Pesona Jawa Klasik Belinda-Dhanes

By The Bride Dept on under The Wedding

Pesona Jawa Klasik Belinda-Dhanes

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Photography Askara Photography

Invitation Of Earth Wind and Water

Pemandu Adat Sanggar Kalithi

Others Solky Music

Pertemanan memang selalu menjadi awal sebuah hubungan. Namun terkadang, sosok yang ada di depan mata dan telah dikenal lama tanpa disadari memberikan rasa. Seperti pasangan ini, mereka sudah lama mengenal namun jatuh cinta saat keduanya berada di Amsterdam. Hingga akhirnya mereka pun mengusung konsep pernikahan dengan pesona Jawa Klasik Belinda-Dhanes.

Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama Belinda dan Dhanes terjadi saat mereka duduk di bangku SMA. Belinda dan Dhanes sama-sama telah mengenal satu sama lain sejak SMA karena memang kami satu pergaulan. Belinda di SMA Santa Theresia, sedangkan Dhanes di SMA Pangudi Luhur. Kita awalnya saling kenal karena mutual friends, tapi disitu kami berdua hanya sekadar teman. Saat itu baik Belinda dan Dhanes masih memiliki pasangan masing-masing. Kita terus menjaga hubungan pertemanan hingga pada suatu hari kita bertemu di tahun 2016 di Amsterdam. Saat itu Belinda mengambil jenjang pendidikan S2 dan Dhanes sedang menyelesaikan pendidikan S1-nya. Di Amsterdam itu kami berdua menjadi lebih dekat, reconcile hubungan setelah bertahun-tahun tidak banyak mengobrol, curhat panjang lebar dan akhirnya kami berdua pun pacaran. Akhirnya di tahun 2022 ini, baik Belinda dan Dhanes telah memantapkan hatinya untuk menuju jenjang pernikahan.

Konsep Pernikahan

Untuk konsep pernikahan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu adalah kami ingin membuat acara yang 100% outdoor, dibuat di luar kota, dan tidak mau di Jakarta. Akhirnya kita berdua sepakat memilih Yogyakarta, karena kebetulan sebagian keluarga Dhanes juga tinggal di sana. Untuk acara pemberkatan kita buat se-intimate mungkin, hanya dihadiri oleh keluarga dan bridesmaids/groomsmen. Resepsi kami juga tidak mengundang lebih dari 500 orang, konsepnya agar lebih dekat dan akrab dengan tamu yang hadir serta semua bisa seru-seruan bareng.

Pemilihan Make Up & Hair Do

Sedangkan untuk pemilihan make up dan tatanan rambut, Belinda mengaku sudah lama ingin menggunakan paes Jogja Putri saat pemberkatan. Menurutnya riasan Jogja Putri itu bisa menyatukan karakter bold, elegant, namun tetap memberikan kesan yang manis. Untuk resepsi Belinda ingin tetap menggunakan sanggul namun tanpa paes agar memberikan kesan yang lebih modern.

“Untuk resepsi sendiri, konsepnya itu memang ingin mengangkat keseruan pesta saja, jadi kami tidak menggunakan ada acara adat apapun”. Tambah Belinda.

Busana Pengantin Pilihan

Desainer yang Belinda pilih untuk membuat rancangan kebaya ada dua perancang, satu untuk pemberkatan dan satu untuk resepsi. Untuk pemberkatan Belinda mempercayakannya kepada Myrna Myura. Tak ada alasan lain selain itu memang jadi salah satu mimpinya dari sejak kuliah.

“Ketika aku decide untuk pake velvet pas pemberkatan, aku cuma berani di Myrna karena aku tau Myrna bisa pull off apapun request unik yang aku minta. Kalo designer lain aku gak yakin bisa sih hahaha”. Ungkap Belinda

Sedangkan untuk resepsi Belinda menggunakan kebaya rancangan Kaara Bride, karena ia jatuh cinta sekali dengan semua hasil kebaya lace dari Kaara. Belinda juga sering melihat Kaara membuat kebaya lace yang berukuran semata kaki dan Belinda selalu berbicara dalam hatinya jika ia ingin memakai kebaya seperti itu untuk resepsi pernikahannya.

Prosesi Adat

Prosesi adat yang kami lakukan sebelum pernikahan adalah siraman dan malam midodareni pada h-1 sebelum acara utama. Kemudian kami juga melaksanakan prosesi adat panggih sesaat setelah pemberkatan selesai. Kami berdua memang menyukai konsep acara adat karena bisa menampilkan nilai-nilai budaya yang indah khususnya pada pernikahan.

Foto Pre-wedding

Tema pre-wedding kita ambil merupakan foto-foto dengan konsep yang modern karena the whole wedding sudah mengangkat traditional theme. Ada dua tema yang kami pilih yaitu indoor (di bar) dan outdoor (di kebun kediaman Dhanes). Basically kita hanya ingin menunjukkan karakter kita berdua secara natural, terutama kita yang selama pacaran suka sekali pacaran ke bar, baik berdua maupun bersama teman-teman. Satu lagi kita ada pre-wedding di venue tempat kita melangsungkan pernikahan (Hyatt Regency Yogyakarta).

Pernikahan Impian

Cara mewujudkan pernikahan dengan pesona Jawa klasik Belinda-Dhanes adalah kami berdua benar-benar turun langsung mengurus semuanya. Hingga pada detail sekecil apapun kami usahakan mengurusnya sendiri.

“Jangan takut stress, jangan takut pusing, karena aku yakin ini bakal memuaskan banget kalau berjalan sesuai keinginanku, dan bakal worth all the effort/hassle/tears” ucap Belinda.

Walaupun kami tetap menggunakan Wedding Organizer dan panitia keluarga, Belinda dan Dhanes tak hanya terima beres, kita benar-benar kontrol sampai ke titik terdetail supaya tidak ada satupun hal yang missed pada saat pelaksanaan nanti. Kita menggabungkan tradisional dan modern untuk konsep acara keseluruhan yang disesuaikan dengan selera kami berdua. Contohnya, untuk rangkaian acara pemberkatan dan adat kita menggunakan tema tradisional sesuai dengan latar belakang yang kita inginkan (Jawa-Yogyakarta).

Tapi untuk resepsi kita ingin membuat acara yang sangat modern, caranya kita cerminkan dengan entrance saat resepsi di mana keluarga inti dan para sahabat masuk dengan berjoget dan bernyanyi bersama (walaupun tetap dengan kostum tradisional). Dan juga kami memberikan performance-performance seperti Dhanes yang bermain drum dengan menggunakan kostum surjan lengkap.

Tak ketinggalan fireworks super heboh yang kita tampilkan di akhir acara. Kita mau membuktikan jika pernikahan tradisional itu tak selalu membosankan, tak selalu kuno, dan kita sebagai anak muda bisa melestarikan budaya tersebut dengan style kita masing-masing tentunya. Seluruh rangkaian acara selama tiga hari berturut-turut (siraman, malam midodareni, pemberkatan, panggih, dan resepsi) semuanya kami selenggarakan di satu venue yaitu Hyatt Regency Yogyakarta.

Top 4 vendor untuk membuat pernikahan pesona Jawa Klasik Belinda-Dhanes:

  1. Askara Photography

Fotografer ini underrated dan hasilnya sangat bagus sekali. Mereka juga jago menjaga mood kita sekeluarga walaupun kadang kami sudah merasa kelelahan, dan ponakan-ponakan Belinda yang masih kecil kadang susah untuk diajak berfoto bersama, team Askara tetap pintar mengambil momen-momen itu dengan sempurna.

  1. Of Earth Wind and Water

Semua visual di acara pernikahan kami mulai dari undangan, pelaminan, buku pemberkatan, hingga souvenir semuanya hasil karya mereka. Keren sekali! Aku personally puas banget dengana undangan motion berupa video yang mereka desain untuk kita, puas dan aku bakal rekomen mereka ke teman-teman aku yang lagi mau married!

  1. Sanggar Kalithi

Selalu terkesan sama ibu-ibu dan bapak-bapak sanggar Kalithi yang siap siaga mendandani, memakaikan kami kostum dan kain, membuat sanggul untuk keluarga besar kami dengan semua kerempongan ini. Bahkan per hari mereka bisa menyanggul, mendandani dan merias kostum beskap hingga 60 hingga 70 orang keluarga besar kita loh!

  1. Solky Music feat Nicky Manuputty

Band kita saat pemberkatan dan resepsi yaitu Solky Music feat. Nicky Manuputty! Tanpa mereka, acara kita tidak mungkin hasilnya semenarik dan se-entertaining itu. Thank you so much!

And thank you to all vendors:

  • Myrna Myura
  • Kaara Bride
  • Hyatt Regency Yogyakarta
  • Royal Kinanthi Dekor
  • Kanya Putri Make up
  • Callalily Wedding Organizer
  • Jenny Subagyo Hair
  • By Jati Diriono
  • Debora Fransiska