Pernikahan Tradisional Aceh Irsa-Caca

By The Bride Dept on under The Wedding

Pernikahan tradisional Aceh Irsa-Caca

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Rumah Kampung Decor

Photography Venema Pictures

Pemandu Adat Pelaminan Cut Marlyn

Bride's Attire Studio BOH

Setiap orang memiliki jalan yang berbeda dalam menemukan pasangan yang tepat. Seperti pasangan ini, mereka berdua sudah saling mengenal sejak sekolah. Namun hanya waktu yang bisa menyatukan mereka dalam sebuah hubungan yang tepat. Setelah melewati masa pacaran selama lima tahun, akhirnya mereka pun meresmikan hubungannya dalam pernikahan tradisional Aceh Irsa-Caca.

Pertemuan Pertama

Kami pertama kali bertemu kurang lebih sepuluh tahun lalu, saat sama-sama diterima di SMAN 8 Jakarta (tahun 2012). Sejak hari pertama pengenalan sekolah SMAN 8, Irsa sebenarnya sudah memperhatikan Caca karena menurutnya, Caca begitu cantik. Namun, saat itu belum ada niatan untuk mendekati atau berkenalan. Kami akhirnya baru berkenalan beberapa bulan kemudian, saat bergabung di organisasi olahraga sekolah. Bahkan, saat kelas 3 SMA, kami sebenarnya adalah saingan karena ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Alhamdulillah, ternyata kami berdua diterima. Hubungan kami menjadi dekat saat kami mulai kuliah. Kami berdua sering berada di satu grup belajar yang sama karena kebanyakan dari teman kami sudah berpacaran, akhirnya yang single berkumpul untuk bermain bersama, termasuk kami berdua.

Seiring berjalannya waktu, munculah rasa nyaman dan suka dari Irsa kepada Caca. Irsa ingin mendekati Caca dengan baik-baik dan serius. Akhirnya, sebelum mendekati Caca, Irsa meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Menjadikan Caca satu-satunya wanita yang pernah Irsa sebutkan kepada orang tuanya untuk diberikan izin. Setelah beberapa bulan, Irsa akhirnya berani mengutarakan perasaannya kepada Caca melalui kumpulan kartu remi yang dijilid dan diberi judul “52 things I love about you”. Semenjak saat itu hubungan kami dimulai.

Perjalanan Cinta

Di tahun pertama dan kedua berpacaran, kami lebih banyak mendukung satu sama lain dalam bidang akademis dan melepas letih bersama untuk mengurangi beban perkuliahan yang tinggi. Memasuki tahun ketiga, kami mulai lebih sering membicarakan tentang masa depan dan tujuan hidup masing-masing. Kami mulai mencocokan target kami berdua dalam hidup dan memastikan memiliki tujuan yang sama dalam menjalani hubungan ini. Selama pacaran, kami sangat menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Sehingga ketika kami sudah memahami tujuan yang sama, kami tidak ingin menunda terlalu lama untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.

Di tahun keempat, Irsa mulai membicarakan keseriusan hubungannya dengan Caca kepada orang tuanya. Dan akhirnya, di tahun kelima yang jatuh pada tahun 2021 lalu, Irsa memberanikan diri izin kepada orang tua Caca untuk menikahinya. Irsa melamar Caca di Senshu restaurant, Fairmont dengan membawa cincin dan kumpulan kartu yang dijilid berjudul “52 things I love about you”, seperti saat menyatakan perasaan untuk pertama kalinya pada Caca, namun dengan versi setelah lima tahun berpacaran.

Konsep Pernikahan

Konsep acara pernikahan kami mengusung kerukunan antara dua adat yang berbeda yaitu Jawa dan Aceh. Acara pernikahan kami terbagi menjadi dua sesi yaitu akad nikah dan temu besan (resepsi). Di kedua acara tersebut, konsep utamanya adalah keluarga Jawa datang bersilaturahmi ke keluarga Aceh, sehingga di kedua acara itu keluarga pria berpakaian Jawa dan keluarga wanita berpakaian Aceh. Untuk akad kami ingin acara yang khidmat dan untuk resepsi konsepnya lebih mengangkat nuansa glamor dengan menggunakan adat Aceh.

Karena dalam budaya Jawa orang tua pihak pria tidak hadir saat akad, Irsa hadir memasuki ruangan akad diapit perwakilan orang tua, dan diiringi dua saudara kandung, yang membawa mahar dan cincin. Di dalam ruangan akad, keluarga Caca sudah bersiap dengan mengenakan pakaian Aceh siap menerima kedatangan calon pengantin pria untuk melangsungkan prosesi ijab. Dalam prosesi ini, Irsa hadir tanpa disertai orang tua yang menunjukkan kemandiriannya untuk bertanggung jawab dalam pernikahan. Pembacaan ayat Al-quran juga dilakukan oleh Irsa sendiri, dan saritilawah oleh Caca. Caca dihadirkan di ruangan akad setelah prosesi ijab selesai. Orang tua pria belum hadir pada acara ini hingga acara selanjutnya (temu besan/resepsi).

Acara Temu Besan

Pada acara ini, Irsa sudah berganti pakaian mengenakan busana khas Aceh, diapit oleh kedua orang tuanya yang berpakaian Jawa. Caca beserta seluruh keluarga besarnya berpakaian Aceh, sudah di dalam ruangan resepsi bersiap menerima tamu yang merupakan pihak keluarga pria. Pada prosesi ini, Irsa beserta keluarga diperkenankan masuk hingga berada di depan dekorasi pintu Aceh. Di pintu aceh inilah prosesi temu orang tua dilakukan.

Prosesi ini menunjukan Irsa yang sudah menikahi orang Aceh, dihargai dengan diberikan pakaian aceh untuk dikenakan, menjemput dan membawa orang tua beserta keluarga besarnya dari Jawa untuk diperkenalkan dan bersilaturahmi. Di budaya Jawa ini disebut mapag besan/temu besan. Dalam kebudayaan Aceh prosesi ini disebut Intat Linto (mengantarkan pengantin pria).

Ketika Irsa dan keluarga besarnya memasuki ruangan, alunan musik tradisional khas Aceh dan gamelan berpadu begitu harmonis mengiringi langkah pengantin pria. Setelah kedua orang tua bertemu dan dipersilahkan masuk oleh perwakilan keluarga wanita, prosesi kirab dilaksanakan. Kirab menuju pelaminan diiringi oleh indah persembahan tari Saman.

Setelah sampai di pelaminan, prosesi adat yang dilangsungkan adalah tepung tawar. Terdapat pula persembahan tarian Saman ketika mempelai dan orang tua sudah berada di pelaminan. Walaupun dengan busana adat yang berbeda, orang tua pengantin tetap ditampilkan rukun dan seragam di pelaminan yang hadir dalam busana dari warna dan bahan yang sama.

Pada acara resepsi ini kami ingin tetap menampilkan adat, namun tidak sebanyak saat akad berlangsung. Jadi kami mempersiapkan dance floor dan mengundang soulful sebagai band-nya agar suasana lebih meriah. Bridesmaid juga diperkenankan memberikan tarian sebagai persembahan untuk pengantin

Pemilihan Make Up & Hair Do

Untuk MUA, Caca menjatuhkan pilihan kepada Dhirman Putra, karena sebelumnya ia pernah melihat kakak kelas yang begitu pangling saat hari pernikahan nya. Lalu, ia melihat profil Instagram Dhirman yang memang hasil makeup-nya rapi dan khas dengan tampilan bold namun tetap soft.  Untuk riasan akad nikah, Caca memilih nuansa yang soft dan resepsi ingin tampilan bold dengan foxy eye. Sedangkan untuk hair do resepsi caca memilih tatanan yang simple dengan rangkaian melati oleh tim dari Dhirman. Untuk resepsi sendiri, Caca mengenakan suntiang Aceh oleh Cut Dede Marlyn dari pelaminan aceh.

Busana Pengantin

Untuk akad nikah desainer yang dipilih adalah Maitua bride, Caca tertarik melihat kebayanya dengan detail payet yang berukuran besar serta motif yang khas. Pada akad, karena kami memilih tema simpel jadi pilihannya jatuh pada kebaya bernuansa putih klasik yang anggun dengan veil dan melati.

Sedangkan untuk resepsi sendiri, Caca membuat busana pengantinnya pada Studio BOH. Konsep yang digunakan adalah glamor sehingga dipilihlah warna emas khas Aceh. Modelnya sendiri adalah floor length dress dengan payet yang indah. Caca mengaku sudah menyukai rancangan Studio BOH sejak lama karena motif payetnya yang indah sekali. Bersyukur bisa dipertemukan dengan mbak Penny dan brain storming mengenai dress untuk resepsi. Pertama kami mencari material di Bindu Samtani untuk mencari motif dan warna yang cocok untuk Caca. Setelah itu berlanjut ke proses fiting dan terakhir payet. Saat melakukan fitting, Caca begitu terpesona dengan gaun karya Studio BOH.

“Senang sekali hasil dress-nya sangat indah dengan payet pasir dan detail motif di bagian punggung yang berbentuk kubah aceh dan angsa yang melambangkan kesetiaan”. Ungkap Caca.

Prosesi Adat Pra-nikah

Untuk prosesi menjelang pernikahan tradisional Aceh Irsa-Caca ini, kedua mempelai melaksanakan pengajian di kediaman masing-masing. Untuk pihak wanita, acara pengajian dilanjutkan dengan acara malam Boh Gaca atau yang sering disebut Malam Berinai. Pada acara ini, dilaksanakan prosesi Pesijuk dimana 10 tetua memberikan “bekal” atau hadiah kepada pihak wanita dan mewarnai kuku dengan sari daun pacar.

Lalu tangan mempelai wanita diberi gambar ukiran menggunakan henna atau inai. Tradisi ini digelar di kediaman dara baro (sebutan bagi mempelai wanita Aceh) sebelum akad nikah. Orang-orang Aceh zaman dahulu menggelar Malam Boh Gaca pada 3-7 hari menjelang acara pernikahan.

Foto Pre-Wedding

Untuk foto pre-wedding kami memilih untuk melakukan photoshoot indoor di studio, karena kita ingin foto prewed kami mengangkat konsep editorial. Untuk styling sendiri kami dibantu oleh prolog design. Ada beberapa tema yang kita pilih salah satunya tema adat dan yang lainnya bertema formal. Untuk foto dengan tema adat kami memilih salah satu adat dari Caca yang tidak ditampilkan selama pernikahan, yaitu busana tradisional Bali.

Pernikahan Impian

Setelah menemukan konsep untuk menonjolkan kedua adat di acara pernikahan, kami sering berdiskusi dengan Wedding Organizer dan beberapa vendor. Kami juga berdiskusi dengan vendor busana adat, dekorasi, dan musik untuk menerima banyak masukan, sehingga menemukan konsep yang sama agar acara bisa berjalan lancar. Kami menyukai dan menghargai konsep pernikahan adat tradisional, namun kami juga ingin menampilkan nuansa modern dengan menyediakan dancefloor.

Hal itu dilakukan agar pengantin bisa lebih interaktif dengan para tamu yang hadir dan bisa berjoget bersama.
Kami lebih menyukai pernikahan dengan konsep klasik tradisional karena menurut kami setiap adat mempunyai keindahan dan makna tersendiri yang membuat pernikahannya jadi lebih spesial. Acara pernikahan tradisional Aceh Irsa-Caca ini kami gelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Top 4 vendor pilihan Caca-Irsa untuk mewujudkan pernikahan tradisional Aceh Irsa-Caca :

  1. Rumah Kampung Décor

Membuat dekorasi yang indah dan memukau dengan warna-warna yang mengusung adat Aceh.

  1. Venema Pictures

Sukses menangkap seluruh momen di hari pernikahan dengan sempurna!

  1. Pelaminan Cut Marlyn

Memberikan tampilan pelaminan adat Aceh yang begitu indah dan juga penuh makna.

  1. Studio Boh

Membuat dress dengan penuh detail yang sungguh memesona!

Dan tentunya untuk vendor yang membantu pernikahan ini menjadi lebih indah dan sempurna:

  • Hotel Indonesia Kempinski Jakarta
  • Prolog Design
  • Maitua Bride
  • Dhirman Putra
  • Carlita Wedding Planner
  • Cut Nisa Yoesoef
  • Gugi Nugraha