Riasan Pengantin Jawa: Cantik dan Sarat Makna

By The Bride Dept on under How To, Pernikahan Adat, Tata Cara Adat

Riasan Pengantin Jawa: Cantik dan Sarat Makna

Salah satu ciri khas dari tata rias pengantin Jawa adalah paes atau lukisan warna hitam pada bagian kening pengantin wanita. Bentuknya yang cantik dan anggun memberikan daya tarik tersendiri bagi sang pengantin. Meski memiliki sedikit perbedaan, paes pengantin Yogya maupun Solo sama-sama menarik dan mempercantik penampilan. Namun, bukan hanya paes lho ciri khas tata rias pengantin Jawa yang mampu membuat tampilan menjadi semakin memukau! Masih ada detail lain yang bukan hanya cantik tetapi juga sarat dengan makna, apa saja contohnya? Simak riasan pengantin Jawa: cantik dan sarat makna selengkapnya di sini!

Alis Menjangan

Bentuk alis menyerupai tanduk rusa atau dalam Bahasa Jawa kerap disebut sebagai menjangan. Riasan ini dapat ditemui dalam tata rias Solo Basahan, Yogya Paes Ageng & Jangan Menir serta Yogya Paes Ageng Kanigaran. Dalam bentuk alis yang unik ini memiliki arti harapan agar pasangan pengantin dapat berlaku cerdik sekaligus tetap anggun seperti karakter rusa. Khususnya apabila persoalan rumah tangga datang menghampiri, sang istri harus cerdik dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Sanggul Bokor Mengkurep

Tatanan rambut yang satu ini biasa digunakan pada pengantin Yogyakarta. Dinamakan sanggul bokor mengkurep karena bentuknya seperti bokor atau cawan yang menelungkup atau diletakkan terbalik. Sanggul ini mengandung makna agar wanita dapat hidup mandiri dan selalu bersyukur atas apapun yang dianugerahkan oleh Tuhan. Selain itu tatanan rambut ini pun diisi dengan irisan daun pandan dan ditutup ronce bunga melati. Sanggul bokor mengkurep ini juga membawa harapan agar pengantin wanita dapat menjadi pribadi yang bermanfaat dan membawa nama harum masyarakatnya.

Sanggul Bangun Tulak

Bila sanggul bokor mengkurep digunakan oleh pengantin Yogyakarta, maka tatanan rambut yang sering digunakan oleh pengantin Solo adalah sanggul bangun tulak. Menjadi perlambang penolak bala, penggunaan sanggul ini diharapkan agar kehidupan rumah tangga yang diarungi oleh kedua pengantin akan dijauhi dari segala bahaya dan keburukan. Sebagai pelengkap, pada sanggul ini biasanya disematkan ornamen hiasan burung merak serta sasakan sunggar di areal dekat telinga pengantin. Ornamen tersebut menggambarkan harapan agar pasangan pengantin dapat menjadi pendengar yang baik untuk satu sama lain.

Untaian Gajah Ngoling

Pada sanggul bokor mengkurep, beberapa bagian rambut dibiarkan menjuntai ke arah kanan sepanjang 40 cm. Untaian ini lalu ditambahkan pandan dan dibungkus melati. Disebut gajah ngoling karena untaian ini memiliki arti kesucian dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang sakral.

Untaian Tibo Dodo

Dinamakan tibo dodo, karena merupakan rangkaian bunga melati yang dibiarkan menjuntai dari bagian kepala hingga ke dada pengantin wanita. Untaian tibo dodo ini biasa dikenakan oleh pengantin Solo. Pada ujung untaian, tersemat bunga cempaka yang masih kuncup sebagai penyempurna tampilan.

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan ada riasan indah lainnya selain paes yang membuat para pengantin Jawa tampil lebih sempurna! Itulah sederet riasan pengantin Jawa: cantik dan sarat makna yang bisa menambah keanggunan pengantin wanita di hari pernikahannya!

Photo : Visuel Project