Bikini Wax: DOs & DON’Ts

Posted on by Septa Mellina & filed under How To.

Meskipun (katanya) sakit, ternyata masih banyak banget bride-to-be yang ingin melakukan bikini wax menjelang hari pernikahannya. Apakah kamu salah satunya? Jika iya, berikut ini ada beberapa anjuran dan pantangan yang perlu kamu lakukan sebelum ber-bikini wax.

DOs

  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya ya mengenai tempat waxing terbaik, mulai dari browsing sampai tanya ke keluarga dan teman yang pernah waxing Ingat lho, kebersihan tempat waxing itu nomer satu!
  2. Jaga kelembapan kulitmu, ya. Caranya dengan meminum banyak air putih serta menggunakan pelembap sebelum waxing.
  3. Sebelum waxing, ceritakan kondisi kulit kamu kepada waxer-nya, seperti sensitivitas kulit, alergi yang kamu alami, serta obat-obatan yang sedang kamu konsumsi. . Ini akan mempermudah waxer untuk memilih treatment yang tepat untuk kamu.
  4. Pastikan pula pubic hair-mu mencapai panjang seperdelepan atau seperempat inci sehingga memudahkan waxer untuk mencabut rambut-rambut tersebut hingga ke akarnya. Kalau rambutmu terlalu pendek, akan sulit untuk mencapai hasil maksimal.
  5. Jangan lupa gunakan krim sun protection terutama 24 jam setelah waxing. Ini akan mengurangi risiko kemerahan pada kulitmu.
  6. Kalau kamu baru pertama kali mencoba waxing, cobalah basic treatment lebih dulu biar nggak terlalu sakit. Jadi nggak perlu maksain nyoba Brazilian wax ya, bride.

DON’TS

  1. Banyak yang mengira meminum alkohol akan mengurangi rasa sakit. Anggapan ini salah besar, lho. Sebaliknya, kamu justru sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi alkohol karena cairan ini akan mengencangkan pori-pori kulitmu sehingga waxing akan terasa lebih sakit.
  2. Boleh nggak sih waxing saat lagi haid? Sebenarnya nggak masalah sih, tapi sebaiknya jangan waxing saat tamu bulananmu sedang datang, terutama 2 atau 3 hari sebelum dan setelah menstruasi. Pada masa itu, kulit kamu sedang sensitif banget. Kalau dipaksakan untuk waxing, rasa sakitnya akan lebih berasa lho.
  3. Trust your waxer that she will do the best for you. Jadi, nggak perlu panik atau ribet ngatur-ngatur waxer-nya yah.
  4. Nggak perlu menggunakan obat penghilang rasa sakit, cause the pain will disappear eventually.

Jadi, sudah siap untuk waxing, brides? Kalau kamu ada pengalaman seputar waxing, yuk bagikan ceritamu ke The Bride Dept ya.

15 Wedding Quotes Untuk Motivasimu

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Entah untuk calon pengantin ataupun penjalin rumah tangga, quotes merupakan media yang efektif untuk memotivasi dan juga menjaga komitmenmu. Baik dipasang sebagai hiasan dekorasi di pesta pernikahanmu, ataupun untuk di pajang di kamar kalian untuk menjadi motivasi, pengarah, dan juga penjaga hubungan rumah tanggamu. So, inilah 50 quotes cinta dan pernikahan yang bisa menjadi panutanmu!

1. “It is a truth universally acknowledged, that a single man in possession of a good fortune, must be in want of a wife.” ― Jane Austen, Pride and Prejudice

Sudah jadi rahasia umum bahwa kebanyakan laki-laki tak bisa hidup sendiri, tanpa pendamping. Di saat kamu sudah menjadi salah satu orang beruntung tersebut, perhatankanlah hingga titik darah penghabisan.

2. “Happiness [is] only real when shared” ― Jon Krakauer, Into the Wild

Berbagilah. Tak hanya membagi rasa susah dan sakit, namun berbagilah kebahagiaan selalu dengan pasanganmu.

3. “Where there is love, there is life.” – Mahatma Gandhi

Percayalah bahwa keberadaan cinta membuat hidupmu lebih berarti.

4. “When in a relationship, a real man doesn’t make his woman jealous of others, he makes others jealous of his woman.” ― Steve Maraboli, Unapologetically You: Reflections on Life and the Human Experience

Saat berpacaran, dicemburui mungkin menjadi hal yang menyenangkan. Di saat berumah tangga, ada banyak hal yang kamu pertaruhkan dan libatkan hanya untuk perasaan cemburu. Jagalah selalu perasaan pasanganmu, buatlah orang lain yang cemburu terhadap keserasian kalian.

5. “If I get married, I want to be very married.” – Audrey Hepburn

Ya, inilah yang harus kamu lakukan jika kamu sudah berkomitmen dalam pernikahan. Jadilah pernikahan tersebut hal terbahagia dan menikahlah sedalamnya, sebanyaknya dan selamanya.

6. “I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate then when I fall asleep your eyes close.” – Pablo Neruda, 100 Love Sonnets

Terinspirasi dari salah satu penulis hebat nan romantis yang menuliskan rasa cintanya kepada sang istri lewat puisi, kata-kata Neruda ini bisa menjadi sebuah motivasi, atau bisa menjadi ucapan manis yang kamu ucapkan ke pasangan di hari pernikahanmu nanti.

7. “A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.” – Mignon McLaughlin

Mungkin akan ada saatnya kamu merasa bosan atau bahkan tidak selalu mencintai pasanganmu. Tapi percayalah bahwa pernikahan yang baik membutuhkanmu untuk jatuh cinta lagi dan lagi kepada pasanganmu. Tidak perlu setiap saat, tidak perlu setiap hari, cukup lagi dan lagi.

8“Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage.” – Lao Tzu

Pada hakikatnya, dalam sebuah rumah tangga, dicintai harus berbanding lurus dengan mencintai. Sebagaimana kamu merasa dicintai, sebegitulah kamu harus mencintai. Dan jika kamu merasa kurang dicintai, percayalah bahwa seberapa kamu mencita, sebegitu pula kamu akan dicinta.

9. “We’re all a little weird. And life is a little weird. And when we find someone whose weirdness is compatible with ours, we join up with them and fall into mutually satisfying weirdness–and call it love–true love.” – Robert Fulghum, True Love

Rumah tangga itu tidak melulu tentang keseriusan membangun sebuah prajurit perang. Ada kalahnya kalian butuh menjadi aneh dan muda lagi.

10. “What greater thing is there for two human souls, than to feel that they are joined for life–to strength each other in all labor, to rest on each other in all sorrow, to minister to each other in silent unspeakable memories at the moment of the last parting?”– George Eliot

Jadikanlah pasanganmu tempat untuk berlabuh dan membagi semua momen dalam hidupmu. Bahagia, rasa sakit, lelah, dan bahkan masa depan.

11. “When you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life to start as soon as possible.” – When Harry Met Sally

Beginikah yang kamu rasakan menjelang menikahinya?

12. “A happy marriage is about three things: memories of togetherness, forgiveness of mistakes and a promise to never give up on each other.” – Surabhi Surendra

Selama apa hubunganmu, jangan pernah berhenti untuk membuat memori baik untuk dikenang. Selalu berkomitmenlah untuk memaafkan, jujurlah saat marah, marahlah saat itu juga, tapi berusahalah untuk selalu memaafkan dan jangan pernah menyerah.

13. “Love doesn’t just sit there, like a stone, it has to be made, like bread; remade all the time, made new.” – Ursula K. Le Guin, The Lathe of Heaven

Kamu mungkin akan bosan, itu lumrah. Akan ada kalanya kamu merasa seperti itu. Oleh karena itu, pastikan kalian selalu mencari cara baru untuk menjalani hidup berdua dengan semangat yang sama seperti pertama kalinya.

14. “When I saw you I fell in love, and you smiled because you knew.” – Arrigo Boito

Cinta tak melulu butuh ucapan. Di saat kamu tau dia orang yang tepat, kamu sudah bisa tau dari pandangan mata.

15. “Marriage is not 50-50; divorce is 50-50. Marriage has to be 100-100. It isn’t dividing everything in half, but giving everything you’ve got.” – DaveWillis.org

Di saat kamu berkomitmen untuk menjalani hidup dengan seseorang, kamu tidak hanya membagi sebagian, kamu membagi seluruh hidupmu dengannya.

Pernikahan Adat Lampung Jibrilia dan Gaza di Mantra Sakala

Posted on by Leni Marlin & filed under The Wedding.

Sabtu, Desember 2015. Seperti biasa, Gaza dan Jibrilia menghabiskan malam Minggu dengan “jalan” keluar. “Dia nggak bilang mau ngajak makan di mana. Dia cuma bilang mau makan pukul 7 malam,” kata Jibrilia memulai kisahnya.

Ternyata, Gaza mengajak Jibrilia ke Edogin, restoran Jepang favorit Jibrilia. “Aku suka banget makanan Jepang (terutama sashimi). Aku juga senang makan di restoran all you can eat. Selain itu, Edogin adalah tempat ngedate pertama kami waktu masih PDKT dulu,” ujar Jibrilia. Di sana, Gaza memesan meja yang sama saat mereka first date dulu. Gaza samasekali tidak mengatakan apa-apa. Ia cuek saja seperti tidak terjadi apa-apa.

Terlanjur senang, Jibrilia langsung bersemangat mengambil makanan yang disajikan. Setelah itu, mereka pun duduk dan Gaza memimpin doa seperti biasa. Setelah doa selesai, Gaza baru mengutarakan isi hati dan rencananya.

“Di depan semua makanan favorit kamu sekarang, di tempat favorit kamu sekarang, dan di tempat first date kita, aku mau ngomong ke kamu. Aku akan selalu memberikan semua yang kamu suka dan kamu perlukan, semaksimal aku mampu. Semua yang aku punya untuk kamu. Aku yakin banget sama kamu. Aku cinta sama kamu. Aku mau seumur hidup bersama kamu. Will you marry me?” Kata-kata yang begitu spontan dari Gaza tersebut terdengar indah banget di telinga Jibrilia.

Memilih Venue Outdoor

Setelah momen lamaran romantis itu, persiapan pernikahan pun mulai dilakukan. Gaza dan Jibrilia memilih tema intimate wedding untuk acara istimewa mereka. Rencananya, acara akan diadakan di Pantai Nusa Dua, Bali, dengan menyatukan adat yang kental dengan suasana romantis dan indah.

Dalam persiapan yang kurang lebih 4 bulan itu, tantangan terbesar yang dihadapi Jibrilia dan Gaza adalah persoalan cuaca. “Karena acaranya outdoor dan di pinggir pantai, kami harus memastikan pawang hujan benar-benar mengerjakan tugasnya. Acara juga harus tepat waktu supaya rangkaian acara, terutama akad nikah dan upacara adat, bisa berlangsung saat “golden hoursunset. Alhamdulillah semua berlangsung dengan baik,” ujar Jibrilia.

Menikah di pinggir pantai adalah impian Jibrilia sejak dahulu. Namun, ia juga tetap ingin tampil dengan baju adat pada saat akad nikad dan terlihat anggun pada saat resepsi. Karena itu, mereka pun mencari venue di pinggir pantai yang menyediakan kolam renang dan lantai concrete sehingga tetap bisa mengenakan high heels.

Dari semua venue yang disurvei, Mantra Sakala dianggap sebagai venue yang paling sesuai. Di sana, ada fasilitas hotel bintang lima dengan akomodasi kamar yang bagus dan fasilitas penunjang yang pas. “Pantainya juga bersih. Event manager-nya helpful sekali untuk pengurusan “numpang nikah” di KUA Bali. Jadi, ini menjadi one stop solution untuk kita. Nggak perlu bolak-balik ke Bali untuk mengurusnya.”

Adat Lampung

Karena almarhum kakek Jibrilia, yaitu Alamsjah Ratuperwiranegara, adalah petinggi masyarakat adat Lampung, upacara adat berupa upacara pemberian gelar dan upacara suapan terakhir pun digelar.

Upacara pemberian gelar dilakukan untuk memberikan kedudukan pada kedua mempelai di lingkungan masyarakat adat Lampung. Sejak lahir, Jibrilia memang sudah memiliki gelar. Namun, saat menikah, perubahan gelar perlu dilakukan. Selain itu, Gaza yang berdarah Sunda juga perlu diberi gelar dari Lampung.

Nama gelar tidak boleh diberikan sembarangan. Di Lampung (kota Bumi—kota asal almarhum kakek Jibrilia), dilakukan prosesi potong kerbau oleh tetua adat. Dari hasil itulah nama yang sesuai ditentukan. Gelar tersebut bermakna sebagai doa bagi kelancaran kehidupan pasangan baru itu. Dalam prosesi ini, pemimpin gelar mengucapkan pengumuman dalam bahasa Lampung, kemudian menyentuh kening kedua mempelai dengan kunci emas sebagai tanda pemberian gelar.

Prosesi selanjutnya adalah upacara suapan terakhir. Upacara ini dilengkapi dengan kehadiran nasi kuning dengan ayam bekakak, ati ampela, unti (gula kelapa), air putih, dan kopi pahit. Inti dari prosesi ini adalah pemberian suapan makna kehidupan oleh para sesepuh pilihan kepada mempelai. Kopi pahit adalah simbol pelajaran bahwa hidup kadang bisa pahit. Unti adalah simbol kehidupan yang bisa juga manis. Sedangkan nasi kuning yang lekat melambangkan kehidupan suami istri yang harus selalu kompak.

“Mengapa sesepuh pilihan yang menyuapkan? Karena mereka yang dianggap wise dan hidupnya sukses sehingga dapat memberikan doa dan dicontoh oleh kami berdua. Yang menyuapkan di antaranya orangtua kami berdua. Jumlah semuanya 7 orang. Kita agak kenyang juga setelah disuapi oleh semuanya,” ucap Jibrilia sambil tertawa.

Berjalan Lancar

Momen lain yang paling berkesan bagi Jibrilia adalah saat Gaza mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan mantap tanpa membaca “contekan”. Padahal, nama lengkap Jibrilia panjang dan agak susah disebutkan. “Tapi, dia hebat dengan kondisi seperti itu. Mantap sekali melafalkannya.”

“Kejutan lainnya, saat resepsi, Teteh Gigi (kakak Gaza) membuat koreografi untuk flasmob dengan lagu favoritku (Cinta by Chrisye). Diam-diam, Teteh membuat video tutorial dan mengajarkan gerakannya kepada seluruh keluarga dan tamu saat di Bali. Nah, pada saat resepsi, seluruh tamu tiba-tiba melakukan flashmob. Seru banget dan terharu saat semua berdiri dan menari untuk aku dan Gaza.”

“Tidak ada yang ingin aku ubah dari seluruh acara yang terlaksana. Semua sudah berjalan dengan indah dan sangat sukses. Alhamdulillah,” tutup Jibrilia mengakhiri kisahnya.

Top 3 vendor yang direkomendasikan Jibrilia untuk para brides to be adalah:

1. DASHA Couture (@dashacouture, dasha.indonesia@gmail.com)

“DASHA membuat kebaya akad nikah dan dress resepsi serta seragam keluarga inti. Semua khusus di-custom jahit sesuai keinginanku. Jadi, aku bisa menikah dengan baju impianku. Desainnya mengekspresikan aku banget. Aku bolak-balik fitting dan mengubah ini itu tidak masalah. Namanya juga pengantin, tiba-tiba keinginannya berubah. Hasil akhirnya luar biasa sesuai ekspektasi. Classy sekaligus glamour.”

2. Reita Giadi Traditional Make Up (reita.giadi@gmail.com)

“Mama Reita adalah ibu mertuaku sendiri. Aku belum pernah dengar lho ada pengantin yang didandanin ibu mertua sendiri. Aku sendiri sudah tahu kualitas makeup-nya. Banyak teman-teman yang menikah dan di-makeup oleh Mama Reita. Beliau bisa membuat mukaku tidak berubah setelah di-makeup. Kontur mukaku tidak diubah sehingga bisa tampil cantik tanpa menjadi orang lain. Keliatan banget makeup-nya pakai doa dan hati.”

3. Soundbox Audio and Lighting (contact@sbxaudio.com)

“Dari mulai lamaran, pengajian, hingga wedding, aku menggunakan jasa mereka. Kebetulan aku pemusik, dulu ngeband, dan lumayan sensitif urusan sound. Urusan musik aku percayakan saja kepada mereka. Pilihan lagu saat wedding sesuai banget dengan yang aku mau. Kualitas sound juga bagus banget. Nggak ada suara pecah atau feedback. Musiknya juga crisp banget.”

Untuk mendapatkan pernikahan impian seperti Jibrilia dan Gaza, berikut tipsnya, “Berusahalah semaksimal mungkin untuk membuat pernikahan of your dreams. Namun, ingat juga bahwa yang penting adalah kita enjoy and made the process also beautiful. Jadi, jangan sampai harus sedih-sedihan atau berantem dengan calon suami maupun orangtua in the process.

Pernikahan Putri Titian dan Junior Liem

Posted on by Rebebekka & filed under The Wedding.

Kabar pernikahan pasangan yang satu ini banyak membuat para pria dan wanita patah hati. Para pria patah hati karena Tian yang cantik kini sudah milik seseorang, begitu juga sebaliknya para wanita menjadi galau karena Jun statusnya sudah berubah. Namun semua orang turut berbahagia akan pernikahan Putri Titian dan Junior Liem ini terutama setelah melihat suasana pernikahan yang begitu indah, sakral dan menyenangkan. Simak ceritanya ya brides!

Museum Bank Indonesia mereka pilih untuk menjadi venue pernikahan yang akan mereka kenang selamanya. Sejak awal mereka memang menginginkan untuk mengadakan pernikahan dengan konsep outdoor. Mereka sempat mempertimbangkan untuk mengadakan pernikahan di luar kota yang dirasa akan lebih cocok dengan konsep outdoor. Sampai akhirnya mereka menemukan Museum Bank Indonesia dan mereka langsung suka dengan atmosfer yang ada pada gedung tersebut.

Rangkaian acara pernikahan diawali dengan prosesi akad nikah yang syahdu dan mengharukan. Tian dan Jun tampil memukau dengan busana adat Palembang. Biasanya busana adat Palembang dominan dengan warna merah menyala. Namun Tian mengaku bahwa dirinya tidak terlalu percaya diri mengenakan warna merah mencolok di hari pernikahannya, oleh karena itu ia memilih warna pink fuschia dan hasilnya sangat cantik serta sesuai dengan karakter Tian yang muda dan ceria. “Selama fitting busana adat Palembang di tempat Tante Reiny kami excited karena belum pernah sebelumnya memakai busana adat Palembang. Waktu hari H pun kami bingung dan merasa aneh karena banyak menggunakan aksesoris adat yang besar – besar, tetapi seru kok!” cerita Tian bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan resepsi yang bertema fun and classic garden wedding. Tim Dekorasi menambahkan rumput sintetis di seluruh area pelaminan untuk membuat gedung menjadi benar – benar seperti taman. Tian mengungkapkan bahwa Fradhea dan tim Airy Designs sangat bisa mengerti seperti apa dekorasi yang Tian inginkan. Untuk menambah kesan personal, Dhea membuatkan acrylic board yang bertuliskan beberapa quotes di mana diantaranya merupakan puisi buatan Jun yang pernah diberikan kepada Tian sebelumnya.

Selain klasik dan romantis, para undangan juga sangat merasakan unsur fun dalam pernikahan ini. Jika biasanya karakter dalam film kartun hanya hadir di acara – acara ulang tahun anak – anak, kini mereka bisa hadir juga di sebuah pernikahan dan membuat suasana semakin meriah dan menyenangkan. “Kami kurang menyukai pernikahan yang begitu kaku. Untuk menambah kesan fun, kami sengaja mengundang karakter yang kami suka yaitu Bing – Bong dari film Inside Out, Sully dari film Monster Inc dan Patrick temannya Spongebob untuk ikut mengiringi kami ke pelaminan bersama flower boy.

Beberapa bulan kami mencari pembuat badut yang bagus dan bisa menyerupai karakter aslinya namun susah sekali. Sampai akhirnya kami ketemu Clowns House yang meskipun sedikit jauh karena berlokasi di Bandung namun kami senang sekali dengan bentuk karakternya. Untuk karakter ini dari pihak keluarga tidak ada komplain sama sekali karena kami bisa meyakinkan orang tua untuk tetap menjaga ambience acara,” jelas Tian.

Satu hal lagi yang menarik perhatian The Bride Dept adalah invitation dari pernikahan Tian dan Jun yang sangat personal. Undangan dibuat dengan kayu jati asli yang digrafir secara khusus. Tian bekerja sama dengan Sanoesa dan Peony Wedding Invitation hingga terciptalah undangan yang begitu cantik dan personal. Saking semangatnya Tian dan Jun sampai pergi ke pasar Majestik berdua untuk membeli bahan kain lace sebagai pemanis pada undangan mereka.

Semua yang sudah melihat foto – foto pernikahan Tian dan Jun di Instagram pasti setuju jika wedding dress yang Tian kenakan sangat cantik. Tian sebenarnya tidak begitu suka mengenakan ball gown dengan berbagai macam pertimbangan. Dirinya lalu mengutarakan kepada Imelda Hudiyono untuk membuatkan gaun classic yang sesuai dengan kepribadian Tian. Hasilnya benar – benar sesuai ekspektasi dan membuat Tian bahagia.  Yang juga unik adalah bowtie yang dikenakan oleh para groomsmen. Tian sengaja meminta kepada WIT (Wear It Too) untuk membuatkan bowtie dengan desain LEGO warna – warni. Selain gaun klasik dan bowtie para groomsmen, suit yang dikenakan Jun juga menarik untuk dibahas. Jun terinspirasi oleh karakter Willy Wonka di salah satu film musical hingga memutuskan untuk memakai suit berwarna merah maroon dan berbahan velvet. Suit yang dibuat oleh Brillington & Brothers ini ternyata juga menyimpan cerita haru. Jun secara khusus meminta agar dibuatkan cetakan foto orang tua Jun pada jasnya. Sehingga selama acara pernikahan Jun merasa dekat dengan orangtuanya yang telah tiada, karena ada foto papa dan mamanya di sebelah kanan dan kiri jas Jun.

Sebelumnya The Bride Dept pernah mengulas bahwa hujan bisa menjadi a blessing in disguise ketika terjadi dalam pernikahan kita. Hal itu juga yang terjadi pada pernikahan Tian dan Jun bahkan menjadi highlight pada pernikahan mereka! “Kita sempat khawatir saat sore – sore turun hujan karena kita tidak memiliki contingency plan. Sampe jam tujuh masih hujan dan akhirnya 19.45 hujan berhenti total. Ternyata efek dari hujan justru membuat suasana menjadi lebih romantis. Didukung oleh lighting dari Uplight Lighting membuat semuanya menyatu ditambah lagi such fine tunes dari Untitled Band yang menyempurnakan semuanya. Hujan dari sore namun banyak teman – teman dan undangan yang datang. Walaupun pernikahan ini ada kekurangan namun semua tertutup oleh rasa bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga dan teman,” cerita Tian.

Top 3 vendor pilihan Tian dan Jun

1. Artea Wedding Organizer

“Mereka semua sigap dan aktif. Mereka orang – orang profesional di bidangnya. Banyak detail yang mereka pikirkan bahkan kita tidak kepikiran. Mereka juga tidak menganggap kita sebagai klien karena kita bisa sharing sebagai teman. Mereka banyak membantu kita dalam hal memilih vendor yang cocok. We are one satisfied client and we recommend them verry berry much”

2. Axioo

It was our dream to have Axioo capturing our moments and those dreams came true. All the moments were taken incredibly beautiful. Thank you Axioo. Dimar and the rest of Axioo crew, we love you so much”

3. Wit – Wear It Too

They are very friendly and they have lots of unique bowtie and accessories. Go check them out if you don’t believe us. What do you think about our LEGO bowtie?”

Tips dari Tian dan Jun untuk para brides to be :

  1. Make sure you are ready to have tons of  fight with your partner. Namun jangan kuatir karena semua orang yang mau menikah juga pasti berantem kok.
  2. Persiapkan undangan jauh – jauh hari sebelumnya karena membuatnya repot banget deh.
  3. Banyak browsing dan tanya dengan orang yang berpengalaman. Sesuaikan juga vendor dengan budget yang kamu punya karena banyak kok vendor – vendor pernikahan. Tidak semua vendor mahal itu cocok dengan tema yang kalian pilih.
  4. Jangan stres! At the end you will be happy cause you’re already married with the person you love.
  5. Good luck jangan lupa berdoa!

Acara Lamaran dengan Tema Rustic ala Talita dan Putra

Posted on by Langen & filed under The Engagement.

Pertemuan pertama Talita dengan Putra terjadi pada tahun 2012. Talita masih mengingat pasti kapan tanggal mereka pertama berjumpa. Hampir empat tahun yang lalu, pada tanggal 3 September 2012 Talita dan Putra bertemu untuk kali pertama. Hari itu adalah hari pertama kerja bagi keduanya, selain sama-sama anak baru di kantor yang sama, Putra dan Talita juga dipasangkan dalam satu kelompok kerja. Sejak berkenalan di hari itu mereka menjadi semakin dekat hingga hampir satu tahun kemudian, di tanggal 1 September 2013, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari rekan kerja.

Suatu hari, ditengah-tengah kesibukan persiapan acara lamaran, Putra mengajak Talita pergi makan malam. Dinner mereka malam itu awalnya berjalan seperti biasa, mereka mengobrol sambil makan bersama. Kemudian tiba-tiba Putra memesan dessert untuk Talita. Beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan dessert yang dipesan Putra, setelah itu pelayannya menuangkan hot chocolate ke dessert tersebut dan perlahan coklat yang ada diatas piring itu meleleh. Setelah semua coklat meleleh, mulai terlihat sebuah cake coklat kecil berbentuk kotak. Talita yang sama sekali tidak menduga akan dilamar masih tidak menyadari apa yang terjadi. Putra kemudian menunujukkan cincin yang berada di dalam kue tersebut. Setelah itu Putra memberikan cincinnya kepada Talita sambil menanyakan sebuah pertanyaan “Will you marry me?” Meskipun sempat speechless dan menangis, Talita berhasil mengeluarkan satu kata dari mulutnya, “Yes.”

Putra dan Talita memilih untuk melaksanakan acara lamaran mereka di bulan April. Sebelum acara lamaran ini dilaksanakan, orang tua mereka telah bertemu untuk membahas lamaran. Lamaran mereka ini diadakan di rumah, namun meski diadakan di rumah, dekorasinya tidak setengah-setengah. Talita sejak awal sudah menentukan untuk memakai dekorasi dan backdrop menggunakan tema simple rustic dengan sentuhan warna hijau, coklat dan putih. Tema outdoor rustic ini awalnya akan digunakan pada saat pernikahan Talita dan Putra, namun mereka akhirnya sepakat bahwa tema rustic lebih sesuai jika dijadikan tema lamaran. Pilihan mereka itu terbukti tepat karena rangkaian dekorasi chic dan vintage yang ditampilkan berhasil melengkapi suasana lamaran yang relaxed dan intimate.

Di hari lamarannya, Talita terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna mint green yang disempurnakan dengan lilitan kain songket Minang. Warna mint green sendiri dipilih sebagai warna kebaya karena merupakan warna kesukaan Talita. Kebaya yang digunakan memiliki desain yang simple dan sopan. Talita mengaku awalnya dia sempat kesulitan memilih model kebaya yang akan dipakai, namun dengan bantuan mama dan kakaknya dia akhirnya menemukan kebaya impiannya. Talita memilih untuk mengenakan kebaya dengan model yang sederhana dengan hiasan payet dan selendang sebagai sentuhan terakhir. Kebaya tersebut dipakai bersama dengan kain songket Minang yang sudah turun temurun digunakan oleh keluarga Talita. Pada acara lamaran, Talita bersama dengan keluarga intinya yang memakai busana berwarna silver dan baby blue, menjalani prosesi lamaran seperti seserahan dengan nuansa adat Minang. Rangkaian acara yang mereka lakukan diantaranya adalah pemberian tanda kasih, perkenalan kedua keluarga, doa bersama dan ramah tamah. Putra dan Talita menjalani prosesi lamaran secara khidmat di depan keluarga besar dan sahabat terdekat mereka.

Dari seluruh rangkaian acara lamaran yang mereka lakukan, ada satu momen yang menjadi momen paling berkesan untuk Talita. Momen itu adalah saat Talita keluar kamar untuk turun bergabung di acara lamaran didampingi kedua sahabatnya. Saat Talita turun dan duduk berhadapan dengan Putra di hadapan seluruh keluarga besarnya, dia merasa seakan kali pertama mereka bertemu, alhasil Talita dan Putra menjadi terdiam sambil terseyum malu-malu.

Top vendors yang dipilih oleh Putra dan Talita adalah:

1. Polar Photograph

“Sangat on time, professional, ramah dan sabar sekali mengarahkan aku dan Putra serta keluarga besar. Hasil fotonya juga bagus dan yang paling penting tim Polar fast response ketika dihubungi.”

2. Fita Angela

“Menurut tamu yang hadir makeup aku bagus dan tidak menor. Dari pagi sampai malam makeupnya masih awet. Karena Fita temanku saat kuliah dan datangnya tepat waktu jadi di hari H aku merasa tenang dan lebih santai. Hairdo aku juga dikerjakan teman Fita yang hasilnya juga sangat bagus. Tidak heran setelah acara lamaran banyak yang menanyakan kontak Fita dan Kiki.”

3. Mode’s Pak Uloh

“Suka dan puas sekali dengan hasil jahitan kebayanya. Detail dan model kebayanya sesuai dengan yang aku mau. Hanya butuh waktu sekitar satu minggu termasuk dengan fitting untuk mendapatkan hasil seperti ini. Mode’s Pak Uloh sangat tepat waktu dan mengerti model yang diinginkan client.”

4. Loons and Banes

“Puas sekali lihat hasil dekornya dan banyak orang yang memuji. Aku ga ngomong banyak dengan tim dekor maunya seperti apa tapi mereka sudah bisa bikin dekor lebih bagus dari yang aku harapkan. Aku sempat tidak percaya juga kalau semua dekorasi yang digunakan adalah daun asli, hasilnya tema rusticnya jadi lebih terlihat.”

Bagi para calon pengantin yang sedang menyiapkan acara lamaran, Talita membagi tips berikut:

  1. Persiapkan kebutuhan utama acara lamaran, pastikan semua vendor available pada tanggal lamaran dan lakukan booking dari jauh hari untuk vendor seperti catering atau MUA.
  2. Siapkan rundown acara, list nama keluarga besar dan jumlah tamu yang akan hadir. Komunikasikan seluruh rangkaian acara lamaran kamu kepada kedua keluarga.
  3. Sebisa mungkin buat acara lamaran kamu menjadi nyaman dan intimate.

7 Kesalahan Dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Salah satu tantangan dalam memulai hidup baru bersama pasangan adalah mengurus keuangan bersama. Pemasukan serta pengeluaran kalian akan menjadi dua kali lipat, belum lagi tujuan-tujuan baru di masa depan yang ingin kalian capai bersama, entah itu rumah, kendaraan, liburan bersama, hingga anak.

Sebagai pemula dalam hal ini, kamu mungkin akan menemukan kesulitan. Namun, jangan sampai kamu mengalami kesalahan dengan melakukan 7 kesalahan di bawah ini!

1. Sama sekali tak punya bayangan

Mencatat semua pengeluaran dari yang terkecil hingga terbesar memang tidak perlu, namun menjalani kehidupan tanpa punya bayangan pengeluaran yang digunakan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Paling tidak, catatlah pengeluaran kalian secara kasar. Ini akan membantu kalian untuk menggunakan uang dengan lebih bijak dan menyortir kebutuhan umum dan juga kebutuhan yang tidak perlu.

2. Tidak teliti

Mencatat pemasukan dan pengeluaran uang memang merupakan hal yang sedikit rumit. Namun, mencatat keuangan dengan teliti dapat menghindari masalah di kemudian hari, terutama jika kalian sedang menggunakan pengeluaran yang cukup besar nominalnya.

3. Tidak mengakui kesanggupan diri sendiri

Di awal pernikahan, biasanya pasangan baru memiliki kesepakatan untuk menabung beberapa persen pemasukannya untuk kebutuhan di waktu mendatang. Jika kalian sepakat untuk menabung, pastikan kamu masih punya cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai persediaan uangmu malah mencekik leher karena fokus kepada kesepakatan uang tabungan itu sendiri. Pastikan kamu terbuka dengan pasangan mengenai jumlah yang kamu sanggupi untuk menabung bersama.

4. Terlalu pelit

Hamil, melahirkan, punya anak, menyekolahkan anak-anak, dan hal di masa depan lainnya memang terlihat menekan diri untuk terus menabung demi anak-anak. Namun, selagi kamu masih hanya berdua dengan pasangan, bukan berarti kalian harus hidup dibawah kemelaratan saking pelitnya menggunakan uang sendiri. Usahakan, jadikan menabung itu menyimpan uang berlebih kalian, bukan malah untuk menyusahkan diri sendiri. Kurangilah waktu makan di luar, gantilah pengeluaran tersebut untuk menghabiskan waktu berduaan dua minggu sekali, dengan menggunakan uang dengan bijak juga tentunya. Karena, sebagai pengantin baru, disinilah waktunya kalian harus membangun rumah tangga yang harmonis dan romantis.

5. Tidak dapat menahan diri

Akan ada waktunya kamu sangat ingin berbelanja tapi tidak ingin memotong bagian tabunganmu. Di waktu seperti itu, kamu mungkin akan berfikiran untuk meminjam uang kepada temanmu dan berniat untuk mengembalikannya secara menyicil. Percayalah, meskipun terlihat sepele, kamu akan mulai mengandalkan pinjaman uang dari teman-temanmu dan kamu akan mulai berhutang, dari nominal yang kecil, hingga berkali-kali lipat.

6. Tidak rasional

Berjanji pada diri sendiri untuk tidak berbelanja selama beberapa waktu kedepan setelah berbelanja barang mewah adalah hal yang tidak masuk akal dan mustahil untuk dilakukan. Tahanlah dirimu untuk membeli barang mewah, terlebih lagi untuk barang-barang yang tidak utama.

7. Tidak bertukar pikiran dengan pasangan

Jika kamu ingin membeli sebuah barang namun ragu karena kesepakatan menabung dengan pasanganmu, jangan pendam keinginan itu sendirian. Ceritakanlah kepada pasanganmu betapa kamu menginginkan untuk membeli barang tersebut, jika masih bisa berterima, pasanganmu pasti akan mengerti. Jika kamu memendam keinginan itu sendiri saja, lama kelamaan kamu mulai merasa terbebani dari rumah tanggamu sendiri.

Yang terpenting, usahakan untuk menahan diri untuk membeli barang yang tidak perlu dan jangan lupa untuk selalu jujur dengan pasanganmu.

Belum Menikah di Umur 30 tahun, Apa Alasannya?

Posted on by Rebebekka & filed under How To.

Memasuki bulan Ramadhan, sesuatu yang paling ditunggu – tunggu adalah hari Idul Fitri. Hari kemenangan yang patut dirayakan dengan berkumpul bersama para kerabat dan keluarga besar. Nah! biasanya di momen – momen seperti ini menjadi saat yang menyebalkan untuk sebagian orang. Kenapa begitu? Karena mereka lelah ditanya “kapan menikah?”

Serangan pertanyaan ini biasanya ditujukan kepada mereka yang sudah berusia atau mendekati usia 30. Entah siapa yang membuat batasan tersebut, namun sudah seperti menjadi batasan yang tertulis jika usia 30 adalah angka terakhir untuk seseorang sebaiknya menikah khususnya perempuan. Padahal semua paham bahwa jodoh dan teman hidup tidak bisa dipaksakan untuk menyatu meskipun dengan alasan usia. Tentu saja para wanita ini memiliki pertimbangannya sendiri ketika memutuskan belum mau menikah saat itu. Berikut adalah beberapa alasan para wanita ketika mereka belum menikah saat atau menjelang usia 30 :

1. Trauma Dengan Hubungan Sebelumnya

Mereka yang telah berpacaran lama dan tiba – tiba harus mengakhiri hubungannya tidak jarang mengalami trauma untuk memulai hubungan baru. Apalagi jika hubungan tersebut kandas karena ada pengkhianatan atau kekerasan oleh sang pacar. Mereka butuh waktu yang cukup untuk berdamai dengan sang mantan dan dengan dirinya sendiri agar bisa memulai babak baru dalam hidupnya.

2. Sedang Asyik Berkarir

Usia menjelang 30, biasanya wanita sedang menjalani progress dalam karirnya. Bukan lagi sebagai fresh graduates atau anak magang seperti di usia – usia 25-an, namun belum juga mencapai puncak karirnya. Sehingga biasanya pada usia tersebut, para wanita sedang berjuang dan menikmati pekerjaannya untuk mencapai target yang mereka inginkan. Tidak pelak kesibukan ini membuat mereka agak sulit berhubungan dengan seorang pria untuk lebih serius.

3. Belum Menemukan Yang Pas

Menemukan seseorang yang pas di hati memang susah – susah gampang, terutama untuk mencari teman hidup selamanya. Para wanita tidak mau sembarang dalam memilih pasangan walaupun usianya sudah “mepet”. Lebih baik telat daripada menyesal selamanya bukan?

4. Tidak Direstui Oleh Orangtua

Sudah menjalani hubungan begitu lama dan belum juga menikah. Bisa jadi disebabkan karena tidak adanya restu dari orangtua masing – masing. Restu yang terhambat menyebabkan mereka belum bisa menikah meskipun usia terus berjalan.

The Bride Dept coba juga menggali dan mencari tahu bagaimana perasaan mereka yang belum menikah menjelang usia 30 dan sudah menikah namun melewati batas usia 30. Apa sebabnya mereka belum menikah? Apakah mereka menganggap bahwa usia 30 memang merupakan batas terakhir untuk menikah? Dan bagaimana dengan tanggapan orang – orang di sekitar mereka melihat mereka belum menikah? Teman share The Bride Dept kali ini adalah dua wanita, yang pertama belum menikah di usianya yang ke-29 dan yang kedua telah menikah di saat usianya sudah menginjak angka 31. Simak ya brides!

M, 29 tahun

Kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan kamu belum menikah menjelang usia 30?

“Belum punya calon-nya. Beberapa kali ada yang mendekati tetapi selalu ada saja yang tidak pas di hati”

Apakah kamu menganggap jika angka 30 tersebut merupakan batasan terakhir untuk menikah?

Tidak juga sih. Alasannya mungkin karena kita tinggal di Indonesia yang menganggap kalau di usia 30 masih belum menikah adalah “aib” atau itu cuma alibi gw karena gw udah 29 tetapi belum menikah, hahaha!”

Bagaimana dengan tanggapan orang – orang di sekitar kamu melihat kamu? Apakah kamu merasa terganggu?

“Mereka sih menanggapinya dengan bijaksana dan menerima gw apa adanya. Paling kemana – mana dan dimana – dimana semua orang jadi mendoakan gw supaya cepat menikah. Gw hanya bisa mengamini. Orangtua dan keluarga juga tidak terlalu mendorong gw untuk cepat – cepat menikah, meskipun gw tahu dalam hati mereka ingin gw menikah, hiks. Kalau di acara keluarga sudah ramai tanya – tanya, gw palingan pura – pura kikir kuku atau mainin rambut, hahaha.”

R, 38 tahun

Kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan kamu belum menikah menjelang usia 30?

“Dulu, kelamaan pacaran sama orang yang ga jelas, karena dia beda agama dan pekerjaanya belum settled. Waktu akhirnya putus, jadi bingung cari yang pas di hati. Selain cinta, pekerjaan calon suami harus dipertimbangkan juga, yang penting punya pekerjaan tetap dan mau kerja keras. Selain itu ada beberapa hal yang saya kejar sebelum memutuskan untuk menikah. Saya mau punya pekerjaan yang settled, merasakan punya karir yang bagus, merasakan punya rumah dari hasil keringat sendiri. Tercapai juga sih punya rumah sendiri sebelum menikah.”

Apakah kamu menganggap jika angka 30 tersebut merupakan batasan terakhir untuk menikah?

“Iya, saya menganggap usia 30 memang menjadi batasan untuk menikah. Namun menikah di usia 25 tahun menurut saya juga terlalu muda sih, karena waktu usia 25 tahun saya belum kepikiran untuk menikah.”

Bagaimana dengan tanggapan orang – orang di sekitar kamu melihat kamu? Apakah kamu merasa terganggu?

“Terganggu sih dengan tanggapan orang terutama keluarga yang selalu menanyakan “kapan menikah.” Lama – lama jadi kebal dan ambil sisi positifnya. Saya berpikir menikah di usia 30 atau lebih justru baik dari segi psikologis seseorang. Katanya jadi lebih siap mental dan emosi menjalankan rumah tangga. Benar juga loh, karena sesudah menikah saya tidak pernah berantem dengan suami untuk hal – hal yang sepele seperti ketika saya berusia masih 20-an, hehehe,”

Memberikan Uang sebagai Kado Pernikahan

Posted on by alandakariza & filed under How To.

Seperti yang sudah kita ketahui, hampir setiap acara pernikahan memiliki kotak angpau di mana tamu bisa memberikan hadiah berupa uang, apapun latar belakang budaya maupun kepercayaan dari kedua mempelai.

Tapi, sebagai tamu, apa saja poin-poin yang harus kita ingat? Berikut sejumlah tips yang bisa menjawab pertanyaanmu!

Apa uang harus ditempatkan di amplop?

Ya, untuk alasan kesopanan dan keamanan. Tidak harus menggunakan amplop yang fancy, tapi paling tidak, gunakan amplop putih atau cokelat yang baru dan bersih. (Kami pernah menerima angpau yang ditempatkan di dalam amplop bekas dan kop Forum Betawi Rempug dengan gambar macan di amplopnya! Kaget sekali — tapi jadi tertawa terbahak-bahak di malam pernikahan kami.)

Apa sebaiknya meninggalkan nama, atau tanpa nama saja?

Sejak lama, saya berpikir bahwa kado dalam bentuk uang ini sebaiknya diberikan tanpa nama (seperti ketika sedang “menyumbang” saja), dengan harapan mempelai tidak perlu tahu siapa yang memberikan “hadiah” ini. Ternyata, setelah menikah, kami baru tahu bahwa banyak orang yang meninggalkan ucapan dan nama mereka di dalam amplop. Ini berguna sekali bagi kami, karena kami jadi bisa mengucapkan terima kasih secara langsung kepada yang memberikan “kado”, dan bisa membalas kebaikan mereka di hari-hari bahagia mereka (ulang tahun, pernikahan, kelahiran anak, dan lainnya).

Bolehkah memberi uang bersama pasangan dan/atau bersama teman “segeng”?

Boleh. Kami menerima banyak sekali “angpau” yang diberikan oleh sepasang kekasih/suami-istri, satu keluarga besar, maupun satu grup pertemanan.

Apa alternatif kado lain selain uang?

Jika hendak memberi kado selain uang, tentu boleh dan banyak macamnya, tergantung pasangan yang akan menerima. Namun, alangkah baiknya jika kado tersebut bisa diberikan di hari lain (sebelum atau sesudah pernikahan). Sebab, di Hari H, apalagi untuk kado yang berukuran besar, agak sulit memastikan bahwa kado ini terjaga dengan aman di meja penerima tamu.

Apakah kamu memiliki tips lain untuk tamu-tamu yang hendak menghadiri pernikahan dan mau memberikan hadiah dalam bentuk uang?

8 Persiapan Menjadi Istri Idaman

Posted on by NSCHY & filed under How To, Relationship.

Menjelang pernikahan, tidak hanya pestanya saja yang disiapkan, namun, kehidupan mendatang seperti menjalani status baru menjadi seorang istrilah juga wajib disiapkan. Supaya kamu siap mental dan juga persiapan, yuk perhatikan persiapan berikut!

1. Belajar untuk saling percaya dan mempercayai

Tidak hanya kunci untuk menjadi istri saja, percaya dan mempercayai merupakan sebuah dasar rumah tangga. Sebagai pasangan yang membangun rumah tangga baru, kalian berdua harus menjalin kepercayaan yang tinggi atas satu sama lain untuk menjalani rumah tangga yang penuh dengan kejujuran dan juga keterbukaan.

2. Bisa mengurus rumah

Wanita merupakan orang yang wajib menjaga keteraturan, kebersihan, keindahan dan juga keindahan rumahnya. Dari rumah, orang bisa menilai keadaan rumah tanggamu juga. Memang bukan hanya kewajiban istri saja, suami juga wajib membantu menjaga kebersihan dan kerapihannya. Namun, sebagai istri, kamulah yang mempunyai tanggung jawab lebih untuk mengurusnya. Oleh karena itu, sebagai persiapan menjadi istri, kamu wajib handal dalam mengurus rumah. Tidak hanya kebersihannya, mengatur posisi tata letak agar rumahmu selalu tampak baru juga akan memberikan nilai plus kamu menjadi seorang istri yang dapat membuat suaminya selalu betah di rumah.

3. Belajar untuk tidak posesif

Sebagai wanita, terlebih lagi ibu rumah tangga di umur pernikahan yang baru, kamu harus belajar untuk mengalah dengan egomu dan tidak posesif terhadap suamimu. Cemburu pasti ada karena takut kehilangan. Namun, posesif nantinya dapat membuat pasanganmu tidak merasa nyaman lho. Jadi, percayalah kepada pasanganmu.

4. Tetaplah cantik untuk suamimu

Bukan karena sudah resmi menjadi milik seseorang dan sudah mendapatkan lelaki impianmu berarti kamu langsung nggak peduli dengan penampilanmu di hadapannya. Suamimu lelah bekerja pagi hingga malam untukmu, jadi, setiap pagi sebelum ia bangun, usahakan kamu sudah mandi dan rapih, begitu juga saat dia pulang kerja. Tetaplah jaga kebiasaan yang kamu tuntut saat kamu masih sendiri, berdandan, menjaga badan, menjaga kebersihan badan hingga mengatur pola makan. Ingatlah, akan lebih banyak wanita yang lebih menarik di luar sana. Maka dari itu, buatlah ia untuk selalu tidak sabar untuk pulang ke rumah dan selalu terbayang olehmu. Ini juga dapat menjadi penghindar ia untuk melirik wanita lain.

5. Belajar menjadi dewasa dan tidak cerewet

Sebagai pengurus rumah, sudah lumrah bila kamu nantinya akan lebih cerewet terhadap perilaku suamimu yang suka sembarangan. Namun, daripada menghujaninya dengan omelan, kamu harus belajar lebih dewasa dan menyampaikan pendapatmu dengan halus.

6. Belajarlah untuk mengurus pasanganmu

Saat sudah memasuki rumah tangga, kamu tidak hanya harus mengurus dirimu sendiri. Sebagai istri, kamu juga wajib mengurus suamimu. Mulai dari menyiapkan sarapan, pakaian untuk ke kantor, bahkan menyiapkan kejutan kecil saat ia pulang kantor. Meskipun kamu menggunakan jasa pembantu rumah tangga, ada baiknya untuk urusan suamimu tetap kamu lakukan sendiri seperti menyiapkan sarapannya, menyetrika kemejanya, hingga memilihkan dasi untuk ia pakai hari itu pula.

7. Belajar masak

Di awal hubungan rumah tangga, saat sang istri belum lihai dalam memasak, biasanya keduanya cenderung akan banyak membeli makanan atau memasak makanan yang instan saja. Namun, akan lebih baik jika dari awal rumah tangga kamu sudah menunjukan tanggung jawab dan juga rasa kasih sayang yang terwujud dalam mengurus sang suami dengan memasak makanan kesukaannya setiap hari. Memang tidak ada salahnya belajar sambil melakukan, tapi akan lebih baik lagi kamu sudah mantap dan siap menjadi seorang istri dari awal pernikahan kalian.

Saat kamu bisa memasak, kamu juga bisa memberikan kejutan-kejutan untuk suamimu, seperti membawakan bekal makanan kesukaannya setiap hari. Tidak perlu menu yang rumit, makanan yang dimasak darimu sendiri dengan hiasan manis atau pesan-pesan romantis dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan menambah rasa cintanya padamu lho.

8. Belajar mengatur keuangan

Sebagai seorang istri, yang bekerja maupun ibu rumah tangga, kamu juga akan mempunyai kewajiban baru untuk mengatur keuangan rumah tangga. Mulai dari keuangan belanja bulanan, belanja pribadi, kebutuhan rumah tangga dan yang lainnya. Di sinilah kebijaksanaan dan juga kedewasaanmu akan terlihat. Dengan uang yang pas-pasan atau bahkan sangat berlebih, kamu harus bisa mengaturnya dengan bijak dan bahkan bisa untuk menyimpan keuangannya untuk masa depan.

Jadi, sudah siapkah kamu untuk menjadi istri idaman?

Anniversary Camp of Andien and Ippe

Posted on by Friska R. & filed under How To.

Banyak cara untuk merayakan hari jadi pernikahan. Ada yang merayakan dengan romantic dinner, atau liburan ke destinasi impian. Demikian juga dengan Andien dan Ippe yang merayakan anniversary mereka dengan berkemah di daerah Ciwidey, Jawa Barat. Seperti apa foto-fotonya, yuk kita simak!

Photo Courtesy of @vegaprabumi of @owlsomeproject for Andien and Ippe

Lovely tent from @ogi_og

Pernikahan Adat Palembang ala Bella dan Sandi di Ritz Carlton Mega Kuningan

Posted on by Friska R. & filed under The Wedding.

Masih ingat tidak dengan Bella dan Sandi yang lamarannya pernah diulas di The Bride Dept? Di bulan Mei yang lalu pasangan ini mengadakan lamaran dengan adat Palembang bernuansa warna merah. Kali ini, The Bride Dept akan membahas mengenai pernikahan mereka yang baru saja diadakan.

Ungkapan benci dan cinta itu bedanya tipis terbukti kebenarannya di pasangan ini. Seperti plot di film romantic comedy, saat awal berkenalan Bella dan Sandi tidak menyukai satu sama lain. Keduanya kerap berbeda pendapat yang sering berujung menjadi perdebatan dan pertengkaran. Tetapi perlahan mereka menjadi dekat dan rasa diantara keduanya kemudian berubah dari benci menjadi cinta. Kini mereka telah menikah dan mendapatkan ending happily ever after mereka.

Pasangan ini telah menyiapkan pernikahannya selama kurang lebih satu tahun. Persiapan mereka dimulai dengan pemilihan venue pernikahan, Ritz Carlton Kuningan. Setelah mendapatkan venue, mereka kemudian memulai pencarian untuk wedding organizer, hingga akhirnya mereka memilih menggunakan Natalie Jodie Wedding. Bagi para calon pengantin yang sedang mencari WO, Bella menyarankan menggunakan WO ini. “Aku rekomendasi banget Natalie Jodie Wedding, kerjanya teliti per item semua di cek sama dia apalagi buat seseorang yang punya papa perfeksionis kaya aku,” ujar Bella.

Di pernikahannya ini, Bella dan Sandi memakai konsep pernikahan tradisional. Bella mengaku kalau dia memilih konsep ini untuk mendapatkan kesan asli dan authentic di pernikahannya. Karena itu sejak tahapan pre-wedding mereka menggunakan konsep tradisional. Selain itu, Bella merasa pernikahan tradisional dengan unsur adat yang kental dapat menangkap nuansa regal selayak raja dan ratu kerajaan kuno.

Pasangan ini memutuskan untuk memakai adat Islam dengan campuran adat Solo di akad dan adat Palembang di resepsi pernikahan. Bella dan Sandi memulai prosesi pernikahan mereka dengan khatam Al Quran untuk melancarkan dan memudahkan acara perkawinan. Setelah prosesi khatam, mereka kemudian menjalani siraman, midodoreni dan kemudian ditutup dengan dulangan. Acara khatam ini ternyata sangat manjur, pernikahan Bella dan Sandi berlangsung mulus, terlebih Bella memiliki kabar bahagia untuk dibagi. “Alhamdulillah sih terbukti perkawinan lancar, terus aku juga langsung hamil habis honeymoon,” ungkap Bella.

Di pelaminan, Bella terlihat cantik menggunakan riasan paes. Namun sebelum di paes Bella mengaku gugup, “Awalnya aku menjelang perkawinan deg-degan banget karena banyak yang bilang di paes ada yang tidak manglingi, istilah Jawanya.” Untungnya Bella bisa mengatasi ketakutannya itu, “Semua balik ke diri kita, kalau yakin, percaya diri dan didukung vendor makeup dan dukun manten yang bagus, Insyaallah hasilnya bagus,” ujar Bella lebih lanjut.

Ketika diminta untuk memilih momen pernikahan yang paling berkesan untuknya, Bella mengatakan kalau setiap momen di pernikahannya sangat berkesan. Dimulai dari acara pengajian di hari Kamis, siraman di hari Jumat, dan resepsi pernikahan di keesokan harinya, semua sangat bermakna dan meninggalkan kesan yang dalam bagi Bella.

Top vendor yang dipilih oleh Bella adalah:

1. Natalie Jodie

“WO aku Natalie Jodie selalu mendengar curhat, keluh kesah dan senang juga, kita masih menjaga hubungan baik.”

2. Gaia Nata

“Tante Ina dekorasinya di rumah dan di hotel bagus banget.”

3. Irwan Riady

Makeup Irwan Riady di akad dan resepsi bisa menyulap muka aku.”

Bagi para brides-to-be yang sedang merencanakan pernikahannya, Bella memberikan tips berikut:

“Pernikahan itu sekali seumur hidup, pilih vendornya jangan terlalu terburu-buru atau lihat dari teman. Pilih yang sesuai dengan konsep yang kita mau, karena kalau kita sudah tahu konsep, vendor pun kerjanya jadi enak. Siapin juga fisik yang kuat karena acara pernikahan itu selain senang banget juga capek banget. Terakhir, jangan undang tamu terlalu banyak karena pesta kamu nanti jadi ramai banget dan suasananya tidak enak.”

Ketika Pernikahanmu Tidak Berjalan Sesuai Rencana

Posted on by NSCHY & filed under How To.

Mengurus pesta pernikahan tidak sesimple yang dibayangkan. Kamu harus mengendalikan berbagai vendor; mulai dari makanan, venue, pakaian, panitia, dekorasi, dan masih banyak lagi. Yang awalnya kamu merasa sudah mantap, di tengah-tengah kamu mungkin tersandung masalah.

Kamu sudah mengerahkan seluruh tenaga untuk menyelenggarakan pesta pernikahan idamanmu, jika hasilnya tidak sememuaskan bayanganmu, itu bukan kuasamu. Gaun pernikahan yang kekecilan, kebesaran, atau bahkan sobek, makanan yang kurang, band yang tampil tidak maksimal, make up yang mungkin membuatmu tampak lebih tua, atau bahkan MC yang tiba-tiba jatuh sakit.

Mungkin hari yang seharusnya jadi hari paling bahagia kamu, menjadi hari yang meninggalkan trauma tersendiri. Jadi apa yang harus kamu lakukan jika hal tersebut terjadi?

1. Bersedihlah tetapi tidak boleh terlalu lama

Ada emosi yang sebaiknya dikeluarkan, seperti penyesalan dan kemarahan atas pesta pernikahan yang tidak sesuai dengan keinginanmu. Kamu boleh bersedih dan menangis, kamu dapat mengungkapkan kekecewaanmu kepada vendor-vendor, keluarga, dan teman terdekat. Ceritakanlah perasaanmu pada suami karena di situlah kamu memberikan kesempatan untuk membuktikan rasa cinta dan perhatiannya kepadamu. Tetapi pastikan kamu tidak boleh “berduka” terlalu lama karena hal yang terpenting adalah kamu dapat menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang kamu sayangi.

2. Yang terpenting bukan pestanya, tapi pernikahannya.

Kamu mungkin sudah menghabiskan banyak waktu dan mengorbankan berbagai momen untuk menyiapkan pesta pernikahan yang sempurna. Mungkin kamu terlalu fokus membenci dan menyesali pesta pernikahan yang tidak sesuai dengan impianmu. Tapi coba tebak! Pesta pernikahanmu memang penting, namun pernikahan yang kamu jalani setelahnyalah yang terpenting.

3. Kamu bukan satu-satunya di dunia ini

Gaun yang kebesaran? Makanan yang kurang? Hujan? Venue yang ternyata terlalu sempit? Bukan hanya kamu satus-satunya orang yang mengalami kekurangan dalam pesta pernikahan. However life must go on. Banyak sekali pengantin di luar sana juga pernah mengalami hal yang sama, tak perlu kamu menghabiskan waktu untuk membenci dan menyesalinya. Semua orang pasti mengalaminya kok!

 

4. Pestamu hanya sehari dua hari, pernikahanmu berlangsung selamanya

Jangan menghabiskan waktu untuk menyesal. Mungkin orang akan membicarakan tentang pesta pernikahanmu untuk sebulan kedepan. Tapi, pesta pernikahan hanya berlangsung sehari atau dua hari dalam hidupmu. Pernikahanmu? Berlangsung selamanya! Lama kelamaan, orang akan bosan dan jenuh membicarakan pernikahanmu yang kamu bilang tak sukses itu. Gantilah topik pembicaraan mereka dengan rumah tanggamu yang harmonis dan juga romantis!

5. Tidak semua hal dapat kamu kendalikan

Demi mewujudkan pernikahan impian kamu, memang dibutuhkan team vendor yang sulit. Namun memang terkadang banyak yang tidak berjalan sesuai rencana. Hal tersebut bisa berasal dari beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab atau dari sesuatu yang tidak bisa dikontrol, seperti faktor cuaca. Jadi jangan salahkan dirimu. Ada hal yang bisa kamu kendalikan, ada yang tidak.

6. Jadikan hal ini sebagai sesuatu yang bisa kamu kenang

Coba bayangkan dua puluh atau tiga putuh tahun mendatang, kamu pasti akan berbagi cerita ini kepada anak cucumu. Pastilah kamu akan mengenangnya sebagai sesuatu yang lucu. Mungkin kamu akan merasa bersyukur mengenai hari “jelek” itu karena kamu memiliki sesuatu yang kamu kenang di kemudian harinya.

Jadi apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kamu tidak boleh sedih berkepanjangan. Tetapi sebaiknya kamu mengambil hikmah bahwa kamu sudah menikah dengan orang yang kamu sayangi!