Pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi

By Friska R. on under The Wedding

Pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Bride's Attire Buah Tangan Widuri

Event Styling & Decor Agung Decoration

Master of Ceremony Budi Prayitno

Tak selamanya jodoh itu harus mengenal dalam waktu yang lama, perkenalan singkat dan tidak disengaja pun ternyata bisa berakhir di pelaminan! Seperti cerita pasangan ini, mereka menampilkan kebudayaan khas Jawa yang kental pada prosesi pernikahannya. Maka mereka pun sepakat menggelar pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi yang sarat akan budaya.

Pertemuan Pertama

Pertemuan Nindi dan Lutfi bisa dibilang memiliki cerita yang cukup lucu. Kita benar-benar tidak saling mengenal dan Lutfi melihat Nindi di salah satu IG Story temannya. Menurutnya, Lutfi langsung penasaran dan jatuh cinta pada pandangan pertama! Lutfi langsung penasaran dan dia mengikuti akun Instagram Nindi pada saat itu. Pada awalnya Nindi tak pernah membalas message dari Lutfi, sampai akhirnya saat ia ulang tahun barulah Nindi mengucapkan terima kasih pada Lutfi. Setelah itu kami berdua jadi sering berbicara dan kami pun berpacaran.

Pernikahan Jawa Klasik

Untuk konsep pernikahan yang kami selenggarakan, karena kita sama-sama berdarah Jawa dan menginginkan tema pernikahan klasik jadi kami memutuskan untuk mengambil tema Jawa klasik. Tak hanya untuk pernikahan saja, tema ini pun mereka gunakan untuk acara lamaran hingga konsep foto pre-wedding. Wah, seru sekali ya! Setelah menentukan tema, kami berdua pun sepakat untuk melangsungkan pernikahan di Glass House, Ritz Carlton Pacific Place.

Make Up dan Hair Do

Untuk tatanan rambut, karena konsep akad nikah kami yaitu Jawa jadi sudah dipastikan Nindi ingin menggunakan paes. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan paes Solo karena busana pernikahan yang akan dikenakannya nanti yaitu kebaya beludru hitam khas Solo. Sedangkan untuk make up sebetulnya Nindi bukan orang yang terlalu pemilih. Namun kebetulan keluarga Nindi mengenal dekat keluarga Mbak Decha, sehingga kami pun memutuskan untuk mempercayakan riasan akad kepada beliau. Nindi pun merasa riasan Mbak decha bagus dan cocok untuk pernikahan adat Jawa.

Busana Pengantin

Lain halnya untuk rancangan kebaya, Nindi mengaku memang agak picky. Ia menginginkan untuk prosesi adat panggih menggunakan kebaya beludru hitam klasik ala Jawa Solo. Dan ia pun tidak mau memakai kebaya beludru hitam dengan modifikasi yang berkesan modern. Nindi ingin sekali menggunakan kebaya klasik dengan siluet khas Solo yang disertai aksesoris senada. Akhirnya pilihan jatuh kepada Buah Tangan Widuri.

Nindi sudah mengetahui Buah Tangan Widuri sejak lama, bahkan ia sudah mengikuti Instagramnya jauh sebelum Nindi memiliki pasangan. Ia selalu berpikir suatu saat akan mengenakan kebaya yang dibuat Widuri karena benar-benar sesuai dengan impiannya selama ini. Sedangkan untuk acara akad sendiri, Nindi juga tetap mempercayakan rancangan busananya di Widuri. Entah mengapa sudah sejak dulu Nindi tak terpikirkan dan bahkan tak punya keinginan untuk memakai kebaya serba putih untuk proses akad nikah. Yang Nindi inginkan adalah kebaya bernuansa biru untuk akad nikah.

“Dan birunya juga sangat spesifik! Aku selalu mau warna biru seperti ‘Frozen’ atau ‘Cinderella’ yang paletnya itu icy blue. Karena aku merasa warna biru itu cocok di kulitku yang sawo matang. Dan untungnya tim Widuri bisa mewujudkan keinginanku itu. Mereka benar-benar mencari kain biru yang aku mau.” Ungkap Nindi.

Prosesi Adat Jawa

Untuk prosesi adat, Nindi memutuskan hanya akan menggunakan adat panggih saja setelah akad selesai dan tidak mengadakan resepsi. Karena menurutnya prosesi panggih itu jauh lebih penting dan bermakna dibandingkan acara resepsi. Di luar itu, Nindi hanya mengadakan pengajian bersama keluarga dekat saja sebelum pernikahan berlangsung karena pertimbangannya saat itu kasus Omicron masih tinggi jadi kita memilih untuk meminimalisir acara-acara sebelum acara nikah.

Foto Pre-wedding

Sejak awal baik Nindi dan Lutfi ingin sekali semuanya bernuansa serba Jawa termasuk konsep foto pre-wedding kami. Kami berdua melakukan dua kali photoshoot. Yang pertama, kita mengambil foto di Yogyakarta karena kebetulan waktu itu kami sedang liburan, tidak ada salahnya bukan liburan sembari mengambil foto pre-wedding? Kita mengambil foto di dalam makam raja-raja Mataram dengan konsep pakaian lebih mengarah ke Jawa modern. Dimana kami berdua memilih atasan berupa blus putih modern dan bawahnya kita padankan dengan kain Jawa kuno.

Sedangkan photoshoot kedua kita buat sederhana saja dengan mengambil lokasi di rumah Nindi. Konsepnya ingin hasil foto nanti seperti foto pasangan Jawa di jaman kolonial. Nindi tidak mau fotonya di ambil menggunakan kamera digital! Akhirnya photographer pilihan Nindi memutuskan untuk membeli kamera analog dan semua foto ini diambil menggunakan kamera analog. Hasilnya sempurna sesuai keinginan Nindi, vintage hitam putih persis sama seperti foto-foto pasangan Jawa jaman dulu!

Team Bridesmaid

Tak lengkap rasanya bila acara ini tak dihadiri oleh teman terdekat dari sang mempelai. Para sahabat dekat Nindi pun tak ketinggalan untuk hadir dan turut memeriahkan acara pernikahan mereka. Dengan menggunakan kebaya kutu baru dalam motif floral yang segar, tampilan team bride kali ini terlihat manis sekaligus romantis ya! Kami suka sekali gaya ini!

Pernikahan Impian

Untuk mewujudkan pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi, yang pertama kita lakukan adalah membuat proposal lengkap dari moodboard, konsep, properti apa yang dibutuhkan, rundown, dll. Semua itu Nindi buat sendiri sebelum akhirnya ia melakukan briefing pada vendor pilihan kami satu persatu. Jadi vendor-vendor juga paham betul akan apa yang Nindi inginkan karena sudah ada contohnya di proposal. Selain itu kami juga menghitung seluruh biaya total yang akan digunakan. Kalau ternyata membengkak dan tidak sesuai dengan budget yang ada, kita harus pintar mencari ide dan harus mau turun tangan untuk mengurus semuanya.

Tips Mewujudkan Pernikahan Impian

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pernikahan impian tanpa harus merogoh budget yang terlalu besar. Contohnya saja, waktu kami akan membuat foto pre-wedding, Nindi dan Lutfi benar-benar tidak mau mengeluarkan biaya yang besar. Tapi kita juga tetap ingin hasil yang maksimal, jadi Nindi merasa tidak perlu menggunakan vendor foto dan team-nya karena biayanya akan jadi tinggi sekali. Walau biasanya jika menggunakan jasa team, kita hanya tinggal santai-santai saja. Dari mulai wardrobe, make up, konsep dan lain-lain juga mereka yang akan provide.

“Tapi aku merasa mampu untuk menanganinya sendiri, khususnya untuk wardrobe dan konsep foto. Akhirnya aku benar-benar turun tangan untuk cek lokasi, membuat moodboard, mencari baju lama yang ada di lemari agar tak perlu membeli baru dan mencari photographer freelance lokal di Jogja dibandingkan harus membawa photographer dari Jakarta. Dan akhirnya kita bisa membayar photographer-nya dengan biaya yang cukup terjangkau karena konsep, tempat dan lainnya semua sudah Nindi atur dengan baik.” Aku Nindi.

Jadi sang fotografer benar-benar tinggal melakukan sesi foto saja. Sama halnya saat Nindi membuat baju lamarannya ini! Ia merasa waktu itu tidak perlu membuat busana mahal karya designer terkenal. Nindi pun memutuskan untuk menjahitnya di sang sahabat. Nindi turun tangan langsung dalam menentukan pemilihan kain, warna juga rancangannya. Hasilnya bisa dibilang sangat memuaskan dengan biaya yang cukup murah! Cantik bukan?

Untuk mewujudkan pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi ini, tentunya mereka memiliki beberapa vendor andalan yang membuat pernikahan ini jadi kian sempurna.

Top 3 vendor pilihan untuk Pernikahan Jawa Klasik Nindi-Lutfi:

  1. Buah Tangan Widuri

Dapat merealisasikan kebaya impian Nindi yang sudah lama sekali ia inginkan.

  1. Agung Decor

Menciptakan dekorasi yang begitu manis saat Lutfi melamar Nindi.

  1. MC Bapak Budi Prayitno

Beliau benar-benar mengerti sekali untuk membawakan pernikahan dengan prosesi adat Jawa (akad nikah dan panggih) yang kental.