapat menghindari hal yang nggak diinginkan.

8. Belajar menjadikannya prioritas

Setelah berumah tangga, prioritas kalian sudah bukan hanya diri sendiri, namun, pasangan juga sudah menjadi prioritas utama. Tetap bergaul memang disarankan, namun jangan sampai lebih menghabiskan banyak waktu di luar dibandingkan bersama dengan pasangan sendiri. Jika kalian dihadapi oleh janji bersama teman dan juga bersama pasangan, pastikan kalian memprioritaskan pasangan dan mendiskusikannya dengan pasangan, jangan langsung mengambil keputusan sendiri. Boleh juga ajak pasanganmu untuk menghabiskan waktu dengan teman-temanmu!

9. Belajar untuk saling percaya

Setelah kalian sudah hidup berdua, kecemburuan karena takut kehilangan mungkin akan semakin meningkat. Jangan berusaha untuk mencolong waktu untuk mengecek handphonenya, jika memang sedang merasa insecure, lebih baik menanyakannya langsung kepadanya. Ketahuilah juga bahwa di luar sana, pasanganmu bertemu dengan banyak orang. Jangan langsung menaruh pikiran negatif, bisa saya orang yang dicurigai itu kliennya dan sedang membicarakan mengenai projek bisnis terbarunya.

10. Kesampingkan ego

Setelah menikah, kalian sudah resmi menjadi “kita”, buang jauh-jauh kata “aku” karena kalian sekarang sudah menjadi satu. Kesampingkan ego untuk pribadi sendiri dan usahakan untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama.

11. Siapkan diri untuk menjadi lebih kuat dan penuh pendirian

Rasanya mustahil jika sebuah rumah tangga tidak dihadapi dengan permasalahan. Kalian harus terus membuka mata untuk segala masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari. Oleh karena itu, tanamkan pada diri kalian untuk menjadi pasangan yang kuat, penuh pendirian dan tegar agar kalian selalu berusaha mempertahankan rumah tangga seberat apapun masalah yang terjadi.

Apapun yang terjadi, ketahuilah bahwa kalian menikah bukan hanya untuk sebulan atau setahun kedepan. Kalian akan menikah untuk seumur hidup, pastikan kalian memperjuangkannya dan melakukan yang terbaik untuk rumah tangga ini.

Pernikahan Adat Bali ala Dewika dan Nyoman di The Patra Bali

Posted on by Anita Ve & filed under The Wedding.

“Usaha keras Nyoman untuk menurunkan berat ternyata berhasil meluluhkan hati Dewika. Menurut Dewika, niat itu membuatnya semakin yakin untuk menerima pinangan Nyoman.”

Nyoman dan Dewika bertemu kali pertama di tahun 2014 ketika Dewika mengadakan arisan rutin di Rembulan bersama teman-temannya. Awalnya, Dewika tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Nyoman meski ia sering mengirimkan pesan kepada Dewika. Apalagi waktu itu Dewika masih memiliki kekasih.

Sempat putus hubungan dengan Nyoman, akhirnya Dewika kembali mengontaknya karena ia membutuhkan seorang dokter untuk berpartisipasi dalam arisan yang diadakan Dewika. Saat merencanakan acara arisan itu, Nyoman meminta bertemu dengan Dewika beberapa kali dengan banyak alasan. “Dia minta proposalnya dikasih langsung di tempat tidak boleh lewat email,” kisah Dewika. Selang beberapa waktu, Nyoman pun meminta Dewika menjadi kekasihnya tapi Dewika punya satu syarat yang harus dipenuhi Nyoman. “Aku mau jadi pacar kamu kalau kamu diet.”

Ternyata permintaan Dewika diwujudkan oleh Nyoman. Ia berhasil menurunkan 20 kg dalam kurun waktu 2 bulan saja demi untuk menjadi kekasih Dewika. “Saat ultahku di bulan Agustus, Nyoman memberikan kejutan berupa balon dan bunga mawar yang ditata rapi di kamarku lalu ia pun memainkan gitarnya dan tiba-tiba bertanya,Will you marry me?”

“Semenjak itu kami hanya punya waktu 5 bulan untuk persiapan pernikahan,” ujar Dewika yang tak sabar menyambut hari bahagianya kala itu.

“Kami mengadakan upacara tradisional untuk pertunangan dan pernikahan selama satu minggu penuh.” Bukan tanpa kendala, Dewika dan Nyoman yang tinggal di Jakarta harus rela bolak-balik ke Bali untuk persiapan resepsinya.

“Cukup merepotkan,” keluh Dewika ketika mengingat bagaimana sulitnya ia dan Nyoman memilih vendor-vendor tanpa campur tangan orang tua. “Kami ingin pernikahan ini menjadi buah pikiran kami berdua,” cerita Dewika lagi. Dewika mengaku ada beberapa vendor yang sengaja didatangkan langsung dari Jakarta untuk bekerja sama dengan vendor yang ada di Bali. Meski begitu, Dewika mengaku sangat terbantu dengan keberadaan mereka yang sangat memudahkan persiapan resepsi.

Karena Ibu Nyoman keturunan Tionghoa dan ayahnya berdarah Bali, maka mereka pun memutuskan untuk memakai dekorasi yang mengkombinasikan kedua unsur budaya tersebut. “Aku memakai Paes Buleleng untuk pesta adat tradisionalnya.”

Ada 3 rangkaian prosesi yang harus dilalui oleh pasangan ini. Pertama, Mereraosan, yakni prosesi dimana keluarga inti calon mempelai pria mendatangi kediaman mempelai wanita untuk membicarakan niat sang pria dalam meminang calon istrinya. “Adat kami tidak mengenal istilah lamaran.” Ketika prosesi ini selesai maka berlanjut ke prosesi kedua, yakni Mepamit/Ngidih.

Prosesi ini adalah upacara untuk berpamitan, memohon diri untuk meninggalkan rumah. Pengantin wanita akan dijemput oleh keluarga besar mempelai pria lalu bersama-sama menuju ke kediaman mempelai pria. Pada prosesi ini, diberikan pyula seserahan dan sajen.

Prosesi terakhir adalah Pawiwahan yang memakan waktu satu hari penuh. Dewika menjelaskan, “Prosesi ini semacam akad nikah bagi kami. Di dalam prosesi inilah calon mempelai pria dan wanita akhirnya resmi menjadi suami istri di mata Tuhan.”

Setelah upacara adat tradisional selesai, kedua mempelai ini memutuskan untuk menggelar resepsi pernikahan bertema internasional. “Kami telah menjalankan prosesi adat selama berhari-hari makanya kami memutuskan untuk memakai konsep yang lebih modern di pesta resepsinya.”

Meski begitu, mereka tak melupakan budaya begitu saja karena di acara pernikahannya, tarian kecak untuk menyambut kedatangan mempelai dan dekorasi adat Bali menjadi unsur unik dalam pesta itu. Awalnya, mereka mengaku kesusahan untuk menemukan penari kecak dalam jumlah sedikit. Namun akhirnya mereka pun menemukan penari kecak berjumlah 10 orang.

Tak tanggung-tanggung, pesta pernikahan Nyoman dan Dewika diadakan dua kali dalam satu hari. Yang pertama, Sunset Cocktail yang dimulai jam 5 hingga 6.30 malam. “Sunset Cocktail itu seperti pre-party bagi kami soalnya pesta biasa sudah terlalu mainstream,” jelas Dewika yang hanya mengundang kerabat dekat masing-masing untuk menghadiri pesta cocktail ini. “Kami menggunakan baju pesta berwarna putih dan acaranya sangat santai. Kami semua duduk-duduk di sofa sambil menikmati matahari terbenam.”

Lalu acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam mulai dari jam 7 hingga 9.30. “Acara ini lebih formal dan mengundang kerabat dari orang tua kita masing-masing.” Pada resepsi ini, Dewika menggunakan gaun berwarna merah dan dekorasi ruang pun dibuat romantis.

Dewika tak menyangka bahwa Nyoman akan memberikan kejutan untuknya, yaitu ketika ia tiba-tiba menyanyikan sebuah lagu tanpa persiapan. “Suaranya gemetar karena grogi,” ujar Dewika. Dari keseluruhan acara resepsi, momen inilah yang menurutnya paling berkesan.

Top 3 Vendor Pilihan Dewika:

1. Galih Prakarsa

“Saya super puas! Meski desain gaun Galih sering dipakai artis ibukota, ternyata Galih tidak sombong. Sangat komunikatif dan selalu meluangkan waktu untuk bertemu. Bahkan mau datang ke kediaman saya untuk melakukan fitting baju karena waktu yang mepet.”

2. Barry Irawan dan Iwan Taufik

“Makeup dan hairdo hasil dari duet Barry dan Iwan dari Jakarta membuat saya tampil flawless saat pre-party dan seketika berbeda saat dinner reception. Padahal waktu untuk bersiap siap dari preparty ke dinner reception hanya 30 menit!”

3. Bali Tiffany Decoration

“Mbak Lia dari Bali Tiffany sangat komunikatif dan selalu on time saat meeting. Selain itu, dekorasi yang dihasilkan saat hari H indah dan sesuai dengan apa yang saya mau.”

Tips dari Dewika untuk bride-to-be yang sedang mempersiapkan pernikahan:

“Jangan menaruh terlalu banyak berekspektasi terhadap acara pernikahan tapi selalu fokus dan yakin bahwa kehangatan mahligai rumah tangga setelah pernikahan itu lebih penting daripada sekedar kehangatan pesta. Apabila nanti banyak yang memuji acara kalian atau vendor-vendor yang digunakan, it will be a bonus to your effort!”

Pernikahan Sunda dengan Nuansa Putih dan Emas di Pendopo Kemang

Posted on by Friska R. & filed under The Wedding.

Carla dan Wim pertama kali bertemu di kampus. Mereka memang satu kampus namun berbeda angkatan dan beda jurusan. Ketika itu salah satu teman Wim menantangnya untuk ngerjain Carla. Saat itu Carla tidak menggubris karena dia sudah memiliki pasangan. “Beberapa bulan kemudian Carla single lalu iseng mengajak Wim untuk bertemu. Ternyata begitu ketemu, Wim langsung suka karena menurut Wim, Carla itu smart dan mandiri. Begitu juga sebaliknya, Carla suka sama Wim karena karakternya unik dan smart. Hanya dua minggu kenal, Wim nembak Carla. Baru beberapa bulan pacaran, kita menjalani long distance relationship karena Wim harus kerja di Dubai dan akhirnya putus. Kemudian selang satu tahun, Wim pulang ke Indonesia dan akhirnya balikan lagi. Shocking karena seorang Carla selama ini tidak pernah awet pacaran lebih dari 1 tahun, tetapi sama Wim itu lain banget. Duka terbesar adalah karena sempat tidak direstui keluarga Carla namun akhirnya pernikahan berjalan dengan lancar karena akhirnya keluarga Carla menerima Carla dengan lapang,” kenang Carla bahagia.

Bagi Carla, Wim bukanlah sosok yang romantis. Selain itu Carla pun tahu benar bahwa Wim memiliki target bahwa ia akan menikah di umurnya yang ke-35. Sehingga tidak pernah terbesit dalam pikiran Carla bahwa Wim akan mengajaknya menikah. Namun pada bulan Agustus tahun 2015, tiba – tiba saja Wim mengajak Carla untuk menikah. Walaupun bukan dengan sweet proposal, tetap saja Carla kaget luar biasa.

Mereka pun menggelar pernikahan dengan konsep tradisional Sunda yang dikemas secara modern, sederhana namun elegan. Carla memberikan sentuhan warna gold untuk kesan mewah dan warna dasar putih sebagai lambang ketulusan dan kesucian. Nuansa kayu juga menambah kesan hangat pada pernikahan mereka. “Di tengah kesibukan Carla sebagai Business Unit Director dan Wim sebagai Strategic Planning Manager di perusahaan advertising, kami mempersiapkan semua detail pernikahan selama kurang dari satu tahun tanpa ada bantuan wedding planner sekalipun. Mulai dari arahan untuk desain undangan, kebaya, aksesoris, hand bouquet, dekorasi tambahan sampai script MC selama acara,” ujar Carla.

Carla mengaku beruntung karena background pekerjaannya membuat dirinya memiliki banyak kenalan vendor. Selain itu ia juga terbiasa membuat budgeting, memberi arahan kepada vendor sampai kepada detailnya seperti membuat event check list. Selain mengatur semuanya sendiri, mereka berdua juga bertekad menanggung semua biaya pernikahan sendiri tanpa bantuan dari orangtua. Untuk undangan, Carla dan Wim sengaja memilih konsep digital invitation. Green living concept saat ini makin marak yah. Jadi untuk undangan aku mostly paperless. Aku tidak membuat microsite atau Facebook Fan Page melainkan aku kirim secara personal satu persatu via WhatsApp atau email.  Supaya yang terima undangan juga lebih merasa terapresiasi, tidak hanya disebarkan secara massal. Untuk undangan kerabat orangtua kami tetap menggunakan undangan konvensional.”

Pada pernikahannya yang lalu, Carla dan mengadakan kontes selfie yaitu share your moments with #CarlaWim untuk para undangan. Carla beruntung karena klien – klien yang bekerja sama dengannya di kantor bersedia untuk mensponsori hadiah untuk para kontestannya.

Carla merasa bahagia bisa melangsungkan pernikahannya dengan para undangan dan kerabatnya yang berasal dari berbagai penjuru negara baik dari Jepang, Arab Saudi maupun Afrika Selatan.

Bagi Carla tidak ada yang lebih berkesan selain daripada momen dimana ia melakukan prosesi sungkeman di hadapan papanya. “Papa hampir saja tidak mau hadir di acara pernikahan kami dan saat akad nikah pun papa masih tidak mau membacakan izin nikah sehingga akhirnya diwakili oleh Mamanya Carla. It was a really mixed up feeling, antara Papa sedih dan bahagia. Apalagi dulu waktu masih kecil, Carla tuh anak papa banget  jadi momen ini sedih dan mengharukan sekali.

Top 3 vendor pilihan Carla :

1. Andiyanto

Make up dan hair do-nya keren banget. Tidak usah diragukan karena dia ahli di bidang make up terutama sanggul dan bulu matanya. Dia selalu jadi partner setiap Anne Avantie sedang show.”

2. Hen’s Bridal

“Dia memang tidak terkenal di social media namun mereka designer pemain lama yang sebenarnya masih cukup beken. Aku puas karena Om Hendrik dan Om Ivan ini supportive dan enak diajak diskusi. Jahitannya juga bagus banget dan membuat badan kita jadi shaped banget. Walaupun badan aku sempat berubah – ubah karena sempet gendutan dan kurusan beberapa kali namun mereka tetap sabar membongkar jahitannya, hehehe.”

3. Pendopo Kemang

“Mulai dari aku baru nanya – nanya, respon mereka sudah sigap. Hari H mereka sangat mengontrol kualitas dan kuantitas catering dan makanannya juga enak semua. Venuenya sendiri juga bagus dan sesuai dengan konsep wedding aku. Mereka juga provide in house decoration jadi tidak pusing-pusing mikirin dekorasi mau dari vendor yang mana. Pendopo Kemang itu paket lengkap.”

Tips dari Carla untuk para brides to be,

  • “Do not ever be a bridezilla since it can destroy the whole wedding plan”
  • Set a reasonable budget that includes contingency cash (20%)”
  • Do not assume your groom is not into the planning. Biasanya lelaki memang lebih cuek dari perempuan namun, bukan berarti mereka tidak peduli. He is trusting us to plan things.
  • The most important tips is to keep this mindset, wedding is only a day but marriage is for your whole life. Accept that some things are out of your control, prepare yourself for anything that goes wrong on the big day and  keep everything in perspective. Your wedding is just one day, but you’ll create a memory that will last your entire lifetime. Try not to forget why you’re there and what it means for your future.”

Mengencangkan Kulit Wajah Sebelum Pernikahan dengan HiFu HD Lift

Posted on by Friska R. & filed under Beauty Tips, How To.

Pernikahan adalah peristiwa sekali seumur hidup sehingga para wanita pun ingin terlihat sesempurna mungkin di hari istimewa tersebut. Berbagai perawatan dilakukan, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Survey yang dilakukan oleh The Bride Dept mengatakan bahwa 95% calon pengantin mengutamakan perawatan wajah karena kulit wajah yang sehat akan menunjang riasan di hari pernikahan.

Selain jerawat, permasalahan yang paling sering dihadapi oleh para calon pengantin adalah kulit wajah yang kendur. Kenapa kulit wajah bisa kendur? Yuk kita simak penyebabnya

1. Faktor Genetika

Hal ini merupakan faktor utama yang menyebabkan kulit kusam dan kendur. Walaupun ini merupakan faktor genetika, bukan berarti ini tidak bisa diatasi lho!

2. Stress

Memang banyak sekali yang harus diurus ketika mempersiapkan pernikahan, mulai dari dekorasi hingga seragam bridesmaids. Tidak jarang para calon pengantin mengalami stress yang berakibat kurang tidur.

3. Kurang minum air putih

Kulit yang tidak mendapatkan asupan air yang cukup bisa mengakibatkan kulit kusam dan mengendur. So pastikan kamu minum cukup air putih mulai dari sekarang ya!

Sering kali para calon pengantin ini telat menyadari bahwa mereka memiliki permasalahan kulit kendur dan sudah tidak memiliki waktu itu perawatan yang memakan waktu lama. Oleh karena itu, The Bride Dept menyarankan kamu untuk mencoba perawatan HiFu HD Lift dari Bella Skin Care.

Apa itu HiFu HD Lift?

HiFu adalah perawatan yang menggunakan teknologi ultrasound untuk menembus jaringan kulit dan menstimulasi agar menghasilkan kolagen. Kolagen sendiri memiliki banyak manfaat, mulai dari menghilangkan keriput hingga mengencangkan kulit.

Apa kelebihan dari HiFu HD Lift?

Selain bisa menghilangkan keriput dan mengencangkan kulit kendur, perawatan HiFu ini juga tidak menggunakan pisau bedah ataupun injeksi. Sehingga setelah perawatan, kamu bisa kembali aktif seperti biasa. Perawatan HiFu ini juga cukup singkat, yaitu kurang dari 1 jam, jadi kamu bisa memanfaatkan waktu makan siang kamu untuk perawatan HiFu ini.

Apa saja sih step-nya?

Sebelum memulai perawatan, wajah kamu akan dibersihkan dari kotoran dan makeup. Agar perawatan lebih maksimal, maka wajah kamu juga akan di-scrub dengan Bella Honey Oatmeal Scrub. Manfaat dari proses scrubbing ini adalah untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Proses selanjutnya adalah pengaplikasian mesin yang dimulai dari leher, ke pipi, dan diteruskan ke kening. Tahap ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Perawatan ini akan dilanjutkan dengan massage yang membuat kamu lebih relaks. Perawatan ini ditutup dengan pemasangan masker Spirulina selama kurang lebih 15 menit. Manfaat dari masker Spirulina ini adalah mengecilkan pori-pori dan juga mencerahkan kulit. Perawatan HiFu ini tidak menggunakan operasi sehingga kamu dapat melanjutkan aktivitas kamu kembali setelah perawatan ini.


Nah, hasil dari perawatan HiFu ini sendiri akan langsung terlihat setelah treatment. Salah satunya adalah wajah V-shape, bentuk muka idaman wanita di seluruh dunia. Tidak hanya itu, perawatan ini juga akan mempertegas jawline kamu sehingga wajah kamu terlihat lebih berkarakter. Untuk info lebih lanjut, langsung kunjungi www.bellaskin.co.id atau call center di 021-3902677. Jangan lupa juga untuk menunjukkan artikel ini ketika kamu mengunjungi Bella Skin Care ya untuk mendapatkan promo spesial dari The Bride Dept dan Bella Skin Care!

Lamaran Dira dan Aji yang Penuh Kejutan Manis di JW54 Restaurant

Posted on by Enya & filed under The Engagement.

Kamu pasti sudah sering mendengar kiasan ‘tak kenal maka tak sayang’. Sepertinya ini adalah kiasan yang paling tepat untuk menggambarkan kisah Dira dan Aji berikut yang akhirnya sampai pada momen lamaran di JW54 Restaurant.

Dira pertama kali tahu mengenai Aji dari teman yang menunjukkan foto Aji kepadanya, karena temannya berniat untuk menjodohkan mereka berdua di tahun 2010. Setelah melihat foto Aji, awalnya Dira tidak tertarik dan komen pertama Dira saat melihat fotonya, “Ih ngga mau ah, bandel kelihatannya.” Beberapa bulan berlalu setelah saat itu, dan sekitar bulan Februari atau Maret 2016, teman Dira mengajak ketemuan dengan dia dan pacarnya, yang merupakan sahabatnya Aji, di salah satu mall di Jakarta. Saat mereka lagi ada di satu restoran, tiba-tiba ada cowok datang ke meja mereka bertiga dan tanpa disangka-sangka ternyata cowok itu adalah Aji yang langsung aja berbasa-basi dengan Dira sedangkan Dira masih cuek tidak menanggapi.

Tidak lama kemudian, temannya Dira dan pacarnya pergi meninggalkan Dira dan Aji berdua dengan alasan mau ada ‘meeting’. Dalam hati Dira sudah tahu kalau temannya sengaja mengatur ketemuan ini untuk mempertemukan Aji dengan dia. Setelah lumayan lama ngobrol, Dira mulai merasa ada kecocokan dengan Aji. Ternyata mereka berdua merasa nyambung satu sama lain termasuk punya selera musik yang sama. Menurut Dira, Aji adalah sosok yang cool, pendiam, cuek, sabar dan dewasa. Sedangkan menurut Aji, Dira adalah sosok yang bawel, kadang kekanak-kanakan, tapi perhatian. Komunikasi terus berlanjut dan akhirnya, Dira dan Aji resmi pacaran tanggal 29 Mei 2011.

Kalau ditanya kenapa bisa ‘klik’ yang jelas tidak bisa dijabarin. Kalau dijabarkan artinya cinta bersyarat dong, hehe.. -Dira

Obrolan serius mengenai hubungan Dira dan Aji dimulai dari obrolan chatting saat Aji bilang, “InsyaAllah aku udah mantap,” yang berhasil bikin Dira senyum-senyum sendiri sambil baca chat-nya. Menurut Dira, Aji bukan tipe orang yang romantis, jadi bayangan Dira untuk dilamar dengan cara romantis sambil berlutut memberikan cincin sambil bilang ‘Will you marry me?” sudah dibuang jauh-jauh. Setelah Dira dan Aji merencanakan untuk mulai ke tahap yang lebih serius, sekarang waktunya untuk memberitahukan rencana mereka ke pihak keluarga masing-masing. Tanggal 14 Februari 2016 dipilih menjadi hari dimana keluarga Aji datang ke rumah keluarga Dira. Tanggal ini dipilih secara tidak sengaja dan bukan karena momen Valentine’s Day, tapi lebih karena tanggal tersebut adalah tanggal dimana kedua belah keluarga tidak berhalangan.

Perkenalan Keluarga

Pertemuan kedua keluarga berjalan lancar dan menyambut baik rencana mereka berdua. Tapi ada satu momen yang tidak pernah disangka bisa terjadi oleh Dira. Saat kedua keluarga sedang ngobrol-ngobrol santai, tiba-tiba Aji mengambil kue yang sudah dibawa dari mamanya. Begitu kotak kuenya dibuka, langsung terlihat tulisan “Would you marry me?”. Dira yang dari awalnya berpendapat kalau Aji bukan tipe orang yang romantis langsung terharu dan kehabisan kata-kata. Kejutannya tidak selesai disitu, setelah memberikan kue Aji kemudian langsung mengeluarkan kotak cincin dan didalamnya ternyata ada cincin anak-anak berbentuk Cupcake, sambil berlutut dan memberikan cincinnya kepada Dira. Saat itu juga, Dira langsung spontan tertawa dan menurut bocoran dari mamanya Aji, ternyata Aji baru membeli cincinnya sesaat sebelum datang ke rumah Dira di hari yang sama. Bukannya kecewa, Dira justru senang banget karena ia tahu Aji sebenarnya sedang sibuk dan baru saja pulang dari luar kota, tapi masih menyempatkan waktu untuk beli cincin sebagai bentuk simbolis lamaran.

Lamaran Resmi

Setelah keluarga inti Dira dan Aji bertemu, keluarga Dira langsung melakukan persiapan acara lamaran resmi keluarga. 28 Mei 2016 merupakan tanggal yang dipilih untuk acara lamaran resmi tersebut. Dengan alasan agar tidak mengganggu tetangga, acaranya lamaran diselenggarakan di restoran yang bernama JW54 Resto & Café, yang berlokasi di daerah Jatiwaringin. Untuk membuat suasana nyaman dan tidak terlalu kaku, keluarga Dira sengaja menyelipkan momen humor saat Bapak Dira memanggil Dira untuk keluar, karena saat itu Dira masih ‘ngumpet’ di satu ruangan yang tidak terlihat oleh tamu undangan. Saat Bapak Dira memanggil Dira, yang muncul malah sepupu-sepupu Dira yang langsung membuat suasana menjadi lebih cair dan hangat. Setelah beberapa kali memanggil, akhirnya keluarlah sosok Dira yang asli dan langsung disambut oleh pertanyaan yang diajukan oleh sang Bapak, “apakah Dira sudah siap dan yakin akan dilamar oleh Mas Aji?”, dan pertanyaan tersebut langsung dijawab dengan tenang oleh Dira, “InsyaAllah siap Bapak, Ibu dengan restumu.” Jawaban Dira langsung disambut dengan syukur oleh Aji dan seluruh keluarga yang hadir.

Saat acara lamaran resmi berlangsung, ada satu momen yang paling berkesan dan tidak mungkin terlupakan oleh Dira. Momen tersebut adalah momen disaat Aji memberikan speech yang sukses membuat Dira terkaget-kaget sekaligus terharu. Aji yang selama ini ia pikir tidak romantis ternyata bisa melakukan hal yang manis dan memorable. Speech Aji juga langsung mengundang senyuman dan gelak tawa dari semua tamu yang hadir. Berikut speech Aji yang sukses membuat Dira terharu:

29 Mei 2011,

Tanggal dimana saya dan Dira memulai pertemanan (pacaran) kami. Saya mengenal Dira dari teman. Katanya, waktu itu sih Dira bilang ngga mau sama saya, katanya saya anaknya bandel. Padahal iya..

Saya juga bilang, “Ih si Dira kok kaya preman gitu, saya ngga mau.”

Tapi yang terjadi tahun berikutnya justru sebaliknya, saya justru menemukan kecocokan.

Saya ini pendiam, Dira ini orangnya sangat bawel. Dira ini orangnya sangat perhatian, saya ini cuek.

Dira suka sama cowok / anak bandel, saya suka sama cewek preman.

Besok, 29 Mei 2016,

Genap 5 tahun kami berteman (pacaran).

Dan hari ini saya membulatkan tekad saya untuk melamar Diraratri Hendah Gunita, preman yang paling cantik, yang saya sayangi dan saya cintai

 Eyang, Bapak, Ibu, Mama, Pakde, Bude, Om, Tante, Kakak, Adik, saudara semua, izinkan saya meminta doa dan restu agar setelah hari ini dan seterusnya, apa yang menjadi niat kami untuk menikah kemudian mengarungi rumah tangga dapat diberi kemudahan, kelancaran, keberkahan, kesuksesan, sakinah, mawadah, warahmah, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. InshaAllah amien”. 

Tema acara Lamaran Resmi

Untuk tema acara, Dira memilih tema yang simple dengan dekorasi nasional. Dira juga tidak mau acaranya terlalu sweet dan mainstream dan menginginkan suasana yang hangat dan nyaman. Dari segi dekorasi, Dira memiliih dekorasi yang berkesan natural bertema Rustic dengan elemen kayu dan dedaunan. Untungnya, JW54 Resto & Café sudah memiliki dekorasi yang cantik dan natural seperti meja dan kursi kayu serta rotan, sehingga tidak memerlukan dekorasi tambahan yang terlalu banyak.

Untuk pilihan bunga, Dira lebih memilih bunga-bunga berwarna putih seperti baby breath dan daisy yang mempertegas tema natural dan rustic yang dipilihnya. Sebagai pelengkap dan lokasi untuk foto keluarga, Dira juga menyiapkan backdrop dengan bantuan sang Bapak, yang dipesan 3 hari sebelum acara. Sesuai dengan tema nasional yang juga ditampilkan dalam dekorasi, backdrop dibalut oleh tiga jenis batik hasil peninggalan Mbah Uti Dira dari sekitar tahun 1960-an. Dekorasi lainnya, seperti dekorasi meja dan bunga, dikerjakan sendiri oleh Dira di hari-H dengan bantuan dari dua orang temannya yang juga akan menjadi bridesmaids saat resepsi nanti, Friska dan Raras.

Sedangkan untuk pakaian, Dira memilih untuk mengangkat konsep batik sesuai dengan konsep acara yang tidak terlalu formal tapi tetap anggun. Untuk membuat pakaian lamaran ini, Dira sengaja membeli kain batik di kota pusat batik, Yogyakarta, dengan bantuan dari salah seorang sepupunya. Dira memilih warna monokrom dengan motif yang simple dan desain yang Dira buat sendiri.

Berikut 3 vendor yang menjadi pilihan Dira:

1. Oake and Blume Décor + Woodleaf_

“Sesuai dengan keinginan, kreatif, cekatan dan detail banget. Walaupun berbeda vendor, tapi kalau tanpa keduanya bagaikan pakai atasan tanpa bawahan, hehe..”

2. Adly Azhari

“Mas Adly sabar banget sama berbagai permintaan foto, sangat ontime karena sudah datang 2 jam lebih awal dari jadwal. Hasil fotonya bagus dan sesuai untuk setiap momen.”

3. JW54 Resto & Café

“Lokasi yang engga disangka-sangka didaerah Jatiwaringin, ada resto JW54 ini. Bagus banget tempatnya, makanannya enak semua! Alhamdulillah semua keluarga dan kerabat yang hadir memuji makanannya enak semua! dan ludes (hal terlega bagi kita empunya acara, hehe… Pelayanannya ramah, cekatan, kinerja mereka bagus terutama penanggung jawab venue, butuh sesuatu hingga bantuan apa langsung dibantu (baik banget sampai pihak dekor dan backdrop pada salut), dan yang penting juga, parkirannya aman terkendali, luas, dan security-nya banyak sehingga tamu yang datang merasa nyaman.”

Buat kamu brides-to-be yang saat sedang merencanakan acara lamaran dengan pasangan, yuk simak tips dan pesan dari Dira berikut:

“Segala sesuatu yang dikerjakan sendiri tidak akan terasa sempurna ketika kita sebagai bride-to-be, tidak meminta bantuan dari berbagai pihak yaitu keluarga, bridesmaid-to-be hingga calon kita sendiri loh. Tidak harus ada planner pun InsyaAllah berjalan dengan lancar, selama kita tidak gengsi untuk meminta tolong dan memberi kepercayaan ke orang terdekat.”

“Sabar – Berdoa – Mendengarkan, Bekerja sama, dan Komunikasi dua arah itu poinnya.”

7 Golden Rules Tinggal Bersama Mertua

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Memutuskan untuk menjalin sebuah rumah tangga di umur yang masih terbilang muda memang sedikit beresiko, terlebih lagi jika disangkutkan dengan tempat tinggal untuk berdua. Jika tabungan belum mencukupi, rasanya jawaban terefektif adalah tinggal bersama mertua.

Konsep hidup serumah dengan mertua memang kadang menakutkan beberapa orang, terlebih lagi dengan mitos bahwa menantu perempuan biasanya susah ‘akur’ dengan ibu sang suami. Atau bahkan sang ayah perempuan dengan sang suami.

Namanya masih ‘hidup menumpang’, mau tidak mau kita sebagai penumpang harus mengikuti semua peraturan di rumah dan belajar untuk beradaptasi. Sebenarnya, tinggal bersama mertua itu tidak semenakutkan itu kok kalau kamu mengikuti trik trik berikut ini.

1. Ketahuilah bahwa kamu ‘menumpang’

Kamu mungkin berpendapat bahwa keberadaan sang mertua di rumah akan mengkotak-kotaki kebebasan kamu di rumah sampai mengurangi waktu bermesraan bersama pasangan. Namun ketahuilah bahwa kamulah yang menumpang, dan sudah sepatutnya kamu mengikuti aturan, kebiasaan dan peraturan yang berlaku di rumah. Bukan serta-merta kamu berada di rumah dan ada pembantu kamu bisa sembarangan meletakan sepatu atau baju kotor, bersopan santunlah dan selalu jaga sikap baikmu, terlebih lagi di depan mertua. Pastinya kamu juga nggak mau mertuamu mengecapmu sebagai anak yang tidak punya peraturan dan tidak punya sopan santun.

2. Anggaplah mereka orang tuamu juga

Setelah saksi sudah menyatakan sah, keluargamu dan pasangan sudah resmi menjadi satu, begitu juga untuk orang tua, kamu sekarang memiliki 2 ayah dan 2 ibu. Untuk itu, sangat perlu hukumnya untuk menganggap orang tua pasanganmu sebagai orang tuamu juga, dengan begitu, kamu akan lebih mudah menerima perlakuan, masukan, dan kritikan dari mereka karena kamu yakin bahwa mereka menginginkan yang terbaik, sama yakinnya seperti yang orang tuamu lakukan terhadapmu.

Perlakukan juga mereka seperti kamu memperlakukan orang tua kandungmu: berikanlah kejutan di hari ulang tahun mereka, rawatlah dengan sebaik-baiknya saat mereka sakit, bersopan santunlah, ciumlah tangan mereka saat mereka mau pergi, bahkan layanilah mereka seperti kamu melayani orang tuamu. Dengan begitu, lambat laun mertuamu akan merasakan kasih sayang tulus darimu dan akan lebih mendekatkan hubungan kalian. Dijamin, permasalahan akan semakin terminimalisir!

3. Anggaplah rumah sendiri

Ets, bukan dalam artian untuk melakukan semuanya semaunya, tapi, anggaplah dan rawatlah rumah mertuamu seperti kamu merawat rumah sendiri. Genteng bocor? Usahakanlah kamu merupakan orang pertama yang berinisiatif untuk memperbaikinya atau paling tidak memanggil tukang genteng. Makan malam? Usahakanlah kamu tidak hanya memasak untuk suamimu, melainkan mertua dan anggota keluarga lainnya juga dapat merasakan kenikmatannya. Meskipun ada pembantu rumah tangga atau tidak, usahakanlah sekali dua kali kamu ikut membereskan rumah sebelum mertuamu yang turun tangan merapikannya.

4. Berpikirlah positif

Akan ada kalanya kamu merasa tersinggung dengan suara mertuamu yang lantang saat memanggil, atau kritikannya saat masakanmu kurang garam, atau bahkan saat kamu bangun terlalu siang dan atau bahkan pulang terlalu malam. Mungkin mereka menyampaikannya dengan cara yang berbeda dengan orang tuamu, dengan cara yang berbeda dan membuatmu kaget. Ambillah positifnya: mereka ingin yang lebih baik darimu. Ketahuilah juga lama kelamaan kamu akan terbiasa dan tidak ‘baper’ karena kamu akan mengenal mereka lebih baik lagi.

5. Turuti kata-kata mertua

Sudah merupakan sifat orang tua untuk memberikan nasihat dan juga masukan meskipun kadang hal tersebut tidak sesuai denganmu, terlebih lagi zaman yang berbeda. Mulai dari cara memperlakukan pasangan, gaya hidupmu, hingga cara mendidik anak. Bagaimanapun juga, mereka merupakan orang tuamu dan mereka hidup di zaman yang berbeda, kemungkinan caranya menjalani hidup berbeda juga. Nggak ada salahnya untuk mengiyakan untuk menyenangkan hati mereka dan juga memikirkan kembali nasihatnya. Jika memang patut untuk disampaikan ketidaksetujuanmu, sampaikan dengan lembut dan tetap menghargai omongannya. Namun jangan terlalu sering juga menyampaikan ketidaksetujuanmu, lebih baik iyakan saja nasihatnya. Toh, semuanya juga kembali ke kamu.

6. Ikutlah quality time

Di awal pernikahanmu, kamu pasti mengingkan banyak waktu berduaan dengan pasangan, sangat wajar rasanya. Namun mengingat bahwa kamu sekarang tinggal di rumah mertua, ada baiknya kamu menghargai keberadaan mereka dengan nggak ‘ngamar’ melulu. Ikutlah mereka menonton TV sebelum tidur atau bahkan ikut sarapan bersama. Waktu berduaan dengan pasanganmu mungkin akan berkurang, namun menjaga hubungan baik dengan mertua sangat disarankan!

7. Ajaklah sesekali jalan-jalan

Membagi kebahagiaan dengan mertua dapat meningkatkan kedekatan kalian, lho. Tidak ada salahnya sebulan sekali mengajak mertuamu jalan-jalan bersama atau hanya sekedar makan malam di luar agar mereka juga merasa dihargai, diperhatikan dan disayang. Mungkin saja, sikap mertuamu di dalam rumah akan berbeda saat di luar rumah sehingga hubungan kalian akan lebih dekat.

Tidak semua mertua semenyeramkan berita-berita yang didengar, kok. Kalau kamu pintar mengambil hatinya, dijamin mertuamu akan menyayangimu sama seperti kasih sayang dari orang tua sendiri!

8 Trik Jitu DIY Undangan Pernikahan

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Menyewa vendor untuk membuat desain undangan pernikahanmu sendiri mungkin akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan memuaskan. Tapi, untuk kamu yang ingin memberikan sentuhan pribadi dan berkontribusi langsung dalam pernikahanmu, mungkin salah satu hal mudah yang dapat dilakukan adalah mendesain undangan pernikahan sendiri.

Sebenarnya, mendesain undangan sendiri itu nggak sulit kok. Yang penting tau triknya, dijamin undangan pernikahanmu semakin berkesan!

1. Browsing Pinterest

Biasanya, konsep dan tema undangan pernikahan disesuaikan dengan konsep dan tema pesta pernikahanmu, entah itu berkonsep warna putih, entah itu berkonsep taman dan ataupun yang lainnya. Banyak-banyaklah browsing konsep, referensi website yang bisa menjadi andalan pada brides to be adalah Pinteset untuk konsep dan tema ataupun bagian wording.

Cetak atau simpan berbagai konsep yang ingin kamu ikuti dan kombinasikan beberapa konsep yang kamu ingini untuk menjadi konsep ala kamu dan pasangan sendiri.

2. Download berbagai font gratis

Dalam mendesain, yang paling utama adalah grafis yang kamu buat dan juga pilihan font yang kamu pilih. Untuk mempercantik desainmu, download berbagai font gratis yang ada di internet sesuai dengan konsep dan tema pilihanmu. Sesuaikan juga font dengan tema desainmu, entah itu konsep yang tegas, manis, ataupun minimalis.

3. Cari template desain

Kalau memungkinkan, ada baiknya kamu belajar untuk membuat grafis minimalis atau desain simple untuk undangan pernikahan kamu. Namun jika tidak memungkinkan, kamu bisa browsing dan download template desain yang menarik hatimu. Usahakan juga template desain tersebut yang dapat diberikan sentuhan pribadi lagi sehingga kamu tidak mendapatkan desain undangan pernikahan yang ‘pasaran’ atau sama dengan yang lainnya.

4. Cari grafis simple

Selain memilih font yang menarik, kamu juga harus memasukkan desain grafis yang simple yang dapat diunggah dari internet, misalnya bentuk bunga, ranting, ataupun polkadot yang bisa ditempelkan sebagai hiasan.

5. Belilah kertas tebal berwarna

Jika kamu memutuskan untuk membuat undangan pernikahan sendiri supaya mengurangi budget, membeli kertas tebal berwarna dapat membantu Anda untuk mempercantik undangan namun tetap dalam biaya yang terjangkau. Dengan memakai kertas tebal yang berwarna, undanganmu akan tetap terlihat cantik walau hanya menggunakan warna hitam sebagai warna tulisan.

Perhatikan kualitas kertas yang kamu pilih, dengan mencetak sendiri di rumah, usahakan kamu memilih kualitas kertas yang baik dengan bahan yang tebal. Kalau bisa juga, pilihkan kertas dengan tekstur, bunga-bunga, polkadot, stripes atau tekstur lainnya.

6. Beli pernak pernik lucu

Belajar mendesain dalam waktu singkat mungkin sedikit menantang dan tidak bisa termaksimalkan karena waktu yang singkat. Nah dengan desain yang minimalis, kamu tetap bisa mendapatkan desain undangan yang menarik dan cantik dengan menempelkan pernak pernik lucu seperti potongan lace, bahan suede, kulit, jeans atau pita berwarna lucu senada dengan konsep pernikahanmu.

7. Potong dengan bentuk

Aspek kreativitas dan keunikan lain dari undangan pernikahanmu dapat ditunjukan dari potongan kertas undanganmu. Belilah gunting bergerigi atau bergelombang untuk menggunting ujung kertasmu sebagian untuk memberikan efek yang manis.

8. Buatlah amplop sendiri

Tidak hanya kartu undangan saja yang butuh desain, amplopnya juga harus kamu perhatikan karena itu menjadi bagian terluar yang menarik perhatian tamumu. Yang simple, buatlah amplop sendiri dari bahan karton cokelat atau yang sudah jadi tinggal kamu berikan sentuhan pribadi sendiri dengan kreativitasmu.

Untuk desain yang lebih kreatif, kamu juga bisa mengganti amplop dengan kain blacu yang sudah dipotong dan dibentuk menjadi amplop. Kreatif, kan?

Yuk belajar mendesain mulai dari sekarang!

Percampuran Adat Sunda dan Konsep Nasional di Sampoerna Strategic Square

Posted on by Friska R. & filed under The Wedding.

Melanjutkan kisah cinta Adys dan Alga yang mengadakan lamaran Januari lalu, tanggal 8 Mei kemarin ini mereka sukses menggelar pesta pernikahannya di Masjid Al Huda, Tebet, Jakarta.

Seperti yang terjadi di acara lamaran di mana Alga lahir dari anggota keluarga yang banyak, keduanya melaksanakan resepsi dua kali, siang hari di masjid dan malam hari di gedung dengan adat yang sama, Sunda dan Betawi. Adat Sunda ditunjukan di akad nikah dengan menggunakan siger Sunda yang terlihat manis dan elegan menurut Adys.

“Aku baru tau kalau siger itu berat. Baru sanggulnya saja, leherku langsung pegal, ditambah siger langsung pusing. Bahkan, saat selesai acara aku langsung sakit kepala dan migren. Langsung aja aku keramas sekitar 1 setengah jam supaya rambutnya segar lagi untuk resepsi,” cerita Adys.

Tidak hanya dengan siger, adat Sunda-nya juga terlihat dari prosesi akad nikah yang ditandai dengan upacara adat sawer dari kedua orang tua yang diiringi oleh kidung serta Meulem Harupat atau membakar harupat dan Nincak Endog. Dalam prosesi saweran, isiannya yang berupa uang logam, beras, irisan kunyit tipis dan permen diletakan di dalam bokor. Saat kidung selesai dilantunkan, isi bokor ditabur dan di situlah waktu para tamu untuk ikut berpartisipasi memungut uang receh dan permen dalam saweran tersebut.

Dalam Meuleum Harupat, giliran Alga-lah yang memegang batang harupat yang dibakar dengan lilin menyala oleh Adys. Harupat yang sudah menyala tersebut dimasukan ke dalam kendi yang dipegang oleh Adys, diangkat, dipatahkan, lalu dibuang jauh-jauh. Menurutnya, prosesi ini melambangkan nasihat untuk Adys untuk mendinginkan hati dan pikiran suami dalam setiap menghadapi permasalahan dan juga untuk mereka berdua menyelesaikan masalah rumah tangga bersama.

Selanjutnya Alga menginjak telur di balik papan dan batang bambu muda yang dilanjutkan dengan pencucian kaki dari air kendi yang dilakukan oleh Adys. Menurut budaya, hal ini melambangkan pengabdian istri kepada sang suami.

Setelah prosesi adat yang panjang, keduanya melaksanakan prosesi Huap Lingkung atau suapan pasangan dari kedua orang tua dan suapan dari dan oleh Adys dan Alga untuk pasangannya. Dalam prosesi ini tersedia 7 bulatan nasi ketan kuning di atas piring yang saling menyuap melalui bahu masing-masing dan satu bulatan diperebutkan oleh keduanya untuk dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan. Ini melambangkan suapan terakhir atau pemberian nafkah terakhir dari orang tua yang selanjutkan mereka harus mencari sumber kebutuhan hidup sendiri dan menandakan bahwa kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.

Prosesi terakhir yang dilakukan adalah Pabetot Bakak di mana Alga dan Adys duduk berhadapan memegang paha ayam dan menarik sekuatnya hingga terbelah. Yang memdapatkan bagian lebih banyak harus membaginya dengan pasangan dengan cara menggigit bersama, melambangkan rezeki yang harus dinikmati dan dibagi berdua.

Untuk venue di malam hari, adat Betawilah yang ditonjolkan tema Nasional dengan dekorasi simple nan elegan. Dalam resepsi kedua ini keduanya memilih venue klasik yaitu Gedung Sampoerna yang telah membuat mereka jatuh hati dari pertama kali mencari venue.

“Itu benar-benar love at the first sight, ditambah lagi, vendor yang kita mau itu rekanan di Sampoerna.”

Pernikahan yang dipersiapkan selama 10 bulan ini diadakan tepat di saat long weekend, keduanya mengaku sempat khawatir banyak tamu yang berhalangan, naamun ternyata saat kirab berlangsungpun semua teman-teman Adys dan Alga sudah meramaikan venue, bahkan mereka ditemani oleh Glenn Fredly sebagai penghibur.

“Setelah acara lamaran, aku jadi suka dengerin lagu-lagu romantis untuk resepsi nanti. Aku suka bercanda sama Alga seandainya salah satu penyanyi bisa nyanyi di acara kita, salah satunya Glenn Fredly. Alga-pun nanggapin dengan bercanda bilang mau mendatangkan Celine Dion.”

Ternyata, Alga yang baru merencanakan untuk mengundang Glenn seminggu sebelum hari H dan bekerja sama dengan WO itu benar-benar membuat Adys dan keluarga kehabisan kata-kata karena terkejutnya karena Adys dan keluargapun baru tau bahwa Glenn Fredly akan meramaikan pernikahan saat mereka berdua sudah ada di pelaminan. “Alga itu benar-benar penuh kejutan dari awal proposal hingga hari H.”

Tips untuk para brides to be,

“Gunakan sosial media untuk pemilihan vendor dan baca reviewnya. Pilih yang benar-benar sreg jadi sejak satu minggu sebelum hari H nggak banyak beban pikiran karena yakin dengan vendor untuk menyerahkan semuanya kepada mereka.”