Perlukah Memiliki Jurnal Pernikahan?

By Valeska on under How To

Memiliki jurnal penikahan atau yang kerap dikenal dengan istilah wedding journal? Kenapa harus? Ya, mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang muncul di kepala kamu saat membaca judul artikel ini. Terlebih lagi, kini ada banyak gadget canggih yang bisa memfasilitasi kita dalam berbagai hal, termasuk mencatat detail-detail persiapan pernikahan. Dalam hal ini, memang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu, namun ada juga beberapa hal yang manfaatnya lebih terasa jika kamu memiliki wedding journal untuk mencatat detail-detail persiapan pernikahan. Berhubung tulisan ini berangkat dari pengalaman pribadi saya sebagai seorang calon pengantin, saya akan memaparkan dua alasan utama kenapa keberadaan wedding journal penting bagi saya.

Pertama, menulis sangat membantu dalam mengingat dengan lebih baik.

Masih ingat kan betapa seringnya guru-guru semasa sekolah mengingatkan kita untuk mencatat pelajaran yang mereka terangkan di depan kelas? Guru-guru kita melakukan ini bukan tanpa sebab yang jelas, lho, karena memang terbukti bahwa menulis membantu untuk meningkatkan daya ingat. Pada saat menulis, tidak hanya tangan yang bekerja, tetapi juga mata yang membaca tulisan dan otak yang memahami tulisan. Jadi, apabila kita memiliki wedding journal untuk mencatat segala detail persiapan pernikahan, tentunya kita akan mampu mengingat lebih baik mengenai detail-detail pernikahan kita, misalnya nama-nama vendor ataupun hasil meeting dengan vendor.

Saya sendiri sejak masa sekolah dulu selalu merasa jauh lebih mudah memahami pelajaran jika saya mencatat apa yang guru terangkan di depan kelas. Prinsip ini saya berlakukan juga dalam mempersiapkan pernikahan saya. Sejak awal persiapan, saya sudah menyiapkan satu notebook kecil sebagai wedding journal agar saya bisa mencatat setiap detail persiapan pernikahan saya, terutama hasil pembicaraan saya dengan vendor-vendor yang saya temui. Karena saya mencatat banyak hal, saya pun mampu mengingat banyak hal. Saat ibu saya atau calon suami saya mendadak menanyakan sesuatu terkait persiapan pernikahan, saya mampu menjawab dengan cepat karena saya mengingatnya dengan baik.

Sekedar contoh, hingga sekarang saya masih ingat hasil diskusi saya dengan salah satu wedding organizer yang saya temui di awal tahun 2015 mengenai hakikat sighat talklik sebagai syarat sah pernikahan berdasarkan Hukum Islam. Kok bisa? Tentu bisa, karena saya mencatat hasil diskusi tersebut dalam wedding journal saya. Pada saat saya mencatat, saya membaca apa yang saya catat dan memahaminya. Alhasil, kini kalau saya ditanya atau ditantang untuk menjelaskan mengenai hakikat sighat taklik, saya cukup pede menjelaskannya hehehe.

Alasan saya yang kedua adalah karena wedding journal tidak akan kehabisan baterai atau terganggu fungsinya karena virus.

Salah satu hal yang tricky dari penggunaan gadget secara berlebihan adalah baterainya yang cepat habis. Bayangkan kalau kamu memiliki banyak pertanyaan yang ingin kamu ajukan pada florist yang akan kamu temui 15 menit lagi sedangkan baterai gadget kamu tinggal 2% dan tidak ada fasilitas untuk charging. Saya bisa senewen kalau mengalaminya hehe. Di sinilah keuntungan memiliki wedding journal. Wedding journal tidak bergantung pada baterai, jadi saya bisa mencatat di dalam wedding journal saya kapanpun dan dimanapun.

Karena wedding journal saya berbentuk fisik dan bukan digital, saya juga tidak perlu mengkhawatirkan wedding journal saya akan rusak karena terkena virus yang mampu menghapus seluruh data saya. Semua yang saya catat, baik itu nama-nama vendor, perbandingan biaya tiap vendor, atau sketsa kasar wedding invitation (yes, I doodle too) akan terjaga baik dalam wedding journal saya.

Oh ya, berhubung saya sempat menyebutkan bahwa saya suka doodling, memiliki wedding journal juga menguntungkan bagi yang suka doodling seperti saya. Saat terlintas ide mengenai wedding invitation atau dekorasi pelaminan, saya bisa langsung membuat coret-coretan di wedding journal saya. Tidak semua gadget dilengkapi perangkat yang memungkinkan penggunanya untuk membuat sketsa, jadi kembali ke cara konvensional dengan menggunakan pensil atau pena untuk mencoret-coret lebih mudah, kan?

Bagaimana pendapatmu tentang pentingnya memiliki wedding journal? Apakah kamu juga punya wedding journal? Feel free to share your thoughts in the comment section below, brides!